Author Note : Ini chapter XVI yang kehapus. Yang belum baca silahkan di baca. Yang sudah, mau baca lagi silahkan atau bisa ninggalin jejak disini 😂
---o0o---
Nine Fears
"Maafkan aku... Joong."
Ini adalah sebuah kesalahan
Kesalahan itu terletak pada takdir yang harus mereka berdua jalani. Karena bagi Nine, ia tak mungkin bisa menerima sosok Joong yang seorang werewolf. Meski sebenarnya isi hati Nine menyatakan hal yang bersebrangan dengan isi di dalam otaknya. Nine malah lebih memilih untuk menutup hatinya dan mengikuti kehendak jalan pikirannya sendiri.
Seberapa besar pun rasa cinta yang dimiliki Joong untuknya. Nine merasa itu takkan pernah bisa tercukupi. Joong tak mungkin bisa menyembuhkan rasa trauma Nine terhadap kaum werewolf seutuhnya.
Lagi pula, Nine sendiri juga tak ingin berada di tempat dimana ia harus hidup berdampingan dengan sosok mahluk yang sering ia jumpai di mimpi buruknya tiap malam. Hal itu hanya akan mengingatkan Nine akan kejadian mengerikan 10 tahun silam saat ia kehilangan sosok ayah yang sangat ia sayangi.
Kematian ayahnya membuat luka yang begitu dalam di keluarga kecil mereka. Baik dirinya dan sang ibu merasa amat sangat kehilangan. Ayah Nine sendiri bagaikan cahaya di dalam keluarganya. Ia adalah sumber kebahagiaan bagi Nine dan sang ibu.
Ketiadaannya membuat keluarga kecil mereka didera kesuraman dan kesedihan yang berlarut-larut. Dan Nine sering menangis tiap malam karenanya. Ia selalu bermimpi buruk tentang kejadian malam itu. Karena Nine sendiri merasa amat sangat bersalah kepada ayahnya.
Bagaimanapun, selama ini, Nine selalu menyalahkan dirinya atas kematian sang ayah. Karena dia jugalah sang ayah yang ia sayangi itu bisa tewas ditangan seorang werewolf. Jika saja saat itu Nine tidak memaksakan keinginannya agar ayahnya ikut acara kemah tersebut, mungkin saja ayahnya sampai sekarang ini masih hidup.
Itu adalah penyesalan terbesar Nine dalam hidupnya. Ia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena alasan itu. Meskipun ia tahu jika ibunya tak pernah beranggapan demikian dan sang ayah yang berada di surga sana pun pasti memiliki pemikiran yang sama dengan ibunya.
Flashback 10 Tahun Lalu
Kala itu, Nine yang masih berusia 10 tahun tengah memohon- mohon pada sang ayah agar dirinya mengikuti acara kemah yang diadakan oleh perusahaan di tempat ayah Nine bekerja. Acara kemah diadakan di gunung Achampadhi, terletak di kota Chiang Rai, lebih tepatnya berada di daerah Doi Luang National Park.
Letak gunung tersebut tidak jauh dari kota Chiangmai dan sangat terkenal akan keindahan dan keasriannya.
Namun sayangnya, ayah Nine tidak memiliki niatan untuk mengikuti acara kemah tersebut. Ia lebih memilih untuk mengajak Nine dan sang istri ke ibu kota Bangkok, mengunjungi saudara mereka disana, Push.
Akan tetapi Nine bersikukuh kepada ayahnya untuk mengikutsertakan diri mereka berdua dalam acara kemah. Karena Nine sendiri selama ini tidak pernah mengikuti acara kemah. Jelas saja ia merasa sangat bersemangat dan bahagia bila ia bisa mengikuti acara tersebut.
Nine terus-terusan merengek manja pada ayahnya seharian agar sang ayah menyetujui permintaannya itu. Ia tahu betul kalau sang ayah sangat lemah terhadap rengekkan manja miliknya dan ia selalu mengalah pada apapun yang Nine inginkan. Itulah sebabnya Nine merasa lebih dekat dan lebih menyayangi sang ayah dibandingkan ibunya. Sesuatu yang membuat ibu Nine cemburu pada ayahnya.
Ayah Nine tidak memiliki pilihan lain saat ia melihat putra kesayangannya itu mulai merengek manja padanya. Ia menyerah dan pada akhirnya menyetujui permintaan Nine untuk ikut berkemah bersama dirinya ke gunung Achampadhi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINY
Fanfiction2moons2 cast Joong x Nine Pavel x Dome Ben x Earth Werewolf universe BoysLove, Romance, Fiction, Fantasy, School Life and maybe mpreg.
