Sorry

4.1K 439 25
                                    

Jaehyun memutuskan untuk pulang kerumahnya meskipun sebenarnya dia tak yakin dia bisa mengontrol emosinya ketika dia melihat wajah mark.

“ayah aku ingin bicara”, kata jaehyun pelan ketika masuk kedalam ruangan kerja ayahnya.

“kau bisa marah padaku jika kau mau”, jaehyun hanya diam. Tatapan matanya masih jatuh kelantai, tak ada niatan sedikit pun untuk menatap ayahnya.

“aku ingin mark pindah sekolah… aku tidak ingin mark bertemu dengan jaemin selama dia belum memperbaiki prilakunya” Jung Yoon Ho tak bisa berkomentar. Dia sudah siap dengan segala permintaan jaehyun ketika siwan memberi tahunya jika jaehyun sudah tahu tentang mark.

“Tapi aku tidak bisa begitu saja memindahkannya… aku akan bicara dulu denganya dan juga ibunya”,

“apa pentingnya memberi tahu wanita itu??... jika dia sendiri tidak bisa mendidik anaknya dengan benar!”, geram jaehyun.

“Jaehyun aku mohon… Kau sudah 21 tahun.. kau seharusnya bersikap dewasa kenapa kau kembali emosional seperti ini??”,

“karena ayah, paman siwan bahkan mark mengecewakanku… kalian menyakitiku… kalian menghancurkan segala harapanku untuk bertemu ibu dan adikku lagi dalam keadaan sehat dan bahagia… aku sudah bersabar selama 7 tahun.. tapi apa yang aku dapatkan??... ayah menghancurkan kebahagiaanku”, kata jaehyun dengan nada tegas dan tatapan tajam.

“aku minta maaf… untuk semua hal sulit yang kau dan jaemin lalui… aku juga menyesal dan berusaha semampuku untuk kalian tapi beri aku waktu jaehyun… dan tolong bantu aku… setidaknya jangan memberi tahu siapapun dulu tentang jaemin… aku tidak ingin kehilangan dia seperti aku kehilangan ibumu”, Untuk pertama kalinya setelah jaehyun tahu kematian ibunya, ayahnya menunjukkan kesedihan dan penyesalan dimatanya.

“apa yang ayah katakan??.. apakah jaemin dalam bahaya??”, yoon ho menghampiri jaehyun dan memeluknya pelan.

“Percayalah bahwa aku akan melindungi keluarga kita… aku, kau, jaemin, mark dan ji sung… jadi kumohon jangan melakukan apapun”, jaehyun tak mengerti. Ada sesuatu yang terjadi dibelakang jaehyun dan jaehyun tahu itu sesuatu yang besar.

***

“O?.. h..hyung… kapan hyung pulang???”, tanya mark gugup. Jaehyun tak tersenyum sedikitpun ketika masuk kedalam kamar mark.

“Masih bisa main game saat kau melukai seseorang??”, mark menelan ludahnya dengan susah payah. Mark mengumpat dalam hatinya, bagaimana mungkin jaehyun tahu. Dengan ragu mark mematikan video gamenya lalu tertunduk dihadapan jaehyun.

“ada yang ingin kau katakan padaku??.... misalnya tentang kekacauan yang sudah kau buat di sekolahmu”, mark semakin menundukkan kepalanya. Dia tak berani menatap kakaknya yang sedang marah. Sejak kecil jaehyunlah yang mendidiknya dan mark selalu takut jika jaehyun marah padanya.

“Kau tak ingin bicara??... kalau begitu aku juga tak akan bicara denganmu… berhenti memanggilku hyung!”, mark spontan melonjat dan memeluk jaehyun sebelum jaehyun keluar dari kamarnya.

“maaf hyung… maaf… aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu…. Aku janji hyung… jangan marah…”, pinta mark dengan wajah memelasnya.

“kau berjanji tak akan melakukan hal seperti itu lagi??”,  mark mengangguk dengan ragu.

“jika kau berjanji lalu apa kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk memperbaiki sikapmu itu??”, mark terdiam, memang apa yang harus dia lakukan??.. dia kan sudah berjanji jadi dia tidak akan melakukan hal seperti itu lagi.

“ikut denganku nanti malam… kau harus meminta maaf pada jaemin”, mata mark membola tak percaya. Apa ini lelucon??... seorang mark jung meminta maaf pada na jaemin??.. yang benar saja. Pikir mark sambil memutar matanya malas dan sialnya jaehyun melihat hal itu.

Everything For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang