I Want To Know

3.4K 360 38
                                    

Jaehyun hanya diam saat seul gi, guru private ji sung member tahunya jika ji sung menangis dan ingin pulang. Dia dikurung dikamarnya berhari-hari oleh oleh soo yeon.

"Kita harus menjemput ji sung", kata jaehyun akhirnya

"Jangan dulu... Aku dan soo yeon ada dalam proses perceraian... ji sung masih dibawah umur maka jika kita mengambil paksa ji sung, soo yeon bisa mengajukan keberatan... seorang anak dibawah umur memang seharusnya bersama ibunya", jelas yoon ho.

"Lalu apa yang akan kita lakukan ayah?", Yoon Ho berpikir sebentar.

"Kita akan bertemu pamanmu besok, mungkin setelah persidangan", jaehyun hanya bisa menurut. Dia tidak boleh bertindak gegabah seperti dulu lagi. Ayahnya sudah pasti akan melakukan yang terbaik.

-

Jaehyun tersenyum kecil ketika langkah kakinya memasuki kafe tempat jaemin bekerja, dia ingin bertemu dengan chaeyeon. Saat dirumah sakit, jaemin memohon pada jaehyun agar dia bisa tetap bekerja di tempat chaeyeon. Sebenarnya jaehyun tidak setuju karena jaemin bisa mengikuti les dari pada bekerja tapi jaemin memang keras kepala. Dia bilang dia sudah terbiasa hidup mandiri jadi dia tidak ingin besar kepala hanya karena ayahnya adalah orang kaya.

"Kau terlihat bahagia Jung Jaehyun...Kudengar jaemin sudah mengingat masa lalunya", goda chaeyeon sambil memberikan Americano untuk jaehyun.

"Bagaimana kau bisa tahu?... tidak banyak yang tahu tentang keluargaku-"

"Kau lupa sepupuku juga temanmu?", jaehyun terdiam lalu tertawa. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan mingyu, mingyu seorang dokter dan dia bekerja dirumah sakit tempat mark dirawat. Dia pasti mendengar semua cerita itu dari taeyeong yang merupakan dokter mark.

"Aku pasti sudah gila... aku melupakan temanku sendiri", jaehyun tertawa lagi dan chaeyeon ikut tertawa. Chaeyeon tidak menyangka jaehyun memiliki senyuman dan tawa yang begitu manis dan menarik. Selama ini dia berpikir jaehyun orang yang tertutup dan terlalu banyak punya beban dipikirannya hingga senyuman dan tawanya terlihat tidak lepas.

"Kau pasti sangat bahagia", jaehyun mengangguk dan tersenyum semakin lebar.

"Dia kebahagiaanku..ani.. dia kebahagiaanku dan ayah... dia melalui hidup yang berat karena kebodohan kami.... Aku bersyukur bahwa aku dapat berkumpul kembali dengan adik dan ayahku... meskipun ibu sudah tidak ada disini.... Setidaknya kami tahu apa yang terjadi dulu dan kami tidak boleh menyesalinya lagi", Chaeyeon mengangguk menyetujui.

"Lalu... ada urusan apa kau datang kemari?"

"Aku ingin minta tolong sekali lagi",

"Apa itu?",

"Biarkan jaemin tetap bekerja disini ya?... dia susah sekali dibujuk... dia tidak mau mendengarkanku", kata jaehyun sedikit kesal. Chaeyeon tertawa kecil, jaehyun terlihat menggemaskan dimatanya.

"Dia bisa kembali bekerja kapan saja... aku tidak masalah... dia anak yang rajin",

"terima kasih... aku berhutang banyak padamu",

"bukan masalah... asal kau tidak menolak permintaanku", jaehyun menyerjitkan alisnya bingung.

"Aku pasti akan berusaha mengabulkannya... asalkan bukan yang aneh-aneh", raut wajah chayeon berubah menjadi serius. Dia juga tak yakin ini akan berhasil, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

"Maukah kau menemui Tiffany onni?", Jaehyun terdiam, raut wajahnya yang ceria berubah menjadi raut wajah penuh beban. "Maaf jika aku ikut campur... 2 hari yang lalu aku menjenguk onni... dia berkata kalian sudah putus...meskipun aku tidak tahu apa alasan kalian putus... tapi... tidak bisakah kau menjenguk onni sekali saja?... dia terlihat kacau... kemarin malam, onni memaksa keluar dari rumah sakit.. kudengar onni tinggal dibutiknya sekarang", jaehyun memalingkan tatapannya. Dia juga khawatir, bagaimanapun tiffany adalah gadis yang dia cintai....tapi... ada sebuah tembok penghalang diantara mereka dan itu adalah ayah tiffany.

Everything For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang