Tatsuhisa

1.4K 178 0
                                        

Sebuah tas besar berada di punggung Karma, dengan sebuah tas tangan di tangan kanannya. Kouichi dan Miyuki masing-masing membawa tas kecil di pelukan mereka. Sedangkan Manami menggendong Miku sambil menatap ketiganya dengan senyum kecil.

"Kou dan Yuki bisa membawanya?" tanya Manami pada keduanya dan dibalas anggukkan cepat oleh keduanya.

"Parkirnya jauh?" tanya Manami pada Karma saat mereka mulai beranjak keluar dari gedung rumah sakit.

"Lumayan jauh. Kalian tunggu saja di sini," balas Karma sambil menaruh tas tangannya di samping Manami berdiri.

Sebelum Karma mulai beranjak, sebuah mobil hitam berhenti di hadapan mereka. Pintu pengemudi terbuka, sang pengemudi keluar. Seorang pria paruh baya dengan setelan lengkap berdiri di hadapan mereka dengan senyum simpul.

"Sepertinya saya terlambat mengunjungi 'ya?" katanya dengan senyum yang sama. Kouichi dan Miyuki saling tatap heran. Manami hanya membalas dengan senyum tipis sambil membungkuk singkat.

"Hanya sedikit terlambat, menurut saya," balas Karma dengan senyum formalitas.

"Tak perlu terlalu kaku. Aku ke sini untuk menjenguk, bukan urusan pekerjaan," balas pria itu dan ditanggapi dengan Karma yang tertawa singkat.

"Ini Tatsuhisa-san. Dia yang memimpin perusahaanku saat ini," kata Karma sambil memperkenalkan pria tersebut pada Manami. Manami langsung membungkuk singkat. Kouichi dan Miyuki ikut membungkuk karena melihat Manami.

"Jadi, perempuan atau lelaki?" tanyanya pada Karma. "Perempuan," balas Karma cepat.

"Ah, ini yang kembar 'ya?" katanya sambil sedikit membungkuk untuk menatap wajah Kouichi dan Miyuki yang tengah menatapnya penasaran.

"Iya!" jawab Miyuki dengan senyum lebar. "Salam kenal," jawab Kouichi dengan sopan sambil sedikit membungkuk.

"Kalian memang manis 'ya," ucapnya sambil mengusap kepala keduanya pelan. "Sudah lama tidak bertemu, Okuda-san. Kurasa, terakhir kali saat ada hubungan kerjasama dengan institusi tempatmu bekerja," katanya sambil menatap Manami, dan dibalas dengan Manami yang mengangguk singkat.

"Kamu masih memakai marga lamamu setelah menikah?"

"Hanya untuk pekerjaan. Karena kupikir, akan bermasalah jika nanti ada pekerjaan yang melibatkan hubungan kerjasama dengan tempat Karma lagi," jawab Manami dengan senyum simpul. Tatsuhisa mengangguk tanda mengerti.

"Ah, iya. Cucu pertamaku juga belum lama lahir, dia akan seusia dengan putrimu 'ya," katanya pada Karma dengan senyum lembut saat mengingat cucu pertamanya.

"Saya tidak keberatan jika mereka berteman," kata Karma. Manami yang mendengar itu hanya bisa meringis dalam hati, ia tahu Karma mengatakan itu hanya untuk formalitas saja.

"Baiklah. Aku akan kembali ke kantor, dan ini untuk kalian," katanya sambil menyerahkan sebuah bingkisan manis dihiasi pita pada Miyuki yang menyambutnya dengan senyum lebar.

"Dan, Akabane. Selesaikan pekerjaanmu jika kau sudah selesai cuti," katanya sebelum masuk ke dalam mobilnya dan langsung melaju pergi meninggalkan area rumah sakit.

"Dia Atasan yang baik," kata Manami setelah melihat Tatsuhisa secara langsung.

"Memang. Dia tahu kalau aku alumni 3-E. Tapi, masih meluluskanku saat sesi wawancara dulu," balas Karma dengan helaan napas kecil.

"Dia tahu?"

"Iya."

Karma pun langsung pergi menuju area parkiran dengan kunci mobil di tangan setelah menjawab singkat pertanyaan Manami. Kouichi dan Miyuki sibuk melihat bingkisan dari Tatsuhisa yang terbungkus rapi, mengabaikan Manami yang menatap keduanya dengan senyum tipis.

Syukurlah, Karma punya Direktur yang pengertian.

Their LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang