Love Two Different Lives 20

711 100 13
                                        

Di malam hari yang cukup cerah lino berbaring di sofa ruang tv sambil main hp, dan tv yang menyala namun tidak ada orang yang melihatnya.

"lino" panggil mamah.

"iya mah?"

"mamah sama papah mau pergi sebentar yah, kamu mau titip apa?"

"minho mau pizza mah"

"yaudah nanti mamah beliin yah"

"iyamah, sama soda juga nanti minho ajak felix sama yang lain ke rumah"

"iyah, yaudah mamah sama papah berangkat yah"

"iya mah"

"awas jaga rumah yah, jangan nakal" ucap papah.

"iya pah kan lino udah gede" ucap lino lalu mamah dan papahnya lino segera pergi menaiki mobil mereka dan lino melanjutkan bermain hpnya.

•••

Minho masuk kedalam kamar ibunya dia penasaran kenapa ahir-ahir ini ibunya sering menangis sambil memegangi foto, tidak mungkin ibunya teringat terus pada ayahnya karena selama ini ibu tidak pernah terlalu berlarut-larut mengingat suaminya.

Lino duduk dan pandangannya tertuju pada kertas kecil atau foto yang berada di meja pinggir tempat tidur ibunya, disana menunjukan foto dua orang bayi yang sangat mirip.

"foto siapa ini?"

Minho membalikan foto itu dan dibelakang foto itu terdapat tulisan lalu minho membaca tulisan tersebut.

'lee minho & lee know ibu sayang kalian'

Seperti itu tulisannya "lino? Siapa lino?" batin minho sambil mengerutkan dahinya.

"apa gue punya kembaran? Tapi kenapa ibu gak pernah cerita soal kembaran gue? Terus dia kemana? Apa dia meninggal?" batin minho yang terus bertanya meskipun dia tidak mengetahui jawabannya.

Minho menaruh kembali foto itu ditempatnya dan dia langsung keluar dari kamar ibunya, dia takut ibunya melihat dia masuk kekamarnya.

•••

Sejenak lino berfikir untuk masuk kedalam kamar ibunya, dia harus segera tau semua faktanya dan dia yakin ibunya menyembunyikan sesuatau.

Lino membuka pintu kamar orang tuannya dan bersorak bahagia ketika tahu pintunya tidak dikunci, lino masuk dengan mudahnya dan menggeledah semuanya.

Sampai didalam sorog yang cukup besar minho menemukan tumpukan buku, dia mengambil salah satu buku dan sepertinya itu buku diari ibunya waktu dulu, minho tergerak untuk membukanya, jadi dia membuka buku itu dan membacanya.

'aku menulis untuk menceritakan semuanya pada buku ini, aku dan suamiku menikah sudah lama tapi kami tidak pernah dikaruniyai anak karena dokter memvonis ku mandul, aku sangat sedih mendengar semua itu, sampai ahirnya aku bertemu sana

Minho berhenti dan mencerna nama sana, dia semakin ingin tahu apa kelanjutan dari tulisan ibunya.

Dia wanita baik yang ditinggalkan suaminya, suaminya meninggal dengan keadaan dia sedang hamil tua dan perut yang sudah besar.

Aku dan suamiku menemukan dia kehujanan dan dia sedang kesakitah, kami mengantar dan menolongnya lahiran di rumah sakit dan membiayai semua lahirannya. Sampai ahirnya dia melahirkan dua orang bayi laki-laki yang kembar dan sangat tampan.

Love Two Different LivesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang