39. Penyesalan

9K 425 26
                                        

Haloha Annyeong!
Karena kalian gakasih respon sama pengumuman gw yang terakhir, so jangan komplain mengenai cerita setelah CLM yaa. Awas aja, gw kirim dedemit!

⚠ Typo, bantu revisi. ⚠
🌟 Vote vote vote! 🌟
Happy reading! 💕💕💕

***

Begitu sampai di depan rumah Diandra, Carris langsung masuk ke sana bersama beberapa anggota kepolisian. Dia tidak mungkin bodoh di situasi segenting ini. Sebelum datang ke sana, setelah menerima telepon dari Bella, Carris langsung menelpon polisi. Dan begitu dia masuk ke ruang tengah, nafas Carris langsung terhenti sampai di leher. Dia benar-benar berharap apa yang saat ini dilihatnya hanyalah mimpi. Dan tolong, segera bangunkan Carris saat ini juga!

Diandra sudah tergeletak di lantai dengan darah yang merembes di kakinya. Satu pria tidak sadarkan diri di anak tangga. Sedangkan dua lainnya mengerang kesakitan sambil memegang beberapa bagian tubuh yang sudah robek. Tak lupa satu ekor anjing berwarna hitam sudah mati sambil menghadap Diandra.

"Dra, bangun! Gue ada disini, Dra! Please, bangun sekarang juga! Jangan bikin gue takut kayak gini!" Carris memukul-mukul pipi Diandra, berharap sahabatnya itu akan membuka mata. Tapi ternyata, keadaannya jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Bukan hanya kakinya, ternyata kepala Diandra juga sudah berdarah. Tanpa pikir panjang, Carris langsung menggendong Diandra keluar dari sana. Sementara sisanya, biar kepolisian saja yang mengurus. "Bertahan, Dra, gue mohon. Lo pasti kuat."

Carris mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota yang sedang diguyur hujan. Di sisi lain dia harus berhati-hati, jangan sampai terjadi kecelakaan. Tapi di sisi lain juga, dia harus cepat sampai di rumah sakit, jangan sampai Diandra kenapa-napa hanya telat satu detik pun.

Tiga hari ini, semua sahabat mengacuhkan Diandra setelah tahu apa yang wanita itu perbuat. Hanya Bella yang setia, berusaha open minded meskipun Apa yang dilakukan Diandra tetap salah di matanya. Dan Carris dengar juga, Bu Tari beserta mertua Diandra melakukan hal yang sama. Menutup mata dan telinga mereka, tidak memberi kesempatan kepada Diandra untuk menjelaskan. Carris yakin, mereka pasti akan sangat menyesal dengan kejadian ini.

Tubuh Diandra yang berlumuran darah dikeluarkan dari mobil dengan penuh kehati-hatian. Tidak menunggu bantuan paramedis, Carris langsung membawa Diandra masuk rumah sakit. Ada banyak pasang mata yang memperhatikannya, bertanya-tanya kenapa wanita cantik itu terlihat sangat mengenaskan. Kemudian, Carris membaringkan tubuh Diandra di blankar UGD. "Sahabat saya ini korban perampokan, Dok. Tolong selamatkan dia, saya mohon."

"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik. Silakan Bapak tunggu di luar," ucap dokter yang akan menangani Diandra.

Carris tidak lagi banyak bicara, dia segera keluar setelah berlari. Mereka tidak punya banyak waktu, Diandra bisa pergi Kapan saja dengan keadaan yang seperti itu. Tangan Carris juga tidak tinggal diam, dia segera menghubungi Bella untuk memberikan kabar tentang Diandra.

"Gimana, Ris, Diandra nggak papa, kan? Semuanya baik-baik aja?"

Carris meminjamkan matanya. Bahkan untuk memberi tahu tentang kondisi Diandra saja Carris tidak bisa. Terlalu menyakitkan, dia sama sekali tidak membayangkan bahwa Diandra bisa seperti itu. Setelah menghela nafas panjang, Carris memiliki sedikit keberanian untuk bicara. "Gue udah bawa Diandra ke rumah sakit. Kondisinya sama sekali nggak baik. Kayaknya Diandra dipukul di bagian kepala, sampai berdarah. Terus, kakinya juga luka. Sekarang lagi diperiksa sama Dokter."

"Ya Allah, Diandra!" pekik Bela dari seberang sana. Bahkan sekarang dia sudah menangis, Carris bisa mendengarnya. "Gue siap-siap sekarang. Bawa keperluan apapun yang sekiranya dibutuhin sama Diandra. Nanti gue--"

Crazy Lovely Man [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang