***
Entah untuk kesekian kalinya mark harus menghela nafasnya, tatapannya menerang entah kemana. Matanya mungkin tertuju pada estalase kamar kecil itu tapi dia tak benar-benar melihatnya. Mark hanya ditemani dengan detakan jam dinding yang bernyanyi dengan iramanya sendiri. Sesekali ada air mata yang membasahi wajahnya yang sudah tidak mulus lagi. Mark terluka, bukan hanya tubuhnya tapi hatinya terluka hingga rasanya perih dan tak tertahankan.“Aku tidak pernah menyayangimu… aku membencimu… jika waktu bisa diputar, maka aku akan memilih tidak melahirkanmu… sekarang ayahmu itu ada disini.. kita lihat apa dia akan menyelamatkanmu setelah dia membiarkanmu hadir didunia ini tapi tidak menanggung kehidupanmu… aku akan menyiksamu seperti dia menyiksa hidupku!”,
Mark memejamkan matanya lagi dan menangis dalam kesunyian. Kenapa dia harus dilahirkan jika memang dia hanyalah anak yang tidak diharapkan??, jika mark juga bisa memilih dulu, dia tidak akan mau dilahirkan. Dia tidak mau menjadi anak yang tidak diinginkan seperti ini. Meskipun mark sudah 17 tahun tapi mark juga masih perlu kasih sayang kedua orang tuanya, bukan kebencian seperti ini.
Mark menerima kata-kata kebencian dari ibunya sendiri, bahkan ibunya tega menamparnya hanya karena mark mengatakan ayahnya jauh lebih baik dari ibunya. Bukan hanya itu, soo yeon hanya diam saja saat ayah tiffany datang dengan beberapa anak buahnya untuk menyiksa mark. Wajah mark lebam dan kini kedua tangannya diikat kebelakang kursi.
“Masuk!”, Mark menoleh dan betapa terkejutnya dia ketika melihat jaemin lah yang masuk bersama dengan 2 orang anak buah ayah tiffany.
“Hyung!”,
“Jaemin-ah!… apa yang terjadi?”, mark khawatir, jika jaemin ada disini apa yang terjadi pada jaehyun?… dan wajah jaemin terlihat sangat pucat dan ketakutan. Jaemin berlari ke arah mark dan memeluknya dengan erat.
“Mereka menculikmu juga?… bagaimana bisa?”, mark bisa merasakan tubuh jaemin bergetar dan sepertinya jaemin menahan begitu besar ketakutan dalam dirinya.
“Kalian harus membebaskan mark hyung sekarang!”, kata jaemin tegas namun masih terdengar bergetar.
“mwo?… kau pikir kami bodoh?… kau saja yang bodoh mau menyerahkan dirimu cuma-cuma”,
“Apa?… Jaemin-ah!”, pekik mark tak percaya tapi jaemin sudah berusaha melepaskan ikatan mark dan kedua laki-laki itu menghalanginya.
“Jangan sakiti jaemin!”,
“Lepaskan Mark Hyung!”, teriak jaemin sambil meronta
Bughh,
Tubuh Jaemin tersungkur ke lantai karena dorongan kedua laki-laki itu.
“Jaemin!… jangan sakiti jaemin!…”, teriak mark berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa, ikatan talinya terlalu kuat.
“Dasar Bodoh!… Kau menyerahkan diri sama saja kau siap mati!”, kesal salah satu laki-laki yang kini mengambil tubuh jaemin dan mengikatnya bersama dengan mark, dengan tubuh mereka yang saling membelakangi.
“Sudah malam, Sebaiknya kalian tidur bocah-bocah!”, kedua laki-laki itu tertawa mengejek lalu menutup pintu kamar itu dan tentu saja menguncinya agar mark dan jaemin tidak bisa keluar.
“Kupikir kau murid terpintar disekolah, tapi ternyata kau bodoh… kenapa kau justru menyerahkan dirimu?… apa kau tak memikirkan ayahmu dan jaehyun hyung?”, gerutu mark.
“Mereka sudah tahu lokasi kita, mereka akan mencari kita”, jawab jaemin lemah.
“Apa maksudmu?”,
“Aku kesini agar tahu dimana mereka menyekapmu”,
“Kau tak percaya pada ayahku?”,
“Bukan….aku…. aku hanya berharap aku bisa membantu meski hanya satu hal kecil… dan… dan aku tidak ingin hyung kesepian disini”, mark terdiam. Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Bahkan disaat dia dulu selalu bersikap jahat pada jaemin, jaemin masih memperlakukannya dengan baik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...