32. Jarak

4.9K 279 13
                                        

Haloha Annyeong!
Teka-tekinya semakin dekat loohh...

⚠ Typo, bantu revisi. ⚠
🌟 Vote vote vote! 🌟
Happy reading! 💕💕💕

***

Dari sekian banyak kesempatan Diandra diserang sakit, kenapa harus ketika dia sedang ada di kantor? Badannya lemas, pusing, mual. Dari tadi Diandra bolak-balik kamar mandi karena sakit perut. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya berbaring di sofa dengan tangan yang menutupi matanya. Untung saja hari ini tidak ada meeting penting, jadi Diandra bisa bernafas sedikit lega. Rasanya tidak lucu jika Diandra harus ke kamar mandi di tengah-tengah meeting. Apalagi kalau sampai dia buang angin sembarangan, bisa tercoreng nama baik Diandra di kalangan para karyawan.

Iya, Diandra sedang diare.

Dia jadi curiga, apa ini karena masakan Diandra yang belum enak sampai sekarang? Tapi perasaan Alex yang selalu menjadi testernya. Kali ini tidak ada lagi berbohong, Diandra meminta suaminya itu untuk jujur sejujur-jujurnya mengenai masakan yang dibuatnya. Tapi Alex sama sekali tidak diare, malah Diandra yang sekarang lemas tak berdaya. Eh, Alex baik-baik saja, bukan?

Dengan susah payah, Diandra berusaha mengambil ponselnya yang ada di saku blazer. Memencet nomor satu cukup lama untuk bisa memanggil Alex. Hanya menunggu tiga nada sambung, panggilan itu langsung terangkat. “Ndro, lo baik-baik aja?”

Nggak, Di. Gue lagi sakit sekarang.” Suara lemah Alex di seberang sana benar-benar membuat Diandra semakin merasa bersalah. Apalagi sekarang Alex sedang lagi Jogja untuk menghadiri acara fansignnya yang seabrek. Bagaimana mungkin acara itu bisa berjalan lancar jika Si Tokoh Utama sedang sakit diare? Diandra memijat keningnya yang sudah cenat-cenut. “Gue sakit rindu. Rindu sama lo.”

“Geblek! Gue kira sakit beneran!” sewot Diandra. Alex ini, tidak pernah menanggapi pertanyaan Diandra dengan serius. Selalu saja main-main. Tapi untunglah, Alex tidak sakit. “Baru juga kemaren berangkat, masa udah kangen lagi? Dasar lebay lo!”

Emang lo nggak kangen sama gue? Gue tuh nggak bisa makan enak, tidur nyenyak, nafas lega. Mau boker aja gue inget sama lo, saking kangennya.” Alex semakin melantur. Tapi Diandra tidak menutup panggilan itu meski ingin, karena dia juga rindu. Tidur sendirian di kamar yang besar, setidaknya menimbulkan rasa kesepian di hati Diandra. “Kenapa tiba-tiba nanya gitu? Lo sakit, ya? Sakit apaan? Parah nggak? Udah ke dokter?”

“Gak papa, tiba-tiba firasat gue bilang lo lagi sakit. Makanya gue langsung telepon,” bohong Diandra. Bisa bahaya kalau Alex sampai tahu dia sedang sakit sekarang. Bisa-bisa Alex pulang hari ini juga. Padahal, fans asal Jogja merupakan salah satu fans paling banyak. Salah satu pendorong karir Alex terus konsisten di atas sejak pertama jadi penulis.

“Widih, makin romantis aja sih bini gue yang satu ini. Jadi pengen cium deh. Lo gak bisa ke Jogja apa, Di? Gue ongkosin deh.”

Baiklah, semakin lama Alex semakin melantur. Bukannya tidak ingin Diandra menemani Alex untuk berangkat ke Jogja. Terakhir datang ke sana, Diandra tidak sempat jalan-jalan karena dikejar waktu. Tapi sekarang, Diandra mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Seandainya ada kandidat lain yang bisa menggantikan Diandra, dia ingin berhenti saja. Tidak apa-apa tidak mencicipi penghasilan dari perusahaan ini, Diandra punya suami kaya raya yang mampu menghidupi nya.

Tapi Diandra melihat pekerjaan yang sedang dilakoninya sekarang sebagai bentuk terima kasih kepada Pak Delon yang sudah mengurusnya. Ya, mana ada seorang ayah yang meminta balas budi dari anaknya. Tapi Diandra ingin tahu diri saja, karena hanya ini yang bisa Diandra lakukan. Membuat Pak Delon hidup damai di hari tuanya tanpa memikirkan masalah pekerjaan.

Crazy Lovely Man [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang