“duduk sayang... kau pasti lelah setelah belajar seharian”, mark mengikuti perintah ibunya dengan patuh tapi dia heran kenapa ibunya bersikap begitu ramah. Biasanya ibunya tidak terlalu peduli dengan kedua anaknya.
“makanlah”, mark menatap ibunya bingung.
“apa ada yang ingin mom bicarakan??... biasanya mom tak menyapaku saat makan”, mark diajarkan oleh ibunya untuk memanggil dirinya dengan mom. Menurutnya itu terdengar lebih elengan dibanding memanggilnya dengan omma.
“aku hanya ingin bicara dengan putraku... kau keberatan??”, mark menggeleng pelan.
“anio... aku akan makan mom”, mark akhirnya mulai makan dengan tenang. Ibunya juga makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan lagi diantara mereka.
“tentang sekolahmu-“, mark membersihkaan bibirnya dengan tisu lalu menatap ibunya waspada. Sepertinya apa yang mark takutkan akan terjadi. “aku sudah mendengar apa yang kau lakukan pada adik kelasmu itu”, mark menelan ludahnya dengan susah payah, apa ini??, apa dia akan mendapat hukuman.
“aku minta maaf mom... apa mom akan memberikan hukuman padaku??”, tanya mark dengan wajah tertunduk
“ania... aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur....apa alasanmu membully adik kelasmu itu??”, mark menggigit bibir bawahnya sebentar, dia takut memberi tahu ibunya.
“aku tidak akan menghukummu jika kau berkata jujur”, mark terdiam sebentar.
“itu... aku hanya kesal... aku adalah atlet bulu tangkis terbaik disekolah tapi dia dengan seenaknya menggantikanku mewakili sekolah dan mendapatkan medali emas itu... aku tidak suka dikalahkan”, ungkap mark dengan wajah penuh kemarahan.
“bukankah itu 3 bulan yang lalu??.. lalu yang terjadi baru-baru ini??”,
“itu....mom... mom tak akan marah kan??”, tanya mark lagi. Mark benar-benar takut jika ibunya marah. Ibunya memang tak pernah marah pada kedua putranya hanya saja dia sangat menyeramkan saat marah.
“tidak sayang.... katakan padaku”,
“itu... aku punya gadis incaran... tapi dia mendekati gadis itu.... jadi... aku..aku marah”,
“jinja??.. hahhaha... kau melakukan itu karena seorang gadis??... hahhaha”, mark semakin heran. Ibunya bukannya marah, dia justru tertawa begitu keras mendengar jawaban mark.
“mom kenapa tertawa??”, tanya mark ragu.
“ani... aku tak menyangka anakku sudah besar... kau sudah tahu yang namanya cinta... jadi... katakan padaku siapa gadis itu??”,..
“dia putri tuan Gong Yu Jin”
“Gong Yu Jin??... istrinya Ji Eun ha, pemilik butik Bellezza itu??”, tanya ibu mark antusias.
“ne”, jawab mark ragu.
“jinja.. seleramu bagus juga mark... aku setuju jika kau mengincarnya”,
“mom tak marah padaku??”, tanya mark lagi.
“ani... aku memahamimu mark... aku juga tidak suka jika dikalahkan.. lagi pula itu memang seharusnya posisimu tapi dia merebutnya begitu saja... itu menginjak harga dirimu sayang... dengarkan mom... kau tidak salah... kau hanya menjaga harga dirimu dan kau melindungi apa yang seharusnya menjadi milikmu... jadi jangan mengalah hanya karena semua orang menyalahkanmu... aku mendukungmu mark”,
“jinja mom???... mom sungguh tak marah”, mark mendapat jawaban berupa anggukan. Mark tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, ternyata ibunya mendukung apa yang mark lakukan dan mark merasa mendapatkan kekuatan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...