***
Yoon ho dan Jaehyun menunggu dengan cemas di ruang tamu. Mereka bukannya takut mark dan ji sung terluka tapi mereka takut dengan reaksi mark ketika tahu jika orang yang membawanya pulang adalah ayah kandungnya.“Ayah!!.. Jaehyun Hyung!!!”, Ji sung berlari kegiranganbegitu pintu masuk rumah dibuka.
“Ji sung!”, yoon ho membuka lebar-lebar tangannya menyambut kepulangan putra kecilnya.
Bughh…
Ji sung memeluk ayahnya begitu bersemangat, dia tidak suka tinggal dengan ibunya jadi dia sangat senang bertemu dengan ayahnya lagi.
“Katakan pada ayah… apa kau baik-baik saja??”, tanya yoon ho sambil mencakup wajah putranya. Yoon ho sedikit membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan ji sung.
“hmm… aku baik-baik saja… omma hanya mengurungku dan memarahiku kalau aku menangis”, adu ji sung dengan wajah lucu.
“syukurlah… dimana kakakmu??”, tanya yoon ho, kenapa hanya ji sung yang datang?, dimana mark??
“paman itu menyuruhku masuk duluan… padahal aku takut… ini kan bukan rumah kita.. aku pikir mereka menculik kami”, adu ji sung lagi. Yoon ho yakin, mungkin hae won mengajak mark bicara.
“apa mark akan baik-baik saja ayah??”, tanya jaehyun khawatir.
“berdoa saja dia belum tahu yang sebenarnya”, yoon ho berharap mark belum tahu asal-usul kelahirannya, itu tidak akan baik untuk mentalnya.
“hyung…hyung… aku merindukanmu”, kata ji sung sambil menarik-narik ujung baju jaehyun. Jaehyun tersenyum lalu mengangkat tubuh ji sung.
“aku juga ji sung… kau tidak mau mencium hyungmu??”, ji sung memeluk kakaknya erat lalu mencium pipinya.
“apa kita akan tinggal disini hyung??... apa kita tak akan pulang??”, tanya ji sung polos.
“mulai sekarang.. kita akan tinggal disini… ini adalah rumah kita”,
“jinja??... apa omma juga??”,
“tidak… hanya ayah, hyung, mark, jaemin, dan ji sung”,
“jaemin hyung??... jaemin hyung tinggal dengan kita??”, pekik ji sung tak percaya.
“iya… “, jaehyun mengajak ji sung duduk di sofa, memberikan tatapan lembutnya. “ji sung-ah… Jaemin itu adalah kakakmu… dia juga putra ayah… jadi ji sung harus menyayangi jaemin hyung seperti menyayangi hyung dan mark hyung… ya??”, kata jaehyun menjelaskan.
“jinja??... uwah… aku akan bermain dengan jaemin hyung setiap hari… horee…”, pekik ji sung kegirangan.
“jaehyun-ah… sebaiknya kau mengajak ji sung ke kamarnya… dia pasti lelah”, saran yoon ho.
“ne”, jaehyun akhirnya mengajak ji sung naik ke lantai atas tepatnya ke kamarnya. Di lantai 2 ada 4 kamar dan itu adalah kamar jaehyun, mark, jaemin dan ji sung. Sementara di bawah ada kamar utama milik ayahnya dan juga 1 kamar tamu yang kosong.
Tak lama setelah jaehyun dan ji sung naik, mark akhirnya muncul. Langkahnya terkesan begitu berat, wajahnya basah dan tatapannya kosong entah kemana.
“Mark”, yoon ho bergegas mendekati mark, dia yakin jika mark pasti sudah tahu yang sebenarnya.
“Mark… gwaenchana??”, tanya yoon ho sekali lagi tapi mark hanya mengangguk pelan dan berjalan melewati yoon ho. Dia naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Yoon ho mendesah pelan, mark pasti perlu waktu untuk menerima semuanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...