23. Aleandra

5.1K 317 19
                                        

Haloha Annyeong!
Mau tau Alex bisa selebay apa?

⚠ Typo, bantu revisi. ⚠
🌟 Vote vote vote! 🌟
Happy reading! 💕💕💕

***

Malam ini adalah salah satu malam paling istimewa dalam hidup Alex. Bagaimana tidak, setelah bekerja keras mencari pundi-pundi rupiah kesana-kemari, akhirnya Alex bisa mendirikan kantor penerbitan sendiri. Benar-benar hasil jerih payah Alex, tidak ada sepeserpun bantuan dana dari kedua orang tuanya. Meskipun semua orang tahu, Keluarga Wijaya adalah salah satu pengusaha berpengaruh di Indonesia. Tapi itulah yang menjadi kebanggaan Alex, dia mewujudkan mimpinya dengan perjuangan sendiri. Baiklah, pasti orang-orang yang menyayangi Alex mendoakan yang terbaik untuknya. Terutama Diandra, yang menjadi inspirasi terbesar Alex untuk terus berkarya.

Dan sekarang, Alex sedang menunggu beberapa tamu yang akan datang ke kantornya untuk merayakan keberhasilan Alex ini. Bukan pesta besar-besaran yang mengundang banyak orang, hanya orang-orang terdekat Alex yang akan datang ke acara itu. Orang tua dan mertuanya, keluarga Raka, sahabat-sahabat Diandra, dan juga Baron. Hanya beberapa orang, tapi Alex yakin acara itu akan berlangsung meriah.

Dengan gusar, Alex melirik arloji yang ada di tangan kirinya. “Kok mereka belum dateng ya, Di?” Alex seperti bicara sendiri, sedikitpun tidak melihat ke arah Diandra yang sedang sibuk makan kue. Hanya ada mereka berdua di kantor Alex itu. Kalau keduanya penakut, sudah dari tadi terjadi kekacauan besar di sana.

“Masih ada setengah jam sebelum acara dimulai, Ndro. Tenang aja kali, mereka pasti dateng,” jawab Diandra dengan santai setelah melihat jam di layar ponselnya. Kemudian dia melanjutkan kegiatan untuk mencicipi beberapa kue yang sudah tersedia di atas meja. Tentu saja Alex menggunakan jasa katering untuk pesta kecil-kecilan ini. Diandra belum berani untuk masak sendiri meski sudah kursus selama satu minggu ini.

Akhirnya Alex mau duduk juga di salah satu kursi di sana. Sedari tadi dia hanya berdiri di pintu masuk sambil melihat ke arah jalan. Jelas sekali Alex gugup, padahal dia akan berpidato di depan orang-orang yang biasa ditemui sehari-hari. Tapi kali ini bukan sebagai Alex yang biasa menjadi biang kerok, melainkan Alexandro Wijaya, si penulis terkenal di Nusantara. Mungkin Alex tidak akan begitu kehilangan arah jika melakukan perayaan ini di depan fansnya atau teman kerja samanya, Alex sudah biasa ada di posisi itu. Tapi jika di depan keluarga dan sahabat, Alex tidak bisa bersikap profesional.

Mereka bisa berbangga diri ketika buku Alex selalu masuk best seller list di toko buku besar. Bahkan sampai masuk berita karena maju ke dunia internasional. Alex sendiri tidak menyangka ada begitu banyak orang yang tertarik untuk membaca karyanya. Padahal dia merasa tulisan Alex itu biasa-biasa saja, menceritakan Diandra yang masih belum jinak sampai sekarang. Baiklah, sumber inspirasi Alex memang sosok wanita yang luar biasa.

Tak berselang lama, datang semua orang yang ditunggu Alex sejak lama. Sontak saja itu membuat senyum Alex langsung merekah saat itu juga. Mereka semua bersalaman, saling menanyakan kabar, sampai berbondong-bondong memberikan selamat pada Alex. Dan tentu saja, mereka semua takjub dengan desain kantor Alex yang terkesan santai, tidak seperti kantor pada umumnya.

“Kok gue jadi pengen studio gue kayak gini ya, Lex? Jadinya tuh nggak kayak kerja, kayak lagi hangout aja,” Carris terus mengedarkan pandangannya ke seisi lobby tempat kerja Alex.

Ada tangga besar di sudut ruangan, itu adalah tempat dimana para karyawan bisa mencari inspirasi. Alex tidak berencana untuk hanya menerbitkan novelnya saja di sana, bagi siapa saja yang memiliki cerita menakjubkan, Alex akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Di lantai atas ada ruang kerja Alex yang dilapisi kaca transparan, sehingga Alex bisa melihat kegiatan para karyawannya di lantai dasar. Jika ada meeting penting, Alex juga sudah menyiapkan ruang rapat yang kedap suara di lantai atas. Tempat layouting dan printing ada di bagian belakang. Alex tahu bekerja di sana memerlukan fokus yang lebih tinggi. Dan yang lebih hebatnya lagi, Alex menyediakan kolam renang beserta tempat ganti bajunya. Siapapun pasti akan senang jika bekerja di bawah kepemimpinan Alex nanti.

Crazy Lovely Man [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang