Mark mendengus kesal setelah pamannya jung siwan tiba-tiba datang kerumahnya. Pamannya mengomeli mark karena membuat masalah di sekolah. Meskipun ibu mark membelanya tapi paman mark adalah pemilik sekolah jadi ibu mark tak bisa berbuat banyak. Mark bahkan tidak diperbolehkan ke sekolah selama 3 hari oleh pamannya, menyebalkan sekali.
“hyung… hyung tak pergi ke sekolah??”, tanya ji sung yang sudah selesai memakai seragamnya dan pergi kesekolah.
“tidak… paman memberiku libur selama 3 hari”, jawab mark malas.
“jinja??... hua… menyenangkan sekali… aku juga ingin libur… aku ingin bertemu jaehyun hyung”, girang ji sung.
“ah.. ide bagus… sepertinya aku bisa mengunjungi jaehyun hyung dirumah sakit…tapi”, mark mengerang kesal lagi. Jaehyun pasti akan bertanya kenapa dia tidak masuk sekolah.
“tapi… kau dititipkan di apartement teman jaehyun hyung kan waktu ini??... dia seorang wanita??”, ji sung menggeleng pelan.
“ani… dia laki-laki dan dia lebih kecil dari hyung… hyung tahu dia sangat baik dan manis.. dia sangat pintar dan lembut denganku.. jaehyun hyung sepertinya sangat menyayanginya.. mereka terlihat seperti kakak adik ketika berbicara”, mark mengerutkan keningnya. Dia tak suka jika ji sung memuji orang lain bahkan mengatakan jaehyun dekat dengan orang lain. Mark mungkin sedikit menjaga jarak dengan jaehyun karena dia ingin di anggap dewasa tapi dia tetap seorang adik yang ingin perhatian kakaknya.
“kita adiknya.. aku tidak suka kau bicara seperti itu… memang sebaik apa dia??”, tanya mark kesal.
“oho… mark hyung bisa cemburu juga ya??... hahaha… jaehyun hyung pasti akan mencubit kedua pipimu jika tahu”, ledek ji sung.
“kemanhae!!... katakan saja padaku siapa teman jaehyun hyung itu!”, kesal mark sambil melemparkan satu bantalnya tapi ji sung berhasil menangkapnya dengan baik.
“Nama nya manis seperti orangnya… Na Jaemin.. namanya jaemin hyung”,
“APA??”, Mark seperti tersambar petir. Bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi??, kakaknya mengenal jaemin bahkan berteman baik??.. apakah jaehyun sudah tahu tentang kelakuan mark di sekolah??... apakah jaemin sengaja mendekati kakaknya untuk mengadu??.. ah sial… mark bersumpah akan menghancurkan jaemin jika sampai jaehyun tahu semuanya.
***
Pagi ini ada berbeda bagi jaehyun, disaat matahari belum benar-benar muncul jaehyun sudah terganggu dengan suara-suara ribut didapurnya. Jaehyun yang masih mengantuk, dengan malas mendudukan dirinya dengan mata setengah tertutup.
“hah… siapa yang membuat onar pagi-pagi begini?”, erang jaehyun malas. Dengan langkah gontai jaehyun akhirnya bangun dan keluar dari kamarnya.
“Tuan Kim… Kau kah itu?” Tanya jaehyun dengan mata terpejamnya.
“Hyung sudah bangun?”, Jaehyun terlonjak, matanya langsung melebar setelah melihat siapa yang ada diapartementnya.
“Jaemin?.... bagaimana kau bisa masuk?”, jaehyun mengusap wajahnya kasar dan membenahi rambutnya yang acak-acakan.
“Hyung menulis password apartementmu di buku… tapi sangat menankjubkan… itu tanggal lahirku hyung… kebetulan sekali”, jaehyun menelan ludahnya dengan susah payah. Dia sebenarnya ingin menggantinya dulu sebelum memberi tahu jaemin.
“ah… aku belum menggantinya sejak pertama kali membeli apartement ini”, elak jaehyun dengan senyuman kaku.
“jinja?...ah… maja…. Itu… saat hyung menolongku disini… aku belum memberi tahumu passwordku, tapi kenapa hyung bisa masuk kedalam?”, Jaehyun terdiam. Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan jaemin, jika kenyataannya dia sendiri yang membuat password itu.
“itu… tentu saja aku bertanya pada ayah hina”, jawab jaehyun spontan dan jemin langsung ber-oh ria.
“Hyung karena kemarin hyung memberiku bekal… hari ini aku buatkan sarapan… tapi.. kenapa dapur hyung berantakan sekali?... aku sudah membersihkannya”,
“kau membersihkannya dengan memakai seragam?... astaga… bagaimana jika seragammu kotor”, pekik jaehyun.
“Gwaenchana hyung… aku akan berangkat ke sekolah sekarang… semoga hyung menyukai masakanku-“, sebelum jaemin pergi jaehyun menahan jaemin dengan menarik tasnya.
“biar aku lihat isi tasmu”
“ne?”, sebelum jaemin bisa menolak jaehyun sudah membuka tas jaemin dan mengeluarkan kotak bekal jaemin.
“kau sudah sarapan apa belum?”, Tanya jaehyun sambil menambahkan lebih banyak nasi dan lauk pauk didalam kotak bekal jaemin.
“aku bisa makan di sekolah hyung…aku tidak akan bisa menghabiskan semuanya hyung… hyung”, jaehyun berhenti mengisi kotak bekal jaemin lalu menutupnya dan memasukkannya ke dalam tas jaemin lagi. Jaehyun ingin marah pada jaemin karena dia tak pernah memikirkan kesehatannya tapi jaehyun tak bisa melakukan itu, jaemin adiknya sementara dia tak tahu tentang kenyataan itu jadi jaehyun tak bisa menunjukkan haknya untuk marah.
“Tunggu sebentar”, jaehyun membuka kulkas lalu mengambil sekotak susu, satu sandwich dan sebotol air mineral.
“makan ini dijalan… seorang siswa seharusnya sarapan… itu akan membantu konsentrasimu belajar… kau calon dokter seharusnya tahu betapa pentingnya sarapan”, omel jaehyun memberikan sekotak susu dan sandwich ke tangan jaemin lalu memasukkan air mineral ke dalam tas jaemin.
“Hyung kau mengomel seperti ibuku dulu”, Jaehyun terdiam sebentar. Jaehyun senang jika jaemin berpikir jika dia seperti ibu mereka.
“Mulai sekarang… maukah kau menganggap aku seperti kakakmu sendiri?... jangan sungkan lagi padaku… aku tidak suka itu… aku orang yang terbuka dan suka berteman dengan siapapun…. dan… bisakah kau tidak berpikir tentang hutangmu padaku… aku tulus membantumu dan aku tidak mau imbalan… karena kau-“
‘karena kau adalah adik kandungku’
“kau sudah seperti adikku sendiri”, jaemin terdiam, dia tak mengerti kenapa hatinya terluka melihat tatapan jaehyun. Tatapan yang begitu dalam dan penuh luka, tatapan yang memendam sejuta rindu dan rasa bersalah.
“Hyung aku berterima kasih untuk semuanya… tapi… tak semudah itu…. Kau hanya orang asing untukku dan aku tak bisa menerima kebaikanmu begitu saja”, jaehyun merasa sakit, sampai kapan jaehyun harus menahan dirinya untuk memberi tahu jaemin semuanya?, Jaehyun ingin jaemin tahu semuanya.
“iya… aku mengerti…. Aku hanya orang asing untukmu… berangkatlah… hati-hati dijalan”, jaehyun tersenyum kecil lalu masuk kedalam kamarnya meninggalkan jaemin dalam kebingungan. Dia merasa bersalah dan ada yang sakit didadanya. Jaemin akhirnya keluar dari apartement jaehyun dengan langkah berat.
***
Jaehyun menatap dirinya dipantulan cermin, matanya sedikit merah karena menangis selepas jaemin pergi dari apartementnya. Rasanya sakit saat adik kandungmu tak mengingat sedikitpun memori tentangmu dan dia hanya menganggapmu seperti orang asing. Tapi jaehyun tak boleh berhenti melindungi dan menjaga jaemin hanya karena jaemin tidak mengingat dirinya atau hanya menganggapnya orang asing. Jaehyun akan tetap berusaha mengembalikan ingatan jaemin dan membawanya kembali pulang.
“Lee Jeno?”, Jaehyun menutup pintu apartemennya sedikit bingung karena jeno sedang berdiri didepan apartement jaemin.
“Kau mencari jaemin?... jaemin sudah berangkat sejak tadi”, jaehyun baru sadar, kenapa jaemin berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali?... dia bahkan tak sarapan sebelum ke sekolah.
“sudah berangkat?... mwo ya?... kenapa dia ke sekolah pagi sekali?”, gumam jeno heran. Jeno hanya mengangguk pelan lalu membungkuk sebelum pergi. Jaehyun mengkerutkan alisnya bingung, kenapa sepertinya jeno tak menyukainya?... dia tak memperkenalkan diri ataupun tersenyum pada jaehyun sejak pertama mereka bertemu.
“Jakaman!”, jaehyun ingat, dia belum tahu siapa nama anak-anak yang membully jaemin di sekolah. Tadi malam jaehyun bertanya pada jaemin tapi jaemin bilang jaehyun tak perlu tahu dan semuanya sudah berlalu. “kau… kau sahabat dekat jaemin kan?”, jeno menyerjit tidak senang. Dia tidak suka pertanyaan jaehyun.
“Untuk apa anda bertanya seperti itu?... anda bisa menyimpulkannya sendiri”, jaehyun benar. Jeno pasti tidak menyukainya terlihat sekali dari caranya bicara dan tatapan matanya.
“Maaf.. aku hanya ingin tahu siapa yang membully jaemin disekolah,.. jaemin tidak mau membahas hal itu jadi aku piker akan lebih baik bertanya pada teman baiknya… aku belum bertemu dengan hina jadi aku tak bisa bertanya padanya”, jeno tertawa pelan. Apakah ini sebuah lelucon?, apa dia sedang bersandiwara untuk menunjukkan dia peduli pada anak yang dibully oleh adiknya sendiri?
“Kenapa kau tertawa?”, Tanya jaehyun heran
“Anda sedang bercanda?... aku tidak tahu apa tujuan anda mendekati jaemin tapi tidakkah anda terlalu munafik?.... Jika anda sangat mencintai adik anda itu, seharusnya anda tahu siapa yang membully jaemin selama ini… ah… atau anda sebenarnya sudah tahu tapi anda berpura-pura tidak tahu… mendekati jaemin dengan membantunya karena rasa bersalah atau anda dan adik anda itu merencanakan sesuatu yang buruk pada jaemin?”
“Apa maksudmu?... adikku?... siapa-“, Jaehyun terdiam. Mark, Mark satu sekolah dengan jaemin. Jaehyun menggeleng pelan, tidak mungkin adiknya melakukan hal seperti itu.
“Mark Jung Adik anda kan?”, seperti tersambar petir. Jaehyun merasa sakit hati, ada kekecewaan yang begitu besar dihati jaehyun. Bagaimana mungkin mark berprilaku sekejam itu terlebih dia yang adalah adik tiri jaehyun melakukan hal itu pada adik kandungnya.
“kau berbohong kan??”, jeno yang tadinya menatap jaehyun tajam dan penuh kebencian justru terkejut dengan reaksi jaehyun. Ada buliran air mata terjatuh membasahi pipinya dan terlihat jelas jaehyun benar-benar terkejut dan ada kekecewaan.
“anda tidak tahu??... mark adalah orang yang membully jaemin selama ini..dia dan teman-temannya menghajar jaemin habis-habisan hanya karena jaemin tidak sengaja datang satu bis dengan hina… anda sungguh tak tahu??... bukankah anda sangat menyayangi adik anda itu??”, jaehyun memejamkan matanya sebentar, wajahnya basah dan tangannya tergepal kuat. Pamannya bahkan tak memberi tahunya tentang hal itu.
“kau membawa mobil??”, jeno terkesiap melihat perubahan wajah jaehyun, ada amarah yang memuncak dimata jaehyun.
“n..ne”, jeno jadi takut melihat tatapan membunuh jaehyun.
“ikut denganku!”, jeno ingin menolak tapi jaehyun sudah mendahuluinya dengan langkah tergesa-gesa.
“kenapa dia jadi menakutkan??.. salahkah aku karena memberitahunya?”, gumam jeno sedikit menyesal. Sepertinya akan ada perang bersaudara setelah ini dan itu karena ulah jeno.
***
Jeno menundukkan wajahnya saking malunya karena dia harus berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah panjang jaehyun. Jeno sungguh berharap jaehyun tidak membuat masalah sekalipun jaehyun adalah keponakan pemilik sekolah.
“dimana pamanku?!”, tanya jaehyun dengan nada tegas dan mengintimidasi saat masuk keruang kepala sekolah. Choi young do tak menyangka jika cucu pertama keluarga jung akan datang sepagi ini untuk menemuinya.
“dimana pamanku??”, tanya jaehyun lagi dengan penekanan.
“kenapa kau datang sepagi ini jaehyun??... apa ada yang terjadi?.. pamanmu tidak datang kesekolah.. apa ada yang ingin kau sampaikan?”, choi young do berbicara sedikit pelan dan hati-hati dia tidak takut jika saja kemarahan jaehyun akan berakibat fatal.
“telfon dia sekarang juga!!... jika pamanku tak mau datang katakan padanya aku benar-benar akan melaporkan sekolah ini!”, choi young do dan jeno terlonjak bukan main. Jeno masih tak mengerti bagaimana seorang keponakan bisa terlihat berkuasa dari pada pamannya. Padahal setahu jeno, keluarga jung tidak memiliki harta kekayaan yang tumpang tindih alias dari ketiga bersaudara Jung Yoon Ho, Jung Siwon dan Jung Siwan mereka memiliki kekayaan yang hampir sama tidak ada yang paling kaya atau berkuasa.
“baik.. aku akan menelfonnya jadi tenanglah dulu… jeno… kenapa kau disini??.. sebaiknya kau kekelasmu”,
“dia bersamaku.. dia tidak akan kemana-mana”, jeno sebenarnya ingin pergi tapi mendengar suara tegas jaehyun dia mengurungkan niatnya untuk pergi.
-
“aku sudah memberi tahumu jangan membuat masalah di sekolahku jaehyun!”, jeno terlonjak ketika pemilik sekolah, jung siwan masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Kini ruangan itu dipenuhi dengan aura panas dan jeno harus terjebak diantara orang-orang berkuasa.
“Kenapa paman tak pernah memberi tahuku??”, tanya jaehyun penuh penekanan dan matanya benar-benar merah karena amarah.
“apa maksudmu??”, tanya siwan tak mengerti.
“Mark!... Kenapa paman tak pernah memberi tahuku jika mark yang sudah membuat jaemin babak belur hingga aku tak sanggup untuk melihatnya seperti itu??... Kenapa paman tak memberi tahuku??!!”, jeno kembali menganga, sebenarnya apa yang sedang dia lihat ini??. Kenapa jaehyun justru menangis dan seolah membela jaemin bukannya membela mark. Apa mereka semua sedang bersandiwara didepan jeno??, tapi untuk apa?
“jaehyun… aku bisa jelaskan… jangan berteriak… aku mohon”, pinta siwan memelankan suaranya berharap jaehyun sedikit melunak.
“Apa ayahku tahu??”, satu hal itu yang harus jaehyun tahu.
“Jaehyun kita bicarakan dirumah baik-baik… jangan disini… ada jeno disini”, jaehyun mendelik.
“Jeno harus tahu... dia bersamaku”,
“apa yang kau pikirkan??... kenapa kau gegabah begini??.. tidakkah kau tahu jika hal ini mungkin akan membahayakan jaemin??”, jeno tak henti-hentinya terkejut. Prediksinya tentang hubungan jaemin dan keluarga jung memang ada yang tak beres.
“kenapa paman tiba-tiba peduli??... wae??.. bahkan setelah kematian ibuku kalian tak punya niat sedikitpun untuk mencari jaemin dan membawanya pulang”, jeno pusing. Apa yang barusan dia dengar??, membawa jaemin pulang??.. dan ibu jaehyun sudah meninggal??.. bukankah istri tuan jung masih hidup??
“Jaehyun tolong.. kau tak mengerti…ada hal yang belum kau ketahui dan kami tidak bisa memberi tahumu-“,
“jika kalian menyembunyikan itu dengan membiarkan jaemin hidup layak dan pantas aku tidak akan memberontak.. tapi kalian membiarkan adik kandungku hidup menderita dan bahkan paman membiarkan adikku diperlakukan tidak pantas oleh adik tiriku sendiri!!”, Jeno tersentak. Jaemin adik kandung jaehyun??, dan mark adik tirinya??... rahasia besar macam apa ini??.. dan apakah jaemin tahu tentang hal ini??
“Jung Jaehyun!!”, Jaehyun terdiam. Rasa sesak didadanya semakin menyiksa dirinya, rasa amarah dan kecewa menguasai dirinya dan membuat jaehyun lupa jika dia juga menyayangi mark.
“kau menyayangi mark seperti adik kandungmu sendiri kenapa kau berbicara seperti itu??... kau lupa jika dia masih remaja dan dia perlu pembimbing menuju jalan yang benar… inilah yang aku takutkan.. kau memang masih belum dewasa.. rasa cintamu pada jaemin membuatmu lupa bahwa mark juga adikmu… kau menyayanginya jaehyun… kumohon berpikirlah dengan tenang… sekalipun kau marah dan kecewa jangan sampai kau mengahancurkan hubungan baikmu dengan mark.. mark atau pun jaemin.. mereka tak tahu apapun tentang hubungan yang sebenarnya denganmu… kumohon jaehyun”, jaehyun mengatur nafasnya dan menyeka sisa air matanya. Kenapa semuanya harus serimut ini??, hubungan antara dirinya, mark dan jaemin.
***
“kau datang terlambat… tak biasanya jen??”, tanya jaemin saat jeno akhirnya masuk kekelas setelah terlambat selama 30 menit.
“aku tadi diruang guru.. ada sedikit urusan”, jaemin hanya mengangguk pertanda mengerti sebelum memperhatikan pelajarannya kembali. Jeno meremas ujung bukunya sebentar, ada perasaan ragu untuk sekedar menatap jaemin. Jeno masih tak percaya jika dia akan mengetahui rahasia besar kehidupan jaemin.
“jaemin-ah”, panggil jeno pelan.
“oo…”, jawab jaemin tanpa mengalihkan pandangannya dari papan tulis sementara tangannya sibuk mencatat.
“aku tadi mencarimu ke apartement tapi kau sudah berangkat duluan-“
“jinja??... ah.. maafkan aku… aku ada sedikit keperluan”, kata jaemin menyesal.
“kau orang yang tertutup dan susah menerima orang baru…tapi.. kenapa kau membiarkan jaehyun hyung keluar masuk apartementmu sesuka hatinya… kau bilang kalian belum lama saling mengenal”, tanya jeno hati-hati. Jaemin menghentikan gerakan tangannya sebentar lalu menaikan bahunya.
“entahlah…. Aku juga tak mengerti.. jaehyun hyung orang yang sangat baik dan pennyayang.. entah kenapa aku selalu nyaman bersamanya… dan kau tahu… aku bercerita banyak dengannya kemarin… aku seperti menemukan diriku yang manja saat bersamanya… betapa menyenangkannya kalau aku memiliki seorang kakak seperti jaehyun hyung…dulu omma selalu menangis jika aku mengatakan aku ingin sekali punya seorang kakak ataupun adik… bahkan sampai sekarang aku tak tahu kenapa omma menangis”, jeno menghela nafas. Jaemin masih mengingat jaehyun dihatinya, hatinya tak bisa berbohong.
“kenapa hyung membiarkan aku tahu semua rahasia ini??... ini rahasia keluarga kalian dan tak seharusnya aku tahu”,
“karena aku tak bisa menjaganya ketika dia ada disekolah”,
“apa karena hyung tahu mark yang membully jaemin??”,
“bahkan sebelum aku tahu aku memang ingin bicara denganmu… kau satu-satunya sahabat jaemin dan aku perlu seseorang untuk menjaganya”,
“lalu apa yang akan hyung lakukan setelah ini??”,
“aku ingin jaemin mulai mengingat semuanya perlahan-lahan… dan aku ingin mengubah karakter mark sebelum dia melangkah lebih jauh.. aku akan menjauhkan dirinya dari wanita monster itu”,
“sepertinya akan sulit hyung”,
“karena itu… aku mohon bantu aku… jagalah jaemin ketika aku tidak bersamanya…aku tidak ingin terjadi hal buruk lagi pada jaemin… maukah kau berjanji padaku??... berjanji untuk menjaganya??”, jeno mengangguk pelan.
“bahkan tanpa hyung minta.. aku akan melakukannya”,
“terima kasih”,
Jeno mengangguk pelan mengingat janjinya pada jaehyun. Ini semua untuk jaemin, dia akan menjaga jaemin selama jaehyun berjuang untuk menyelamatkan adiknya yang lain. Jeno tidak akan membiarkan jaemin disakiti lagi.
***####
Boleh kasih masukan atau kritikan ngak untuk ff ini???
Authornya kecepetan kah updatennya??...
Hehhe... author orangnya random banget kalau masalah nulis... kadang kalau ngak ada imajinasi bisa sampai 1 bulan ngak nulis... tapi kalau ada imajinasi bahkan saat istirahat kerja author pasti nulis...
Please kasi masukan ya...
Biar ada semangat dan ada imajinasi untuk cerita selanjutnya...
Thank you...😘😘😘😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...