6

162 17 0
                                        


Selepas pulang sekolah seperti biasa, Runa dan Taehyung selalu menghabiskan waktu bersama,dan yang menjadi tugas Taehyung adalah merawat kulit wajah Runa agar tetap sehat dan cantik. Sambil menikmati facemask, biasanya mereka berdua selalu membahas apapun yang ada di hati mereka masing-masing.

"Runa-ya .. menurutmu bagaimana dengan Yerin ?"

"Yerin?" Runa mengulang kembali kata-kata Taehyung. "Memangnya ada apa dengan Yerin?" Sambungnya yang kini memejamkan matanya di atas paha milik Taehyung yang menjadi bantalan kepalanya.

"Emm" Taehyung yang kini juga berbaring di ranjang menganggukan kepalanya sambil terus menatap langit-langit.

"Apa kau menyukainya ?" tanya Runa yang bahkan tanpa basa-basi lagi. Rasanya sudah cukup Runa menyembunyikan kekesalannya hari ini dengan banyak berpura-pura di hadapan Taehyung.

"Kenapa kau bisa mengetahui isi hatiku ? Apa kau seorang cenayang ?" Dan dengan tanpa perasaan Taehyung memainkan rambut panjang mikik Runa sambil terus tersenyum simpul.

Runa yang mendengar jawaban itu, sontak menatap Taehyung dan menggerutu.

"Yha .. kalian bahkan baru bertemu beberapa kali saja, apa kau semurah itu? Kenapa kau mudah sekali jatuh cinta"

"Ey .. apa kau kesal ? Kenapa nada bicaramu terdengar begitu menyebalkan" Taehyung bangun dan menatap Runa yang kini memejamkan matanya lagi "buka matamu"

Runa tak menghiraukan perintah Taehyung yang kini menatapnya intens.

"Buka matamu !"

"Memangnya kenapa aku harus membuka mataku?" jawab Runa yang masih memejamkan matanya.

"Aku ingin lihat apa kau cemburu karna aku mencintai Yerin atau tidak"

Lagi-lagi seperti tak memiliki hati dan perasaan, Taehyung begitu mudah mengucapkan kata-kata yang sukses membuat nyeri seisi organ dalam milik Runa.

Jahat !

Benar-benar jahat! Tapi Runa tak bisa menyalahkan Taehyung karna memang Taehyung tak tau apa yang Runa rasakan sebenarnya kepadanya. Memang jika di bilang mereka saling mencintai itu tak akan cukup untuk menggambarkan kedekatan mereka. Mereka berada di titik dimana mereka tak bisa saling mencintai tapi tak ingin saling menyakiti dan kehilangan, ah .. mereka terjebak dalam friend zone yang memilukan.

Kini Runa menghela nafasnya panjang dan terpakasa membuka matanya "Yha" ucapnya dengan tatapan nanar di matanya.

"Apa kau hanya percaya kepada mataku saja ? Taehyung-ah ... wanita mana yang tidak sakit hati saat sahabatnya sendiri mencintai wanita lain selain dirinya?Wanita mana yang rela kehilangan waktu, kebiasaan, dan semua yang biasa di lakukan dengan sahabatnya kemudian hal-hal semacam itu menghilang karna salah satu dari mereka memiliki kekasih ? Aku berkata dari dalam lubuk hatiku paling dalam, jujur .. aku takut, aku takut kehilanganmu dan aku takut kau berubah karna kau memutuskan untuk berkencan dengan Yerin" jelas Runa sambil terus menatap Taehyung. Mata mereka saling bertemu, dan raut wajah Taehyung yang semula tak begitu serius kini berubah menjadi lebih serius setelah mendengar kejujuran Runa, matanya tak bisa lepas memandangi mata Runa yang juga sama tajamnya.

"Runa-ya .." Taehyung melepas facemask milik Runa dan raut wajahnya mulai sedikit sayu

"aku berjanji jika seuatu saat nanti aku benar-benar berkencan dengan Yerin, kita akan tetap seperti ini" sambungnya yang kini sibuk dengan facemask yang ada di tangannya.

Runa dengan cepat bangun dari tidurnya dan kembali menatap Taehyung.

"Kau tau,sesuatu yang tidak akan pernah kembali lagi adalah waktu, jika kau ingin melakukan kencan itu, maka lakukanlah, jangan khawatirkan aku dan jangan terbebani karnaku, kau juga berhak lanjutkan hidupmu, dan jangan pernah berjanji apapun kepadaku, aku benci dengan janji-jani yang pada akhirnya tak kau tepati. Aku benci harus membencimu karna aku terlalu berharap pada janjimu namun pada akhirnya kau mengingkari" jelas Runa yang kini menghela nafasnya dan turun dari ranjang, mengambil tasnya dan memakai kembali sepatunya.

SINGULARITY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang