22

115 11 0
                                        

Daehan yang saat ini juga menatap hal yang sama dengan runa, kemudian menarik runa untuk bersembunyi di balik pepohonan dan menutup mulut runa.

" jangan lakukan apapun, kita cukup melihatnya saja " daehan melepas telapak tangannya dan memutar balik tubuh runa " uljima " kata daehan saat melihat air mata runa mulai menggenangi matanya. Dengan sentuhan lembutnya daehan menekan tengkuk runa dan mulai melumat bibirnya. Lumatan yang begitu lembut, beda dengan yang pernah runa rasakan sebelumnya. Kali ini runa benar2 bisa merakan kenikmatan hingga bulu kuduknya berdiri. Hal yang sama juga di lakukan oleh yerin dan taehyung di sebrang jalan sana. Daehan terus melumat bibir runa hingga membuat runa meremas bahu daehan dengan begitu kuat. Udara di sekirar mereka semakin menipis, dan nafas mereka mulai terengah2 setelah daehan melepaskan lumatannya itu dan menyeka sisa liur di bibir runa dengan ibu jarinya. Detak jantung runa semakin berdegup tak beraturan hingga tanpa disadari runa memeluk daehan dengan begitu erat dan meremas punggungnya.

" mianhae " kata daehan sambil mengusap lembut punggung runa

" ani ... " jawab runa sambil terus memeluk daehan terus mereas punggungnnya. Entah sejak kapan runa merasakan sesuatu yang berbeda dari hatinya. Dulu ... rasanya hatinya mati untuk namja mana pun selain taehyung. Dulu rasanya begitu sakit saat menerima kenyataan bahwa taehyung memilih wanita lain. Dulu rasanya dunianya hancur saat taehyung memintanya untuk tak mencintainya. Tapi sekarang, semua yang mati dalam hatinya kembali tumbuh, semua yang hilang dalam hidupnya telah kembali, dan semua yang di anggapnya tabu kini menjadi nyata. Meski saat ini di sebrang sana, taehyung dan yerin masih terus menautkan bibirnya satu sama lain, tapi sungguh di hati runa tak ada perasaan apapun, entah itu marah, kesal atau bahkan kecewa. Hatinya murni sebagai seorang teman, hatinya murni sebagai seseorang yang mendukung sahabatnya demi kebahagiaan mereka. Dan terhitung hari ini, hati, jiwa dan hidupnya telah kembali pulih dari luka lama yang terus menghantui hidupnya.

_______

09.00 Am

eonni ... aku dan daehan pergi ke sekolah, jika kau membutuhkan sesuatu maka pakailah apapun yang kau butuhkan di rumah ini, pakai mobil daehan saat kau akan pergi dan jangan lupa hubungi aku saat kau bangun.

Geum runa

" aisshh ... " gerutu hera yang baru saja membuka matanya dan langsung membaca selembar surat yang ada di sampingnya

" yha geum runa "

" o .. ne .. eonni, apa kau sudah membaca suratku ? " jawab runa lewat panggilan telfonnya

" emm .. gomawo "

" emm .. gwenchana, jangan lupa sarapanmu dan pulanglah saat kau merasa lebih baik, taehyung pasti sangat merindukanmu, pagi tadi dia mencarimu "

" emm .. arraseo "

Hera memutus sambungan telfonnya dan mulai bangkit dari tidurnya bersiap untuk kembali kerumahnya. Entah apa yang terjadi pada mereka berdua hari ini, tapi rasanya hari ini semua mata telah terbuka lebar dan mulai berdamai dengan kenyataan. Seperti hera yang saat ini mulai mencoba membuka hatinya untuk menerima yerin, dan memaafkan taehyung sepenuhnya. Bagaimanapun juga, taehyung adalah satu2nya yang dia punya, amma dan appa nya hingga saat ini tak pernah lagi menghubungi mereka berdua. Meski taehyung terlihat begitu tak perduli dengan keadaan ini, tapi hera sangat yakin bahwa hatinya tercabik2. Hera tau betul bagiamana dongseng kesayangannya itu. Menyembunyikan kegelisahannya adalah keahlian dari taehyung.

______

Sedangkan di sekolah, sejak pagi tadi runa tampak begitu bahagia dan hanya tersenyum kemudian memalingkan pandangannya saat yerin dan taehyung mulai terang2an di hadapan runa dan teman2 sekelasnya. Sungguh runa benar2 tak perduli dengan apa yang yerin dan taehyung lakukan.

* dae

- sedang apa ?

^ duduk
^ kau ?

- mamikirkanmu

Runa terkekeh membaca pesan dari daehan dan menyembunyikan wajahnya di tumpukan buku2 yang ada di mejanya.

- kenapa menyembunyikan wajahmu ?

Runa mengangkat wajahnya dan melihat sekeliling, dan benar saja daehan berada di depan kelasnya dan menatap runa dari luar jendela. Daehan melambaikan tangannya dan di balas dengan senyum manis oleh runa.

^ pergilah

- wae ?

^ jantungku seperti akan meledak saat melihatmu

- eyy ..
- baiklah aku akan pergi
- runa-ya

^ wae ?

- lihat aku

Runa meletakkan ponselnya dan menatap daehan yang masih berdiri di luar sana, dan saat mereka saling memandang daehan mengangkat kedua tangannya dan melepatakkan ujung jari2nya di atas kepala, membentuk love dan kemudian memberikan flying kiss kepada runa sambil berjalan mundur meninggalkan runa yang masih tersipu malu.

" ahh .. kiyowo " runa kembali menyembunyikan wajahnya dan menghentakkan kakinya berkali-kali. Kegaduhan itu membuat taehyung menatap runa dengan tatapan heran.

" yha .. ada apa denganmu ? " taehyung masih terus menatap runa

Runa mengangkat wajahnya perlahan dan menatap taehyung " a-ani .. tiba2 saja kakiku terasa kesemutan " jawab runa sambil memegangi kakinya

" wae ? " tanya yerin yang juga menatapnya tapi berbicara dengan sedikit berbisik

" ani .. " runa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Bel istirahat telah berbunyi dan pelajaran di akhiri saat itu juga. Runa menata buku-bukunya dan berdiri merapikan seragamnya sebelum mendekati taehyung.

" taehyung-ah kajja .. " runa dengan semangat mengajak menarik tangan taehyung, tapi taehyung menarik kembali tangan runa " waeyo ? " tanya runa heran dan menatap taehyung

" runa-ya .. kau pergi dulu saja " jawab taehyung sambil tersenyum

" wae ? "

" yerin membawakanku bekal, aku rasa mulai sekarang aku tidak akan pernah memakan makaman yang sekolah sediakan " taehyung kembali tersenyum dan menggaruk kepala bagian belakangnya

Runa menatap yerin yang sibuk menyiapkan makan siang untuk taehyung dan kemudian menatap taehyung lagi dengan tatapan sedikit kesal dan melepaskan genggaman tangan taehyung " kalau begitu aku pergi sekarang "

" emm .. jangan makan terlalu banyak dan cepat kembali " taehyung meninggikan suaranya karna runa telah meninggalkannya

" emm .. arra " runa terus berjalan tanpa menoleh ke belakang meski menjawab pertanyaan taehyung.

Sepanjang perjalanannya menuju kantin, runa terus bergumam dan memaki taehyung dalam gumamannya.

" dor .. " daehan menghentakkan bahu runa dan membuat runa terlonjak kaget

" aissh .. kau ini " runa mengangkat tangannya seolah bersiap mumukul daehan tapi kemudian mengurungkan niatnya

" yha .. ada apa denganmu ? "

" waeyo ? "

" wajahmu "

" wae ? "

" apa kau marah karna aku mengejutkanmu ? Mianhae .. " daehan berdiri di hadapan runa dan membuat runa menghentikan langkahnya

" aniyo .. mana mungkin aku kesal hanya karna lelucon seperti itu "

" lalu ? "

" taehyung " jawab runa sambil menundukkan kepalanya

" wae ? " daehan mengangkat dagu runa dan membuat runa menatapnya

" perlahan mulai menjauhiku "

" eyy .. kenapa kau selalu berfikir begitu, biarkan saja taehyung bersama yerin, wajar jika mereka sering menghabiskan waktu bersama dan mulai mengabaikanmu, mereka pasangan baru jadi masih membutuhkan banyak waktu untuk saling mengenal, kajja .. akan ku belikan kau coklat agar moodmu kembali membaik " daehan merangkul runa dan membawanya berjalan menuju kantin sekolah.

SINGULARITY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang