War

3.2K 387 27
                                    

***
Penderitaan jaemin akhirnya benar-benar dimulai lagi. Mark dan teman-temannya kembali menganggu jaemin disaat jam pulang sekolah. Mungkin mark tak ingin ada yang tahu dan jaemin juga sedikit bersyukur karena dia juga tak ingin jeno dan hina tahu jika mark mulai menganggunya lagi.

Tapi disisi lain bukan hanya jaemin yang dibully, tanpa sepengetahuan mark, herin dan teman-temannya menganggu ko eun. Mengalihkan perhatian mark benar-benar memudahkan herin untuk menganggu ko eun.

Byurrr…

Ko eun menganga tak percaya jika seluruh seragamnya sudah basah akibat ulah herin dan teman-temannya.

“Apa yang kalian lakukan??”, teriak ko eun kesal.

“apa??... hahaha… kami sedang bermain… kau tak tahu??.. sudah lama sekali aku ingin bermain denganmu… sayangnya mark selalu bersamamu”, tawa herin dan teman-temannya.

“kau ingin mengatakan padaku jika kau bermain-main karena mark punya waktu untukku??”, tanya ko eun kesal.

“ani… aku bermain denganmu karena kau adalah mainan mark!”,

Akgghhh, herin dengan kasarnya menjambak rambut ko eun, tapi ko eun bukanlah gadis lemah seperti yang herin dan teman-temannya pikirkan.

“kau berurusan dengan orang yang salah, herin”,

Akghhh,  ko eun menjambak rambut herin juga hingga herin merintih kesakitan.

“sialan kau!... berani sekali-“,

“kau pikir aku gadis lemah??... kau salah.. kita lihat sejauh apa kau bisa bertahan”,
Dan mereka mulai berkelahi dengan saling menjambak rambut, teman-teman herin berusaha membantu herin tapi ko eun tidak akan mengalah. Dia tidak akan membiarkan herin dan teman-temannya menang.

“Sunbaenim!”, hina tiba-tiba saja datang dan berusahaa membantu ko eun.

“Berani sekali kau ikut campur Gong Hina!!”, kesal herin sambil merapikan rambutnya yang benar-bemar kacau karena ulah ko eun.

“aku memang tidak punya hak tapi kalian sudah keterlaluan!!”, lawan hina.

“huh… liat dia… dia sok berani padahal dia hanya akan menangis dan memohon ampun..”, kesal lami. Ingin sekali dia menjambak rambut hina juga dan melampiaskan kebenciannya.

“Dengar ya!... aku tidak akan tinggal diam dengan semua kelakuan kalian!!... aku akan membuat kalian menyesal telah mengangguku…terutama kau!”, ko eun dengan berani menunjuk tepat diwajah herin. “jika kau berpikir mark akan marah karena kau mengangguku.. jawabannya tidak!.. dia tidak punya perasaan dan kami saling membenci…jika kau membenciku karena dekat dengan mark… kukatakan sekali lagi… aku juga tidak sudi mark mendekatiku!... jika kau ingin mark kembali.. ambil saja.. jauhkan dia dariku!!”, kesal ko eun lalu menarik hina bersamanya keluar dari toilet.

***

Hina membantu ko eun merapikan raambut dan juga mengeringkan seragamnya yang basah karena ulah herin dan kawan-kawannya.

“apa mereka sudah gila??.. bukankah kepala sekolah sudah bilang jika sampai ada yang ketahuan melakukan bullying lagi akan langsung dikeluarkan??”, gumam jeno keheranan.

“hah.. mereka tak peduli… terutama herin… dia punya kekuasaan… dia pasti akan berlindung dibalik nama ayahnya”, sinis ko eun.

“bukankah sunbae juga bisa menggunakan itu??”, tak banyak yang tahu jika ko eun juga dari kalangan berada dan jeno adalah salah satunya yang tahu.

“aku bukan anak manja seperti mereka”, ko eun menghela nafas kesal. Ingin sekali mengumpat pada mark tapi hubungannya dengan mark sudah merenggang.

“tapi… bolehkah aku bertanya sesuatu??”, hina dan jeno saling menatap lalu mengangguk bersamaan.

“Mark bukan anak kandung jung yoon ho… lalu siapa anak kandung jung yoon ho??... apakah…itu jaemin??”, hina dan jeno sekali lagi saling menatap. Mereka terkejut ko eun tahu tentang hal itu.

“dari mana sunbae tahu??”, tanya jeno balik.

“ibu mark datang menjemput mark dan mereka bertengkar… jadi… itu benar-benar jaemin??”, hina dan jeno terdiam. Mereka ragu untuk memberi tahu ko eun yang sebenarnya.

“beri tahu aku yang sebenarnya… ini tentang keselamatan jaemin!”, jeno dan hina sontak terkejut.

“apa maksud sunbae??”,

“Mark sudah kembali dengan sikap egois dan tidak mau kalahnya… sejak pertengkaran dengan ibunya dia kembali pulang dan menjauh dariku… dia selalu terluhat marah dan dia kembali bermain dengan teman-temannya yang dulu… satu hal yang aku tahu… mark dangat membenci jaemin… dia menatap jaemin penuh kebencian lagi… aku yakin dia akan menyakiti jaemin lagi”,

“Apa??”, hina dan jeno tiba-tiba teringat sikap aneh jaemin lagi. 3 hari yang lalu jaemin memakai masker dan mengatakan jika dia sedang flu. Jaemin selalu tidak mau pergi ke kafe bersama lagi atau bahkan  pulang bersama.

“solma??”, hina mendadak panik. Ini sudah jam pulang sekolah dan jaemin selalu menghilang setiap pulang sekolah.

“jaehyun hyung bilang jaemin mengganti password apartemennya lagi agar jaehyun tak bisa masuk. Jaemin pasti menghindari jaehyun hyung lagi”, kata jeno menyimpulkan.

“dia selalu bilang pergi menemui pamannya sepulang sekolah… dia pasti berbohong”, hina bangun dan mengambil tasnya dengan tergesa-gesa.

“kau mau kemana??”, tanya jeno tak kalah panik.

“mencari jaemin… kita harus membantunya… sampai kapan mark sunbae akan menyakiti jaemin??”, ko eun ikut berdiri dan mengambil tasnya juga.

“kita berpencar… mark tidak akan melakukannya disekolah.. dia pasti melakukannya diluar… kita cari bersama”, ajak ko eun dan mereka setuju.

“telfon jika kalian sudah menemukan jaemin dan mark!”, putus jeno. Mereka bertiga akhirnya berpencar untuk bisa menemukan mark dan jaemin.

***

Mark dan teman-temannya bermain sepak bola digang sempit didekat sekolah mereka. Sementara jaemin harus mengerjakan tugas sekolah mereka disana. Sedikit saja jaemin bersuara, sebuah bola sudah siap menghantam kepalanya atau bahkan mark sendiri yang akan memukul kepalanya. Jaemin bukannya takut atau lemah, dia hanya tak ingin memperpanjang masalah apalagi jika sampai jaehyun tahu.

“kau tahu mark.. nilai matematikaku 100 kemarin… wuah… jika seperti ini terus, aku akan jadi juara kelas mark”, seru lucas kegirangan.

“jinja?... aku juga… semua guru akan berpikir kita sudah menjadi anak baik sekarang”, timpal jung woo.

“nikmati saja… untuk apa punya pecundang jika tidak digunakan”, kata mark remeh sambil melempar sebuah kaleng minuman tepat dikepala jaemin.

“agkhhh”, jaemin hanya meringis kesakitan tanpa ada niat sedikitpun untuk membalas.

“dasar pecundang…. Seumur hidupmu pun kau akan berada dibawahku”, tegas mark. Jaemin menghela nafas pelan dan melanjutkan tugasnya membuatkan tugas sekolah mark dan teman-temannya.

“Na Jaemin!!”, jaemin, mark dan teman-temannya menoleh ketika hina datang dan kini berjalan ke arah jaemin.

“hina??”, jaemin hendak menghampiri hina tapi mark menghalangi jalannya.

“sunbae.. aku mohon… jangan libatkan hina… aku akan memintanya pergi”, pinta jaemin.

“untuk apa??... jika semuanya akan lebih menarik karena kehadirannya”, mark menyeringai sinis.

“apa yang kau lakukan pada jaemin, sunbae??”, bentak hina setelah sampai dihadapan mark.

“apa??.. ah… aku hanya sedang bermain dengannya”, jawab mark santai.

“jaemin kenapa kau selalu saja menuruti keinginan mark sunbae??.. kau berharap mark sunbae akan sadar??... tidak akan jaemin… kenapa kau tak pernah melawan… tidak punya hak merendahkkanmu seperti ini!”, mark dan teman-temannya tertawa meremehkan.

“ouh… lihatlah… dia sedang membela pacarnya”, ledek jung woo

“ironis sekali… bagaimana mungkin dia menyukai lelaki lemah seperti jaemin”, balas lucas dan mark hanya tertawa.

“tertawa saja… tapi kalian akan menyesalinya!”, hina mencoba meraih tangan jaemin tapi mark menangkisnya.

“tidak semudah itu gong hina!”, mark memberi isyarat kepada lucas dan jung woo. Lucas dengan cekatan menarik tubuh hina dan mengunci tangan hina dibelakang tubuhnya.

“lepaskan aku!.. apa yang kau lakukan??...lepaskan!!”, hina meronta dan berusaha melepaskan diri sementara jaemin juga tidak bisa membantu karena tangannya dikunci oleh jung woo.

“sunbae..  aku mohon… jangan libatkan hina!... lepaskan dia!... jika kau ingin aku tetap tutup mulut maka kau harus melepaskan hina!”, ancam jaemin. Tapi bukannya melepaskan hina, mark justru menghadiahkan pukulan diperut jaemin.

Bughhh..

“jaemin!!”,

“sekali lagi kau mengancamku… kau akan menyesalinya na jaemin!”, bisik mark.

“Kau sudah gila Sunbae!!... Jaemin tidak melakukan kesalahan apapun padamu!!... Bukan salah Jaemin jika dia terlahir sebagai anak kandung-“,

PLAKK, sebelum hina sempat mengatakan semua itu mark menampar wajahnya dan amarah mark benar-benar memuncak.

“Diam kau!.. Jangan pernah kau mengatakan hal itu dihadapanku!”,

“Mark!!”, Jaemin tak tahan, dia tidak bisa membiarkan mark menyakiti hina lebih jauh.

“Kau berteriak padaku??.. Kau berani memanggil namaku??”, Jung Woo melepaskan tangan jaemin dan membiarkan mark memberikan pukulan tepat diwajah jaemin hingga jaemin tersungkur.

“Jaemin!!” hina panik, dia harus menelfon jeno tapi bagaimana caranya. Hina hanya bisa berdoa agar jeno dan ko eun menemukan mereka.

“Aku sudah bilang jangan menyakiti hina sunbae!.. ohuk.. kau tidak pantas dihormati karena memukul sekorang gadis!”,
Bugghh.. Mark memberikan tendangan lagi ke tubuh jaemin tapi kini jaemin tidak tinggal diam, jaemin membalas setiap pukulan mark hingga mark kewalahan. Melihat hal itu jung woo  akhirnya membantu mark dan memberikan pukulan pada jaemin hingga jaemin tersungkur ditanah lagi.

“Hentikan!!.. Hentikan Mark!!... Kau akan menyesal jika sampai jaehyun oppa tahu!.. Jaehyun oppa akan membencimu!... kau akan kehilangan segalanya mark!!... Karena jaehyun oppa tak akan membiarkanmu selamat setelah menyakiti adik kandungnya!!”,

“Apa??”, Jung woo dan lucas terbelalak sementara mark benar-benar marah, dia diselimuti emosi dan amarah. Jaemin yang sudah babak belur berusaha sekuat tenaga untuk bangun, dia yakin mark akan menyakiti hina.

“Hyung!”, Jaemin sisa tenaganya jaemin berhasil memeluk kaki mark dan menahannya untuk mendekati hina.

“Sudah kubilang aku bukan kakakmu!... Jangan pernah memanggil aku Hyung!”, dengan sekali sentakan mark menendang tubuh jaemin hingga jaemin terkulai lemah di tanah.

“JAEMIN!!”,

“HINA!!”, jeno murka, setelah melihat jaemin tergeletak ditanah. Jeno berlari dan tanpa aba-aba dia menyerang mark.

Bughhh…. Jeno mencengkram kuat kerah baju mark yang sudah tersungkur ditanah.

“Berani sekali kau menyentuh jaemin dan hina!”, jeno ingin memukul mark lagi tapi jung woo menahan tangannya.

“Kau bukaan hanya berhadapan dengan mark anak kecil”, pada akhirnya jeno akhirnya berkelahi melawan mark, jung woo dan lucas sendirian.

“Jaemin-ah”, hina menangis dan buru-buru membantu jaemin untuk bangun.

“pulanglah… tolong… aku baik-baik saja”, pinta jaemin sambil membelai wajah hina, ada sedikit luka disudut bibir hina akibat tamparan mark.

“tidak… aku tidak mau….aku akan mengantarmu kerumah sakit”, tolak hina tapi jaemin menggeleng.

“aku harus membantu jeno… pulang ya??”, jaemin menepuk pelan pundak hina, dengan susah payah jaemin bangkit dan membantu jeno melawan mark, jung woo dan lucas.

“kau sudah gila??... jaehyun hyung akan membunuhku jika dia tahu aku membiarkanmu terluka”, bisik jeno selagi mereka sempat bicara disela perkelahian.

“dan aku mungkin akan mati menyesal jika membiarkanmu berkelahi sendirian”, balas jaemin santai sebelum berkelahi dengan lucas dan jung woo.

“Aku mohon berhentilah mark!... kau sudah kehilangan akal”, pinta jeno saat dia dan mark saling menahan diri untuk menyerang.

“siapa kau berani memerintahku!!”,

“bukan siapa-siapa… tapi aku hanya tidak ingin kau menyesal… Kau bisa saja hidup bahagia mark…jaemin juga adikmu sekarang… terlepas dari adik tiri sekalipun.. kau lupa jika jaehyun hyung menyayangimu seperti adik kandungnya??”

“tidak.. dia bukan adikku… dia hanya pengganggu yang merebut semuanya dariku!”, mark kembali menyerang jeno dan jeno sudah siap dengan serangan mark. Jaemin melihat hal itu dan perlahan dia menukar posisinya dengan jeno.

“Jaem-“,

“ini masalah kami”,  jeno belum sempat menghentikan jaemin karena lucas menyerangnya.

“kau pikir kau bisa mengalahkanku??”, tantang mark

“tidak… aku hanya berpikir bagaimana caranya menyadarkan kakakku”, mark emosi lagi. Dengan gerakan cepat mark mendorong tubuh jaemin hingga membentur tembok dan menekan dada jaemin begitu kuat.

“aku bukan kakakmu!.. aku bukan kakakmu!!.. jangan berpikir untuk menjadi keluargaku!!.. kau hanya orang asing jaemin.. kau orang asing!”, mark ingin meninju wajah jaemin lagi tapi jaemin berusaha menahannya sekuat tenaga.

“Jika saja aku bisa menolak… aku juga tidak berharap merebut apapun darimu… tapi kenyataan berkata lain….aku tidak akan merebut hartamu.. sudah diingat dan diakui saja sudah cukup bagiku.. jika kau memintaku untuk pergi… aku akan pergi… tapi… itu sama saja kau merebut kebahagiaan jaehyun hyung… tidak bisakah kau memikirkan jaehyun hyung sebelum bertindak?”, mark terdiam tapi dia tetap menyerang jaemin dan jaemin berhasil menghindar. Mereka sibuk berkelahi hingga akhirnya jung woo dan lucas berhasil dilumpuhkan oleh jeno.

Mark semakin tersudut apalagi jeno sekarang datang untuk membantu jaemin. Melihat ada sebuah kayu disampingnya mark mengambil itu dan mengarahkannya ke arah jaemin dan jeno.

“mark sebaiknyaa kita hentikan.. tidak ada gunanya kita bertengkar”, kata jeno berusaha menenangkan.

“tidak… aku tidak akan kalah dengan kalian… terutama kau jaemin!.. aku tidak akan kalah!”,

“aaaaaaa….”, tiba-tiba saja hina berteriak sehingga jaemin dan jeno menoleh. Rupanya jung woo berhasil bangun dan kini mencekik leher hina dengan siku lengannya.

“Hina!!”, jaemin dan jeno panik.

“Brengsek!”, tapi jeno lebih cepat melangkah dari pada jaemin. Jeno dengan cepat menyerang jung woo dan memberinya pelajaran.
Disaat jaemin sedang melihat jeno dan hina, mark memanfaatkan kesempatan itu.

“kau harus menyingkirkan jaemin sebelum dia menyingkirkanmu mark!... dia akan merebut segalanya darimu, kasih sayang, harta , kehormatan dan juga margamu!.. singkirkan dia mark!!”

Planggg…..

Dengan sekali ayunan, mark memukul tepat di belakang kepala jaemin dengan kayu yang sedari tadi dia pegang. Mark sudah diselimuti dengan isi, dengki dan keegoisan yang ditanamkan oleh ibunya dan herin.

“JAEMIN!!”, tubuh jaemin perlahan merosot diatas tanah. Jaemin bertimpuh dengan mata yang perlahan-lahan menutup. Jaemin tak pernah berpikir mark akan melakukan hal kejam seperti ini, jaemin selalu berharap mark akan berubah sedikit saja dan mereka akan menjadi teman baik atau bahkan saudara yang baik. Jaemin ingin menyayangi mark seperti jaehyun yang menyayangi mark tanpa peduli bahwa mereka tak memiliki hubungan darah sedikitpun.

Bukannya senang, mark justru ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat dan tanpa sadar mark menjatuhkan balok kayu tersebut. Mark seolah baru tersadar ketika melihat aliran darah di balok kayu yang dia gunakan untuk memukul jaemin.

“apa yang aku lakukan??”, mark meremas kuat rambutnya dan berpikir untuk menghilang saja dari dunia ini. Semua bayangan jaehyun akan membencinya mulai berputar dikepalanya. Semua orang akan menjauhinya dan membencinya. Mark tidak senang bahkan meski ibunya menyanjungnya mark tidak peduli.

Sebelum tubuh jaemin terjatuh di atas tanah, jeno dengan cepat menangkap tubuhnya. Kepala jaemin terjatuh tepat di pundak jeno. Dengan sisa kesadarannya, jaemin masih bisa melihat hina berlari menghampirinya dan menangis. Jaemin ingin bicara, ingin mengatakan pada hina jangan menangis, tapi kemudian fokusnya teralihkan. Ada seorang anak kecil yang datang bersama dengan kakak laki-lakinya.

hyung.. jaehyun hyung!... “

“jaemin… dia kakak kandung mu… Jung Jaehyun… Jaemin… Namaku Jung Jaemin!”,

Seluruh air mata jaemin tumpah begitu saja bersamaan dengan kesadarannya yang menghilang.

“Jaemin??... jaemin-ah”, dengan tangan bergetar jeno menyentuh tubuh jaemin. Aliran darah mulai mengucur dari kepala belakang jaemin.

“Jaemin??... andwe!... jaemin-ah!!”, dengan amarah yang memuncak dikepalanya, jeno perlahan memberikan tubuh jaemin kepada hina. Hina menangis dan berusaha menghentikan pendarahan dikepala jaemin dengan jaketnya.

“Jaemin!... kumohon bangunlah… jangan menutup matamu!... Jaemin!”, pinta hina sambil sesekali menepuk wajah jaemin.

“Kau sudah keterlaluan mark!!”, jeno sudah tidak peduli dengan hukum ataupun peraturan yang harus dia langgar. Mark sudah kelewatan dan jeno todak bisa memaafkannya. Tanpa perlawanan sedikutpun, jeno menghujani mark dengan pukulan membabi buta.

“JENO!!... HENTIKAN!!”, ko eun datang tepat pada waktunya. Dia melihat lucas dan jung woo terkapar ditanah. Sementara hina yang masih menangis memangku jaemin yang tak sadarkan diri.

“119!”, Ko eun bergegas memanggil ambulance dan jujur saja ko eun juga panik. Jaemin mengeluarkan terlalu banyak darah hingga jaket hina sudah berubah menjadi warna merah setengahnya.

“Kau seharusnya menyelamatkan jaemin dulu jeno!... apa yang kau pikirkan!!”, kesal ko eun lalu menarik jeno agar menjauh dari mark. Jeno tidak membalas, dia terlaalu kalut untul membalas omelan ko eun.

“Jaemin… hik..hiks… maafkan aku… jangan tinggalkan aku… jaem…”, jeno menangis sesegukan dan mengenggam erat tangan jaemin. Sementara hina tak sanggup untuk bicara lagi, air matanya terus mengalir dalam diam hingga membasahi wajah jaemin juga.

“mark”, mark menundukkan kepalanya saat ko eun menyentuh tangannya yang bergetar.

“aku…. Maaf… aku… aku tidak sengaja… ani… mom menyuruhku menyingkirkannya…hah!... jaehyun hyung akan membenciku… dia akan meninggalkanku…. Hiks..hiks..hikks..”, sejujurnya ko eun kecewa tapi melihat mark sendiri shock dengan perbuatannya membuat ko eun tak tega untuk marah.

“tidak…mereka akan memaafkanmu… aku bersamamu”, ko eun memeluk tubuh bergetar mark dan membiarkan mark menangis menumpahkan penyesalan dan ketakutannya.
***

####

Ini entahlah..

Konfliknya terlalu cepet kayaknya... wkwkkwk..

Author agak kesulitan kalau penggambaran perkelahian... tapi ya semoga masih bisa dibayangkan ya... 🤣🤣🤣🤣

Everything For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang