Ah gak nyangka aja, belum ada satu tahun aku udah revisi sampai part ini, btw udah satu tahun aku aktif di wattpad ini dengan fokus sama stroy ini☺️
Awalnya sih mau up besok, tapi karena hari ini spesial gue up aja sekarang
Karena hari ini
Hari kelahiran gue🤗
Happy Birthday to me🎉🎉
Sesekali Lucy membenarkan sweater nya, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam. Ah sekarang ia menyesal karena menolak tawaran Kayla untuk mengantarnya, dengan alibi jika dirinya sudah dijemput dengan supir pribadi Nathan. Padahal orang rumah tidak tau Lucy keluar dan sekarang ia benar-benar menyesal.
Angin dingin berhembus membuat bulu kuduk Lucy berdiri, dia menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran negatifnya.
Sebentar lagi sampai, jangan takut! Batin Lucy.
Suara langkah kaki pelan, membuat Lucy mematung ditempat nya. Dia tidak tau jika ada orang lain dibelakangnya. Sebelum dirinya menoleh melihat siapa orang itu, sesuatu membekap mulutnya membuat dirinya meronta sebelum kehilangan kesadarannya dan terseret ke arah mobil yang tak jauh darinya yang bahkan tak disadarinya.
~~¶~~¶~~¶~~
Entah kenapa siang ini Nathan merasa ada sesuatu yang membuat dirinya begitu tidak tenang, dia mencoba mengenyahkan setiap pikiran negatifnya.
Mendadak dirinya begitu sangat mengkhawatirkan sosok Lucy, entah kenapa. Padahal tadi pagi dia sudah menanyakan keadaannya pada Reza, dia juga telah menerima foto Lucy yang sedang berada di taman.
Tetapi sekarang ia merasa begitu sangat khawatir.
Ada apa ini? Batin Nathan.
Nathan kembali melangkah ke arah jendela dengan ponsel yang digenggamnya. Ia sudah menghubungi Lucy maupun Reza sejak tiga puluh menit yang lalu, tetapi tidak jawaban dari sana.
Ponsel yang digenggamnya berdering, membuat Nathan langsung semangat menjawab telepon tanpa melihat siapa orang yang menghubunginya.
Suara lengkingan dari sebrang sana, membuat Nathan sedikit menjauhkan ponselnya. Ia menatap nama yang tertera di layar ponselnya.
" Oh Tuhan kenapa aku tidak melihatnya terlebih dahulu. " Gumam Nathan frustasi.
" Nathan aku sudah berada didepan apartemen mu. Cepat kasih tau berapa nomornya. " Ucap seseorang disebrang sana.
" El, aku sedang tidak berada di rumah. " Bohong Nathan, karena kini suasana hatinya sedang tidak baik. Ia jadi menyesal memberi tau tentang alamat apartemennya, tetapi bersyukurlah ia tidak memberitahu dimana nomor apartemennya.
" Kau dimana? Aku akan kesana. " Ucap Elisa kembali tanpa menyerah untuk bertemu dengan Nathan hari ini.
" Aku sedang mengerjakan tugas kuliah, ditemanku. Kau pulanglah. "
" Huft... baiklah, tapi besok kau harus berada di apartemen. Aku akan main ke apartemen mu. " Ucapnya sebelum Elisa memutuskan sambungan telepon nya.
Nathan menghela napas lega, ketika satu masalah terselesaikan. Masalah yang datang tiba-tiba. Entahlah walaupun dirinya masih merasa sesuatu pada Elisa, tetapi kini ia merasa terganggu. Entah kini Nathan merasa sesuatu yang membuat dirinya begitu sangat mengkhawatirkan Lucy.
Entahlah ia tidak tau dengan perasaannya ini.
~~¶~~¶~~¶~~
Kini mobil yang membawa Lucy berhenti tepat didepan sebuah bangunan tua, yang mungkin entah sudah berapa lama tak berpenghuni. Gedung itu terletak di daerah jauh dari keramaian kota Jakarta, bahkan sekitarnya pun tidak ada rumah pemukiman penduduk hanya pohon-pohon yang menghiasi setiap jalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage (ON GOING)
RomansaDia hanya gadis muda berumur 17 tahun, tapi takdir berkata lain. Karena diusianya yang masih sangat muda, ia harus dijodohkan dengan pria yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Bukan!!! ia bukan menikah dengan pria yang berumur, Ia menikah dengan pria...
