Jangan pergi, karena aku tidak akan sanggup bila harus kehilangan seseorang yang aku sayangi.
-Alerik-
"Lea" katanya sambil berjabat tangan dengan Erik. Erik pun membalasnya. Mereka saling bertatapan dengan tangan masih berjabatan. Sampai deheman Rain membuat mereka berdua sadar.
"Ehemmm... Le, lo mau pesen apa?" tanya Rain. Lea yang baru saja sadar dengan kejadiannya langsung salah tingkah. "G-gue sama kayak lo aja" jawab Lea dengan gugup. Sedangkan teman teman Erik menahan ketawanya yang siap tersembur melihat sikap Erik dan Lea.
Sampai ide jail diotak Ryan muncul, "Oh nama lo Lea. Cantik. Boleh minta id line nggak?" Kata Ryan genit sambil melirik Erik yang memasang muka masam. Ryan pun terkikik geli melihatnya. "Emm emang buat apa?" Kata Lea pelan. "Ya buat pdkt siapa tau kita jodoh" balas Ryan.
Erik yang mendengarnya pun merasa sebal lalu mengajak teman-temannya untuk kembali ke kelas. "Ayo balik ke kelas. Bentar lagi masuk" kata Erik ketus. Rain yang baru saja datang dari membeli makanan pun bingung. "Eh kok pada pergi kenapa?" Tanya Rain . "Ini ada yang cemburu tapi ga berani bilang" jawab Aldo sambil terkekeh.
Sedangkan Erik sudah duluan pergi ke kelas. Dimas yang melihat itu langsung mengajak Ryan dan Aldo untuk menyusulnya. Rain hanya mengangkat bahunya acuh lalu melanjutkan makannya, tetapi melihat Lea yang sama sekali tidak menyentuh makannya membuat Rain bingung.
"Lo kenapa, Le? Ga suka sama makannya? Kok gak dimakan." tanya Rain bingung .
Lea yang menyadarinya pun langsung memakan makanannya, "Eh enggak kok. Ini gue makan" balas Lea dengan kikuk.
Disisi lain, waktu dikantin tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan kedekatan antara Erik dan Lea.
"Siapa sih tu cewek. Berani banget deketin yayang Erik gue." Sinis Bella kepada Sinta. Ya, dua orang tadi adalah Bella dan Sinta. Mereka sedari tadi memperhatikan Erik dan Lea. Bella dapat melihat dari tatapan Erik bahwa ia jatuh cinta kepada Lea. "Mendingan kita beri pelajaran tuh cewek aja" kata Shinta memberikan ide jahatnya itu. Bella yang mendapat ide cemerlang dari Shinta pun tersenyum licik. "Oke. Ntar pulang sekolah kita mulai misi kita." Perintah Bella.
"Krrrrriiinnggggg....." Bel panjang pulang sekolah berbunyi menandakan berakhirnya pelajaran dihari ini. Dikelas Lea semua sedang bersiap siap untuk pulang. "Yukk pulang. Udah capek gue. Mau tidur" ajak Rain dengan muka lelah. "Lo duluan aja. Gue mau ke kamar mandi." Kata Lea sambil menggendong tas. "Okey. Byeee" pamit Rain sambil berlalu pergi. Lea pun juga segera ke toilet untuk mencuci muka, tetapi ketika ingin keluar toilet Lea dihadang oleh dua orang perempuan yang menurut Lea adalah kakak kelas.
"Kalian siapa?" Tanya Lea santai. Bella pun mendekat dan menjambak rambut Lea sehingga Lea menjerit kesakitan sampai meneteskan air matanya. "Aaww sakiitttt hikssss" isak Lea. Bella dan Shinta malah tertawa kencang. "Lo dengerin kata gue baik baik. Jangan pernah deket deket lagi sama Erik. Karena Erik itu,...
"Gue siapa lo?", Kata Bella terpotong karena Erik tiba tiba datang. Bella pun melepaskan Jambakkannya dari rambut Lea.
"JAWAB GUE SIAPA LO" bentak Erik kepada Bella. Bella dan Shinta pun takut lalu keluar dari kamar mandi. Erik yang melihat Bella keluar diikuti Shinta hanya menatapnya dengan tatapan sinis. Setelah itu Erik menghampiri Lea yang duduk dengan terisak. "Sssttt Lea. Lo tenang aja. Mereka udah pergi" kata Erik begitu lembut sambil mengusap kepala Lea. Lea yang awalnya menunduk tiba tiba mengangkat kepalanya lalu marah kepada Erik. "Semua gara gara lo. Kalau gue ga ketemu lo, mungkin gue gaakan kayak gini. Jauh jauh dari gue." Teriak Lea dengan terisak-isak. Erik yang tak tega dengan keadaan Lea pun langsung menarik Lea kedalaman pelukannya. Awalnya Lea menolak dan memberontak dengan memukul dada bidang Erik, tetapi lama kelamaan pukulan itu menjadi lemah tetapi Lea masih berucap, "ini semua gara gara lo Erik. Hiks.." kata Lea lemah. Erik pun mencium puncak kepala Lea. Setelah lama pelukan dan Lea sudah tenang. Erik pun melepaskan pelukannya dan membersihkan sisa air mata yang berada pada di pipi Lea.
"Jangan nangis, gue gasuka liat lo nangis. Apalagi karna gue" kata Erik tulus sambil menatap kedua bola mata Lea yang menjadi candu baginya.
Lea yang tersadar pun langsung mengelap air matanya sendiri. "Makasih. Minggir gue mau pulang" kata Lea. Saat Lea hendak keluar Erik mencekal tangannya. "Biar gue anter. Udah sore. Gue ga terima penolakan" paksa Erik. Setelah itu Lea hanya mengikuti Erik dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALERIK ( COMPLETED )
Novela JuvenilIni memang kisah yang sangat klise. Tetapi ini bukan kisah tentang seorang gadis yang berjuang untuk mendapatkan seseorang yang dia impikan. Bukan juga tentang Si Bad Boy berwajah dingin atau pun tentang Bad Girl. Tetapi ini tentang gadis yang b...
