***
Jaehyun memasang wajah datarnya setelah masuk keruang kerja ayahnya dirumah. Jaehyun sebenarnya tak punya niat untuk pulang tapi ayahnya menelfon dan mengatakan ada hal penting yang harus dibicarakan.“kenapa kau tak pernah pulang??... kau tak merindukan ayahmu??”, jaehyun tersenyum sinis.
“kupikir ayah tahu jika aku masih marah padamu... kenapa bertanya lagi”,
“aku tahu...aku minta maaf tapi tolong jangan menjauhiku seperti ini”, pinta yoon ho.
“selama jaemin masih tinggal diluar sana.. aku tak akan tinggal dirumah”, yoon ho tak melarang lagi, dia tahu itu hanya akan memperburuk keadaan.
“aku tidak akan melarangmu tinggal dikorea lagi... tapi aku mohon lanjutkan pendidikanmu disini dan aku juga tidak akan melarangmu bekerja dirumah sakit lain. Besok datanglah ke Rumah Sakit Haneul, Kita akan bertemu dengan kedua pamanmu”,
“untuk apa??”,
“datang saja... ini penting... demi masa depanmu”, Jaehyun hanya mengangguk malas. Dia tak ingin berdebat dengan ayahnya untuk saat ini.
“aku akan kembali ke apartement”,
“temui mark dan ji sung, jaehyun... setidaknya beri tahu mereka kenapa kau tak pernah tinggal di rumah.. ji sung selalu menanyakanmu”,
“arraseo”, hanya jawaban singkat itu, tanpa senyuman dan tanpa ada niat dari jaehyun untuk sekedar memeluk ayahnya.
***Jaehyun tersenyum kecil saat bel pulang sekolah akhirnya terdengar dan satu-persatu siswa keluar dari gedung sekolah dengan senyuman bahagia diwajah mereka. Jaehyun yang awalnya menunggu didalam mobil memutuskan untuk keluar dari mobil dan berdiri didepan mobil menunggu ji sung datang.
“Hyung??... Jaehyun Hyung!!”, ji sung berlari secepat yang dia bisa dan memeluk kakaknya begitu erat.
“wuah.... sepertinya ada yang begitu merindukanku”, goda jaehyun.
“tentu saja... hyung sudah hampir 1 minggu tidak tinggal dirumah... mark hyung bilang hyung dan ayah bertengkar... apa ayah memarahi hyung??”, tanya ji sung dengan polosnya.
“ania... kau tidak perlu tahu... semuanya baik-baik saja... hyung juga baru saja pulang”,
“jadi hyung akan tinggal dirumah lagi??”, antusias ji sung tapi gelengan jaehyun memudarkan senyumannya. “ waeyo??... apa kalian belum baikan”,
“hyung akan tinggal di apartement... hanya ingin hidup mandiri”,
“mwo ya... hyung akan tinggal jauh lagi dariku... menyebalkan”, gerutu ji sung.
“kau masih bisa menemui hyungmu di apartement atau di rumah sakit tempat hyung bekerja”,
“jinja?... aku boleh menginap di apartement hyung??”,
“tentu saja... ah... aku punya seorang teman yang sangat pintar... kau mungkin bisa belajar padanya”,
“teman??”,
“ya... sekarang kita jemput mark lalu ke apartement hyung... jadi kalian bisa datang kapan saja jika merindukan hyung”,
“jinja???... yeyyyy... ayo hyung!”, semangat ji sung lalu masuk dengan terburu-terburu ke dalam mobil.
***
“hyung bilang no 214 kenapa ke apartement 213??”, jaehyun hanya tersenyum tipis sambil menekan password apartement jaemin.
“masuklah... kita akan makan bersama temanku”, ji sung hanya menurut tanpa membantah sedikit pun.
“Siapa hyung??”, Jaemin yang tengah membaca buku di ruang tamu menoleh, tatapannya bingung setelah ada orang asing yang masuk bersama dengan jaehyun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everything For You
FanfictionAku tahu segalanya tentangmu tapi aku takut kau akan membenciku jika kau tahu semuanya -Jung Jaehyun Hidupku penuh Kemalangan sejak orang tuaku pergi tapi aku mendapatkan kebahagiaan ketika kau datang.... bahkan meski kau hanya orang asing dalam hid...