Love Two Different Lives 60

471 74 10
                                        

Ailee dan minho berjalan keatas menara namsan seoul dengan gembira, ketika sampai di atas ailee merasa senang bisa melihat kembali keindahan kota seoul bersama dengan kekasihnya, fikirnya.

"dulu kamu bilang ini tempat spesial bagi kamu, aku mau denger dong kenapa ini tempat spesial kamu" ucap ailee dengam senyumnya.

Minho terdia "aduh lino dulu ngomong apa emang?" batin minho.

"ini tempat spesial karena, karena, ini tempat yanh indah" ucap minho dan seketika ailee menghilangkan senyum manisnya.

"coba deh kamu liat, di atas sini kan indah banget jadi ini adalah tempat spesial bagi aku" ucap minho dengan senyumnya.

"iyah" ailee segera mengalinhkan pandangannya kepemandangan bangunan.

Flash back on

"iyah, ini tempat spesial karena aku datangnya sama kamu kesini" ucap lino dengan wajah penuh kebahagiaan dan tatapannya yang tidak mungkin bisa dilupakan.

Flash back off

"dulu minho jawab gitu, kenapa sekarang beda? Dia bukan minho pacarku" batin ailee.

Minho menatap ailee, dia tau yang dia ucapkan tidak sama dengan yang pernah lino ucapkan, tapi dia harus bagaimana dia juga bingung karena tidak tahu apa yang lino ucapakan.

"ay, kamu kenapa?" minho menatap ailee dan ailee menatap lino.

"tatapan itu bukan minho, aku tau bagaimana cara minho menatapku, aku tidak akan pernah melupakan tatapan itu, tapi kalau dia bukan minho lalu dia siapa? Dan dimana minho?" batin ailee.

"mungkin ini hanya perasaanku saja" batin ailee.

"ko bengong lagi sih?" tanya minho.

"eh, ngga ko, aku gak papa"

"yakin?"

"iyah"

"maaf yah kalo aku bikin kamu sedih"

"gak papa ko"

"oh iya, maaf juga kemarin aku batalin janji kita kesini karena ibuku tiba-tiba sakit pas pagi"

"ngga papa ho, aku ngertiin kamu ko"

"iyah makasih ya"

"iyah"

•••

Hari demi hari berlalu setelah kejadian kecelakaan pesawat yang ditumpangi lino dan mamahnya, jaebum setiap hari selalu menunggu dan menunggu di bandara kedatangan istri dan anaknya, namun setiap kali dia melihat nyatanya istri dan anaknya tidak pernah pulang, dia berharap setidaknya jasad mereka ditemukan meskipun mereka sudah meninggal.

Hari ini dia seperti hari-hari biasa menunggu para petugas menurunkan mayat-mayat yang telah ditemukan beberapa hari kemarin untuk diberikan pada keluarganya dan segera dimakamkan.

Ketika mereka sampai banyak orang yang langsung mengerubungi mayat itu, tidak ada yang satupun hidup disana sekitar 23 mayat manusia yang sudah ditemukan. Jaebum melihat-lihat lalu pandangannya tertuju pada mayat seorang wanita yang memakai jam tangan emas, itu adalah jam tangan milik mina yang dulu pernah ia kasih dan mina juga memakai jam itu ketika berangkat ke london.

"mina" ucap jaebum lalu menghampiri mayat itu dan wajahnya sudah sangat sulit dikenali, dia menangis sejadi-jadinya disana dia tau bahwa wanita itu adalah istrinya, dan istrinya sekarang telah meninggal.

Semua mayat itu segera dibawa ke rumah sakit untuk segera di otopsi dan segera dimakamkan oleh keluarga masin-masing. Jasad mina dibawa dengan peti dan segera dimakamkan oleh jaebum beserta keluarga dekatnya yang lain.

Banyak teman-teman lino juga yang hadir dalam pemakaman mina, dan mereka juga tahu bahwa lino mengalami kecelakaan pesawat dan bahkan sampai saat ini jasad lino belum ditemukan, hanya jasad ibunya saja yang sudah ditemukan.

Felix, hyunjin, changbin, bang chan, hanbin, june, yoyo, bobby, yezi, ryunjin, yeri, jennie, lisa, rose dan teman-teman sekelas lino yang lainnya mereka semua datang untuk melayat dan ikut mendokan kebaikan untuk lino yanh belum ditemukan dan mamahnya yang telah dimakamkan.

Mereka semua menangis terutama sahabat-sahabat lino, felix dan hyunjin saling berpelukan, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa lino pergi ke london hanya untuk pergi.

"gue masih gak percaya sama semua ini jin" ucap felix.

"gue juga lix, gue gak mau lino pergi secepat ini" ucap hyunjin.

"dia itu pencair suasana di anatar kita, kalo gak ada dia gak asik" ucap bang chan.

"linooo pulang kita kangen" ucap yeri.

"meskipun lo iti gila banget kalo lagi bareng sama kit, tapi lo itu tetep yang teristimewa, kita bukan stray kids tanpa lo no" ucap changbin.

"gue mau di ajarin buat soal matematika lagi no, waktu itu soalnya bener semua berkat lo pak yugyeom ngasih gue nilai B gak C lagi" ucap hanbin.

"no ayo kita main band lagi bareng di kelas" ucap yoyo.

"bareng gue juga no, kita ngeband pake galon, atau lo kentun kedalem galon kay waktu itu, gue rela lo kasih kentutnya ke si yoyo" ucap june.

"lah kenapa jadi ke gue?" tanya yoyo.

"kita ngegila dan ngebully anak-anak culun lagi yo no, tapi lo pulang yah gue sayang sama lo" ucap bobby.

"lo boleh buka baju gue buat nutupin cctv lagi no, gue ikhlas ko beneran, gue juga gak akan ngelaporin tempat bolos lo lagi, gue minta maaf" ucap jinyoung.

"wah berarti lo bener yang waktu itu ngelaporin kita?" ucap felix yang sudah emosi.

"kurang ajar lo, minta babak belur" ucap hyunjin.

"kita keroyok aja guys" ucap changbin.

"ampun-ampun gue kan udah minta maaf" ucap jinyoung.

"gak bisa maaf-maafan" ucap felix.

"guys guys udahlah, keluarga lino itu lagi berduka jadi kalian jangan berantem" ucap bang chan.

"tuh denger" ucap jinyoung.

"tau sih, lagi kaya gini aja masih sempet-sempetnya berantem" ucap jennie.

"gak waras semuanya juga" ucap yezi.

"untung bang chan yang ngomong, kalo bukan udah gue abisin lo" ucap hyunjin.

"udah jin udah" ucap bang chan lalu hyunjin dan yang lainnya kembali duduk dengan tenang.

Anak-anak yang lain ikut menangis, mereka semua yang datang memang anak-anak yang sehari-harinya dekat dengan lino di sekolah.

•••

Satu minggu sudah berlalu pencarian dihentikan dan masih banyak juga orang yang memang belum ditemukan keberadaannya termasuk lino, dan keluarga lino juga tidak mendapat kabar apapun tentang lino, mereka hanya mendapat kabar bahwa pencarian telah selesai.

Jaebum yang mendengar itu tentunya tidak terima, anaknya lino belum ditemukan dan mereka malah menyudahi pencarian itu, bagaimana mungkin dia bisa menerima semua ini, dia ingin melihat lino setidaknya jasadnya harus ketemu.

Jaebum mendatangi bandara incheon kembali setelah mendengar berita itu, dia mengamuk di bandara dan tidak terima atas keputusan pihak bandara, dia juga mau menuntut tapi apa boleh buat dia tidak bisa menuntut apapun karena ini memang sudah takdir yang maha kuasa.

Sekaras apapun dia berusaha menuntut pihak bandara tetap saja nyawa lino anaknya dan istrinya tidak akan pernah kembali lagi.

Sekarang yang perlu dia lakukan adalah mengikhlaskan, mengikhlaskan apa yang seharusnya sudah lepas dan pergi.

Love Two Different LivesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang