***
Sebuah seringaian kecil muncul diwajah cantik herin, dia baru saja mendapatkan ide dari informasi yang diberikan oleh mina."apa yang akan kau lakukan herin??", tanya soo hyun penasaran.
"ternyata ada untungnya aku putus dengan mark... wuah... siapa sangka jika dialah anah rendahan... hahaha... aku penasaran siapa sebenarnya anak kedua tuan jung", kemarin mina dan soo hyun pergi mengikuti ko eun dan mark. Herin ingin tahu sudah sejauh apa hubungan mereka dan siapa sangka mereka akan mendengar percakapan mark, ibunya dan ko eun.
"dan kau tahu... ibu mark ternyata tahu jika mark pernah mengincar hina... dia bilang jika hina lebih terpandang dari ko eun", adu mina dan itu terdengar lebih menarik bagi herin.
"bagaimana jika kita buat kekacauan kecil teman-teman??", tanya herin sambil memainkan kedua alisnya.
"bukan masalah... tapi... apa kau akan menjadikan hina target??.. aku benar-benar kesal karena dia lengket dengan jeno meskipun beberapa hari ini aku lihat mereka bertengkar... tapi tetap saja... aku ingin dia mendapat pelajaran", lami benar-benar bersemangat untuk memberi hina pelajaran, andai saja dia bisa melakukannya sendiri, sudah dari dulu lami melakukannya.
"tenang saja... ayo kita hancurkan Mark dan Hina... mereka musuh besar kita... menghancurkan mereka secara tidak langsung akan menghancurkan sisanya... ko eun, jaemin dan jeno" , herin tersenyum simpul.
"ah... uri jeno", lami sebenarnya tak ingin jeno terlibat tapi apa boleh buat. Jeno ada dilingkaran itu dan lami tidak bisa mencengah jeno terlibat.
***
Jaemin dan hina baru saja tiba disekolah ketika jaehyun dan jeno telah menanti mereka di depan gerbang sekolah. Langkah kaki jaemin perlahan melambat ketika dia melihat kehadiran jaehyun, sungguh dia belum siap. Rasanya aneh ketika dia sekarang tahu jaehyun adalah kakaknya. Dia bermimpi memiliki seorang kakak, tapi ketika dia benar-benar memilikinya, jaemin justru menolak bahkan ada rasa tidak terima.
"Jangan menghindar... kau bilang kau akan berusaha menerima... atau paling tidak hargai semua kasih sayang jaehyun oppa untukmu", jaemin mengangguk kecil menyetujui ucapan hina.
"masuklah dengan jeno... aku akan menyusul nanti", hina mengangguk mengiyakan lalu mengajak jeno masuk kedalam sekolah duluan.
Jaehyun tersenyum, dia berusaha tersenyum meskipun dalam hatinya dia takut jaemin akan menolaknya. Sementara jaemin tetap menunjukkan ekspresi datarnya meskipun dalam hatinya jaemin berharap dia bisa bersikap sedikit lebih ramah pada jaehyun.
"aku... aku membawakan bekal untukmu... tidak ada susu... aku sudah ingat jika kau tidak boleh minum susu", jaehyun menyodorkan kotak bekal yang biasa jaemin bawa kesekolah. Jaemin menatap kotak bekal itu sebentar lalu beralih kearah jaehyun yang masih menatapnya penuh harap.
"hyung seharusnya tidak perlu repot", kata jaemin akhirnya tapi dia tetap mengambil kotak bekal itu dari tangan jaehyun. Hanya dengan satu kalimat dan satu tindakan kecil itu, jaehyun tidak bisa menyembunyikan betapa bahagianya dia. Dengan ragu, jaehyun maju satu langkah dan mencakup wajah adiknya hati-hati.
"gomawo...jaemin-ah... ani.... adikku", jaehyun tak kuasa menahan air matanya. Jaehyun menarik tubuh adiknya dan memeluknya begitu erat, betapa bahagianya dia akhirnya bisa mengatakan pada jaemin jika jaemin adalah adiknya, memeluknya sebagai seorang kakak bahkan meski jaemin masih tidak mau membalas pelukkannya.
"aku sungguh minta maaf... atas segalanya.. aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi.. aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi... terima kasih... terima kasih untuk tidak membenciku...terima kasih", jaehyun mencium dahi jaemin berkali-kali dan jujur saja jaemin merasa bahagia diperlakukan seperti itu tapi masih ada yang menganjal dihatinya. Seolah apa yang dia hadapi ini hanyalah sebuah mimpi atau bahkan lelucon yang sama sekali tidak nyata.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...