Ingat kemudian lupa.
Lupa kemudian ingat.
Ah, kebiasaan buruk.Melupakan yang penting.
Mengingat yang tidak penting.
Lagi-lagi kebiasaan buruk.Mencoba mengingat yang terlupakan.
Mencoba melupakan yang teringat.
Sulit.Tunggu,
Jangan-jangan aku hanya menggali ingatan yang tak pernah ada.
Atau aku mencoba melupakan fantasiku saja?
Aku rasa iya.Fantasi.
Lucu.
Ternyata kau tak lebih dari sekadar fantasi.
Kau, persimpangan itu, malam itu, hujan itu, semua, fantasiku.Tata kembali,
Tata kembali,
Tata kembali,
Hidup bukan untuk berfantasi.
Ingatanku muak memuat sensasimu.
Lagipula, kini sudah ada partisi.
Jangan mencari celah, lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
LANGKAH KAKI
Short StoryLangkah kakiku adalah langkah kaki yang bertelanjang, menginjak segala sesuatu yang dihamparkan tanah tanpa terkecuali. Langkah kakiku menapaki ruang yang tak berbatas, memasuki ribuan lorong waktu. Langkah kakiku menghasilkan berbagai kisah yang pa...