Melihat senyummu seperti anugerah bagiku
*HugMe_Mr.Demon*
Aku sedang menyantap hidangan bakmie yang dibuat oleh Mr.Demon, aku rasa dia juga jago dalam hal memasak. Luar biasa, masakannya sangat lezat dan pas di lidahku, tidak terlalu pedas dan rasa asinnya sangat seimbang dengan rasa manisnya, jarang-jarang aku bisa makan masakan ala Demon terkejam ini bukan?
"You don't want to answer my question? " Bukan namanya Sia jika ia tidak memaksa dan mendesak apabila sangat penasaran.
Aku memang sangat kecewa padanya namun tak bisa ku pungkiri aku masih berharap akan penjelasannya agar bisa membuat ku percaya kembali kepada dirinya.
"What?"
"Why are you missing Mr.Demon?"
Aku mengulangi lagi pertanyaan tersebut untuk kedua kalinya dan untuk kedua kalinya dia hanya diam tak bersuara. Apa aku sekarang jadi makhluk ghaib?
"Mr.Demon."
"Give me time, okay?"
Dia mengajukan permintaan atau lebih tepatnya sebuah peringatan bagiku. Apakah sesuatu- maksudku alasan dia menghilang membutuhkan waktu untuk ku ketahui, tapi berapa lama. Apa begitu sulit mengatakan beberapa hal kepadaku?
"Berapa lama?"
Dia mengendikan bahunya.
Ia sendiri saja tidak tahu waktu yang tepat apalagi diriku, jika waktu yang ia butuhkan ternyata 10 tahun lagi. Aku harus bagaimana, apakah aku akan tersiksa terus menerus? Aku bahkan belum mampu mengatakan tentang perjodohan itu kepadanya dan dia membuatku harus menuruti semua keinginannya lalu bagaimana kehidupan yang aku idamkan selama ini? Apakah sudah hampas, hangus menjadi abu? Sial otakku buntu, aku tak bisa berpikir jernih, resiko-resiko dari semua pilihanku terus menghantui pikiranku.
"Kau tak perlu cemas, apapun yang terjadi aku akan melindungi dirimu."
"Kau pancake yang cerdas, kau tahu siapa dirimu."
Seakan kenyataan menghantam ku berulang kali, sepertinya dia paham apa yang sedang ku rasakan dan biar aku tebak dia mencoba menenangkan hatiku yang sedikit kacau ini dan itu berhasil karena senyum simpul misterius yang ia ciptakan. Aku rasa dia sudah mendeklarasikan janji untuk melindungi ku kesekian kalinya, namun sekarang terasa lebih berbeda daripada sebelumnya. Aku tak tahu aku hanya merasa sekarang lebih tenang setelah mendengar pernyataan singkat dari mulutnya itu.
"Apa kau bisa dipercaya?"
"Hm."
"Lalu maukah kau membantuku untuk menemukan siapa diriku sebenarnya--"
"--Maksudku takdir seorang Goddess?" usul diriku kepada Mr. Demon
"Aku tak bisa"
"Kenapa Sir?"
"Kau yang tau jawabannya Sia."
"Ingat Sia, You are yourself and not someone else--"
"--kau adalah dirimu sendiri dan bukan yang lainnya jadi percayakan semua kepada dirimu sendiri. Mencobalah mengenali semua tentang dirimu dan selebihnya biarkan semua mengalir bersama waktu."
Entah sejak kapan aku tak percaya bahwa Mr.Demon bisa berucap panjang lebar seperti ini. Apa lagi kalimat yang terlontar dari mulutnya itu mampu membius diriku. Aku dibuat menjadi gugup-gemetar seperti sengatan listrik menjalar ke aliran darah tubuhku. Berasa ribuan kupu-kupu seakan terbang dari dadaku turun ke perut ini-geli namun candu. Untuk pertama kalinya aku berharap waktu seakan berhenti, aku ingin mengenang masa ini lebih lama lagi dan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hug Me Mr.Demon
FantasyCOMPLETED #3 in Goddess #2 in word #4 in Vs {1 April 2020} #2 in Demon {8 April 2020} Haruskah melawan takdir yang telah di tentukan atau pasrah dengan keadaan? Siapa saja tolong katakan bagaimana caranya terlepas dari takdir konyol seorang Goddess...
