Klan Uchiha

14.4K 1K 27
                                        

Wush...Wush...Wush...

Bunyi Kunai yang Sarada lemparkan berhasil mengenai titik tengah dari targetnya sejak tadi.
Sarada mengatur napasnya yang ngos-ngosan karena tenaganya yang sudah terkuras habis untuk Berlatih.

Sarada menghampiri Sasuke versi muda, yang juga baru saja selesai berlatih, peluh keringat membasahi permukaan kulit lelaki itu, Karin berada disisi Sasuke, mencoba mencari perhatian lelaki itu.

Sarada geram, ia memutuskan untuk naik keatas salah satu dahan pohon, ia mencoba untuk mengamati sekeliling siapa tahu saja ada hal penting yang bisa membuat Karin semakin kesal.

Binggo...

Dari jauh Sarada melihat Sakura versi muda sedang berjalan bersama dengan Rock Lee, Ketika Sarada melihat seorang Shinobi dengan pakaian karet berwarna Hijau membuatnya langsung teringat pada Metal Lee teman satu akademinya.

Sarada melirik kearah dimana Karin berdiri, ia bisa melihat wajah datar Sasuke yang sama sekali tidak menanggapi segala tingkah laku Karin, sebuah ide muncul dalam otak gadis itu.

"Ah, tidak. apa aku salah lihat. Ternyata selain Nanadaime, Paman Rock Lee ketika muda juga mengejar-ngejar mama." Lirik Sarada pada arah Sasuke.

"Wah, paman Rock Lee ternyata sering sekali memperlihatkan kekuatannya pada mama. Ah, saat mereka berjalan berdua, mereka seperti sepasang kekasih. Kasihan sekali papaku menghabiskan masa mudanya untuk ambisi bodohnya" Ucap Sarada panjang lebar.

"Pa, kemari dan lihatlah sendiri. paman Rock Lee benar-benar lelaki yang pantang menyerah yah. Aku salut"

Sasuke melompat mendekati Sarada, Karin semakin kesal saja karena ulah Sarada sedangkan Sarada tertawa puas dalam hatinya.

'Sial, bocah itu  selalu menjadi pengganggu' batin Karin kesal

"Kau kenapa?!"

"Bukan urusanmu,-Baka"

Karin menjauh dari sana, meninggalkan Suigetsu yang baru saja datang. Sasuke menatap kearah dimana Sarada menatap tadi. Di sana ia melihat sakura sedang berbicara dengan Rock Lee, sepertinya gadis gulalinya itu sedang menahan kekesalan, wajahnya bahkan sampai memerah.

"Kau kalah, papa"

"Tidak. Buktinya kau berdarah Uchiha"

"Ck, aku bisa saja mengubah sejarah"

"Dan ku yakin kau tidak akan mau"

"Ck"

Angin bertiup sedikit kencang, Sasuke sangat ingin menghampiri Sakura namun apa bisa di kata, ia sudah ikatan yang sudah ia putuskan membuatnya harus berpikir 2x lagi, karena hanya ada beberapa orang yang tahu jika ia sedang berada di Konoha.

"Papa"

"Hn"

"Mengapa papa memiliki ambisi untuk balas dendam?"

"Maksudmu?"

"Papa berencana untuk membunuh paman Itachi-kan"

"...."

"Jangan lakukan itu,Pa...."

"Dimasa depan, nanti hanya tinggal aku dan papa yang uchiha. Jika paman terbunuh maka klan uchiha tidak akan bisa berkembang, mama belum tentu akan melahirkan bayi laki-laki jika hamil lagi"

Tujuan Sarada jika kembali ke masa lalu adalah untuk mencegah Sasuke papanya membunuh paman Itachi dan menyadarkan papanya lebih awal mengenai arti dari sebuah ikatan sehingga pertarungan antara Sasuke dan Naruto juga tidak akan pernah terjadi.

Seminggu sebelum mereka melakukan perjalanan waktu, Sarada sempat membaca salah satu seri buku Shinobi di perpustakaan Konoha, didalam buku itu menjelaskan bagaimana perjuangan Nanadaime, Naruto Uzumaki untuk membawa kembali temannya keluar dari kegelapan.

Meski namanya tidak disebutkan Sarada bisa tahu dengan muda hanya dengan melihat keadaan keduanya, ayahnya Sasuke kehilangan tangan kirinya, sedangkan Nanadaime hokage menggunakan tangan buatan di sebelah kanan.

"Apa yang kamu tahu tentang Uchiha?"

"Uchiha adalah klan yang paling bisa merasakan cinta dibanding dengan klan lain, semakin besar rasa cinta itu maka akan melahirkan kebencian dan menyalurkannya menjadi Sharingan"

"Cinta,yah?!"

"Benar. Maka dari itu jangan buang ikatan itu papa, jangan larut pada masa lalu, jangan membiarkan kegelapan mengambil alih dirimu"

"Paman adalah satu-satunya keluarga papa yang tersisa, aku yakin bahkan sampai sekarang paman selalu mengawasi papa dari jauh. Ku harap bisa bertemu dengan paman"

Akhirnya untuk sekian lamanya Sarada bisa mengutarakan keinginan kecilnya meskipun bukan pada ayahnya di masa depan. Sarada sering mendengar pembicaraan tentang Itachi pamannya.

Orang-orang mengatakan bahwa Itachi adalah ninja jenius, dan salah satu pengguna Genjutsu hebat, selain itu Itachi juga dikatakan sebagai pengguna Sharingan yang dapat menggunakan tsukuyomi.

merasakan waktu sedetik di dunia nyata berjalan hingga berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun lamanya ketika terjebak di dunia ilusi. Perbedaan waktu antara 2 dunia dan siksaan yang diterima dalam ilusi dapat menghancurkan pikiran lawan; membuat mereka koma atau bahkan tewas.

"Kau tidak bisa bertemu dengannya sekarang"

"Kenapa?"

"Karena kau bisa mengubah sejarah"

"Aku tidak masalah, tujuan ku memang seperti itu. Boruto dan yang lainnya juga seperti itu. Boruto ingin mengetahui bagaimana kisah cinta Nanadaime dan bibi Hinata sedangkan Inojin,Shikadai dan Cho-Cho ingin bertemu dan menghabiskan waktu dengan kakeknya"

"Tidak bisa"

"Bisa papa beri aku alasan yang masuk akal?"

"...."

Sasuke tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan Sarada. Ia hanya ragu untuk bertemu Engan Itachi lagi, karena takut jika sampai ia bertemu maka rasa benci, dendam, dan ambisinya untuk membunuh Itachi bisa muncul lagi.

Sasuke sampai kini masih begitu ingat malam dimana pembantaian klan uchiha dulu, malam dimana ia melihat tubuh kedua orang tuannya berlumuran darah di dalam rumah kediaman uchiha, malam dimana Itachi meninggalkan dia Konoha dengan sorot mata yang masih sedikit ia tidak mengerti  kala itu.

Itachi memang kakaknya orang yang begitu Sasuke hormati dan sayangi, serta orang yang mendorongnya dari belakang untuk memenuhi ambisi dan memiliki kebencian untuk menjadikan dirinya kuat, dan menyeberang kedalam kegelapan hanya untuk membalaskan dendam klannya.

Tbc

FROM FUTURE ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang