Lino berjalan bersama ailee, hari ini mereka telah pulang sekolah dan sebentar lagi mereka akan melaksanakan ujian terahir untuk sekolah mereka dan setelah itu mereka akan lulus.
Lino dan ailee berpegangan tangan bersama, sebelum pulang lino mengajak ailee kesuatu tempat yang spesial menurut lino.
"kita mau kemana?"
"nanti juga kamu tau, pokonya tempatnya spesial banget" ucap lino dengan senyum manisnya.
Ailee hanya mengangguk dan setelah itu mereka berjalan kembali, sampai ahirnya langkah kaki mereka membawa kesuatu tempat tinggi, diatas sana lino dan ailee bisa melihat keindahan kota seoul, mereka sekarang sedang berada di seoul tower atau masyarakat biasa lebih mengenalnya dengan sebutan Namsan tower.
"namsan tower?" tanya ailee yang sekarang tengah berada diatas menara itu bersama lino.
"iyah, ini tempat spesial karena aku datang sama kamu kesini" ucap lino dengan wajah yang penuh kebahagiaan dan tatapannya yang tidak mungkin bisa dilupakan.
"iyah, ini juga tempat spesial bagi aku karena aku datang kesini sama kamu" ucap ailee dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.
Entah lino masih bisa menatap senyum itu lagi atau tidak suatu saat nanti, dia tidak mau memikirkan hal sedih meskipun sejak kemarin hatinya merasa tidak nyaman entah kenapa, hari ini dia ingin bersenang-senang dengan ailee sampai sore.
Ailee dan lino berjalan dan melihat pemandangan disana dengan keadaan mereka yang masih memakai seragam sekolah karena mereka belum pulang ke rumah mereka.
"nanti kalo udah lulus kita kesini lagi yah" ucap ailee.
"iyah nanti kita kesini kalo udah lulus, terus kalo kita udah nikah, dan kalo kita udah punya dede kita kesini lagi"
"haha bisa aja kamu"
Setelah itu lino meraih ailee dan mencium kening ailee lalu mereka berpelukan disana dengan suasana tenang diatas menara namsan tower dan dikelilingi keindahan kota seoul yang sangat cantik tidak bisa ditolak oleh mata.
•••
Mina masuk kedalam kamar anaknya, minho yang masih memakai seragam sekolah karena dia baru pulang dari sekolahnya, minho merasa terkejut karena mamahnya lino tiba-tiba masuk dengan kasar.
"ada apa mah?" tanya minho gugup, karena mina memasang wajah yang menyeramkan.
"jawab saya jujur, siapa kamu?"
Minho terdiam dia sangat terkejut mendengar pertanyaan mamahnya lino.
"a-aku lino" jawab minho gugup.
"jangan bohong, saya udah tau semuanya, mana anak saya sekarang, DIMANA LINO?" bentak mina yang berapi-api.
Minho menunduk, ahirnya yang dia takutkan benar-benar terjadi mamahnya lino tau semuanya dan dia marah besar sekarang.
"jawab saya dimana anak saya?"
"di rumah saya, dia sama ibu"
"ibu siapa? Lino itu anak saya, dia lahir dari rahim saya dan saya yang membesarkan dia"
"lino itu adik saya dan saya minta maaf atas kesalahan ini, tolong biarkan ibu saya bertemu lino lebih lama dia sangat merindukan lino"
*Plakkk* mina menampar minho.
Minho merasa terkejut dan dia langsung memegang pipinya yang terasa perih.
"kamu sama ibu kamu itu benar-benar tidak tahu diri, kalo nanti ada apa-apa jangan salahkan saya karena kalian yang sudah memulai semua ini"
"sekarang kamu pergi dari sini, suruh lino pulang atau sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibu kamu" ancam mina.
"saya mohon tolong jangan lakukan hal jahat pada ibu saya"
"makanya sekarang kamu pulang, dan kembalikan lino pada saya, atau saya sendiri yang akan menjemput lino kerumah kamu"
"iyah, saya akan suruh lino pulang sekarang" jawab minho lemas.
"ya udah tunggu apalagi? Pergi sekarang" dengan lemasnya minho mengganti baju ke baju dia saat pertama kali dia ke rumah lino dan setelah itu dia segera pergi meninggalkan rumah itu.
Waktu semakin sore ailee dan lino sudah pulang dari namsan tower, sekarang lino sudah berada dirumahnya dia juga sudah berganti baju.
"ibu" panggil lino.
"iya anak ibu?"
"ibu sayangkan sama minho?" tanya lino.
Sana tersenyum lalu dia memeluk anaknya lino "maksudnya lino bu bukan minho" batin lino.
"iyah, ibu sayang sama kamu lino" ucap sana dan lino merasa terkejut karena ibunya menyebut nama lino.
Lino melepaskan pelukannya dan menatap ibunya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"ibu" panggil lino dan nada bicaranya sudah bergetar seperti mau menangis.
"ibu udah tau sejak dulu, kalo kamu itu lino" ucap sana lalu sana dan lino saling menangis dan lino kembali memeluk ibunya dengan penuh kehangatan.
"ibu kenapa jual lino bu?" tanya lino dengan tangisannya.
"ibu gak jual kamu sayang, ayah kamu meninggal saat kita terlilit hutang, saat ibu melahirkan kamu dan minho, mamah dan papah kamu yang bantu ibu membiayai semua biaya rumah sakit setelah persalinan kamu, dan saat kamu sama minho lahir dia meminta salah satu dari kalian, dia juga berjanji akan menyekolahkan kamu setinggi mungkin, ibu tau ibu tidak akan mampu mengurus kamu sama minho sekaligus, ibu juga tidak akan mungkin bisa menyekolahkan kalian jika kalian hidup bersama, dengan berberat hati ibu kasih kamu sama mereka dengan harapan kamu bisa tumbuh berkecukupan, bahagia dan bisa menjadi orang sukses, meskipun sukses kamu bukan untuk ibu tapi ibu akan bahagia melihat anak ibu berhasil, ibu harap kamu gaj marah dan benci sama ibu" jawab sama dengan tangisnya.
"lino gak mungkin marah sama ibu, lino sayang sama ibu juga sama bang minho, lino juga ngerti kenapa ibu kasih lino sama mamah dan papah"
Lino mengerti karena selama dia tinggal bersama ibunya dia benar-benar belajar banyak tentang susahnya hidup menjadi ibunya dan abangnya, mendengarkan teriakan orang yang menangih hutang setiap harinya, mendengarkan bullyan semua orang dan teman-teman disekolah karena miskin, bahkan tidak jarang orang yang berani bermain fisik padanya.
"makasih yah sayang kamu udah sayang sama ibu, ibu juga sayang banget sama kamu, ibu kangen sama kamu, setiap malam ibu selalu nangis sambil ngeliat foto kamu sama minho" ucap sana sambil mengelus-elus punggung anaknya itu.
"kamu jadi anak baik yah, jangan nakal lagi sekarang kamu udah besar belajar yang bener jadi orang sukses buat ibu, mamah dan papah kamu jangan buat mereka kecewa dengan sikap kamu, kamu hidup lebih beruntung dari pada minho kamu punya segalanya jadi kamu harus lebih baik dari abang kamu yah"
"iyah bu, lino janji lino gak akan nakal dan belajar yang baik supaya lino jadi orang sukses seperti yang ibu mau"
Setelah itu sana tersenyum dan mencium kening anaknya kemudia mereka berpelukan kembali, semenjak saat itu lino tau semuanya bahkan lino tau bagaimana kronologis ayahnya bisa meninggal dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Two Different Lives
FanfictionKetika seorang anak kembar yang terpisah bertemu kembali setelah bertahun-tahun, lalu mereka terjerat cinta segitiga, apa yang akan terjadi? Dan siapa yang akan mendapatkan cintanya? Lee minho & Kim ailee & Lee know
