Open

4.5K 433 15
                                    

***
Seorang gadis membenahi posisi duduknya dan beberapa kali mengedarkan pandangannya menunggu seseorang yang telah membuatnya mati penasaran beberapa hari ini. Dia sudah mencari tahu lebih banyak dan dia tahu jika orang itu adalah orang yang dia kenal 8 tahun yang lalu. Anak laki-laki yang suka mengganggunya dan mengatakan sangat menyukainya

“ceoseonghamnida.. maaf membuat anda menunggu lama”, dia adalah jung jaehyun. Pemuda manis yang begitu tampan bagi siapapun yang melihatnya.

“Tiffany Hwang... bukankah aku sudah bilang namaku tiffany hwang??”, jaehyun tersenyum tipis dan membungkuk lagi.

“maaf jika aku melupakannya nona hwang”, tiffany justru semakin kesal karena jaehyun benar-benar melupakannya.

“apa kau benar-benar melupakanku??”, jaehyun tersenyum ragu dan menggeleng, dia sungguh tak ingat apapun tentang tiffany.

“Tiffany hwang, kelas 2-1 no urut 5 SM Junior High School... kau tak ingat??”,

“anda kakak kelasku??”, tiffany menghela nafasnya kasar lalu menggeleng pelan.

“aku tak menyangka jika kecelakaan itu benar-benar membuatmu melupakanku...”, tiffany mengeluarkan sebuah foto dan memberikannya pada jaehyun.

“8 tahun yang lalu... kau datang kedalam hidupku dan mengangguku setiap waktu.. itu adalah saat kau membawakan sepatu untukku karena sepatuku robek”, jaehyun mengamati foto itu lekat-lekat. Itu memang dia, dia yang tengah tersenyum manis dengan membawa sepasang sepatu ditangannya didepannya seorang gadis yang tingginya sama dengannya tampak cemberut dengan baju olahraganya yang nampak kotor.

“maafkan aku karena tidak bisa mengingatmu... sungguh aku tak bermaksud... jadi kita dulu berteman??”,

“berteman apa-“, tiffany mengurungkan niatnya bicara jujur mengenai hubungan mereka. Tidak salah juga sih jika jaehyun mengatakan jika berteman tapi ada hal lain diantara mereka. “katakan saja seperti itu....yang penting senang sekali bisa melihatmu sehat dan kembali ke korea lagi... kau bahkan tak mengatakan salam perpisahan padaku dulu”, kata tiffany sedikit cemberut.

“benarkah??.... maaf ya... sungguh...dulu.. ada hal yang lebih penting hingga aku melupakanmu”, itu berarti tiffany tak ada artinya bagi jaehyun saat itu.

“aku terima maafmu... tapi... berkencanlah denganku”,

“Ne??”, jaehyun terkejut bukan main. Apa-apaan ini??..dia bahkan tak benar-benar mengingat gadis bernama tiffany ini tapi dia mengajak jaehyun berkencan.

“kau harus menepati janjimu... aku hanya mengangih janjimu”, jaehyun terdiam. Janji apa yang sebenarnya dia buat dan hubungan pertemanan seperti apa yang dia miliki dengan tiffany.

“ingatlah musim semi dibawah indahnya bunga cerry blossom bermekaran.. aku akan menjadikan nuna pacarku suatu hari nanti...aku menyukaimu Nuna”, jaehyun terdiam. Ada bayangan-bayangan ingatan menghampiri pikirannya.

“kau yang mengatakan itu dulu... jadi aku menangih janjimu... datanglah padaku saat kau ingat siapa aku dan bagaimana hubungan kita dulu”, tiffany tersenyum tipis lalu meninggalkan jaehyun dalam kebingungan.

“Tiffany Hwang.... kenapa aku melupakanmu??”, gumam jaehyun setelah tiffany meninggalkannya.

***

Jaemin menutup bukunya setelah matanya semakin lama semakin perih karena kelelahan. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dan sudah seharusnya dia mandi tapi jaemin tak bisa melakukan itu dengan selang infus yang masih ada ditangannya.

“tetaplah bersekolah... sekolahmu adalah tanggung jawabku...jika kau merasa bersalah karena aku menyekolahkan haechan di sekolah biasa kau harus tahu bahwa itu bukan kesalahanmu... aku berani menyekolahkanmu di sekolah mahal karena uang pendidikan yang ditinggalkan ayahmu memang untuk sekolah sekelas SM Senior High School... dia tahu kau pintar dan sangat ingin menjadi dokter... bahkan biaya pendidikanmu sudah sampai kuliah, jadi aku mohon jangan menolak... ini hakmu.. kau tak perlu merasa bersalah”,

Everything For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang