Boruto dan Sarada berjalan bersama menikmati suasana desa era Godaime, meskipun teknologi di zaman ini masih belum berkembang seperti di masa depan, yang membedakan mungkin jumlah penduduk yang berbeda. Di masa depan ada banyak penduduk dari desa lain yang memilih untuk bermigrasi ke Konoha setelah perang dunia Shinobi keempat berakhir.
Entah apa alasannya, yang Boruto tahu itu semua karena ayahnya. Setelah perang selesai ayahnya tiba-tiba memiliki banyak pengagum, orang-orang dari segala penjuru berbondong-bondong ingin bertemu dengan ayahnya. Padahal ayahnya tidak sendiri dalam berperang, ada Paman Sasuke dan Shinobi lain yang juga ikut membantu.
Boruto mengetahui itu dari ibunya, kata Hinata meskipun sudah memiliki banyak penggemar, sifat ayahnya tidak pernah berubah sedikitpun, ia tidak tinggi hati, dan seperti pandangan teman-teman ayahnya cocok dengan slogan Naruto tetaplah Naruto.
"Sarada," panggil Boruto.
"Ada apa?" tanya Sarada.
"Aku ingat kau pernah bilang akan memberi pelajaran pada pencipta jutsu mesum ku."
"Memangnya kenapa?"
"Apa kau akan percaya jika aku bilang Ayahku adalah pencipta jutsu tersebut."
"Nanadaime? Haha, itu tidak mungkin. Aku tidak akan percaya."
"Aku serius, jika tidak percaya tanya saja pada kak Konohamaru dia adalah komplotan ayahku."
"Hahaha, Kau pasti sedang bercanda Bolt."
"Yasudah, kalau kau tidak percaya. Yang jelas aku sudah mengatakannya padamu."
Sarada berpikir lagi, ia memang tidak tahu banyak tentang masa lalu Naruto, Papa dan Mamanya juga tidak pernah mengatakan tentang asal jutsu mesum yang menyebalkan itu. Bagi Sasuke, Naruto sudah seperti saudara, dan bagi Sakura, tentu Naruto adalah teman yang baik meskipun dulu sering membuatnya kesal.
Boruto dan Sarada tiba di sebuah tempat dekat dengan Hutan kematian. Teman-teman mereka serta teman ayah mereka juga ada. Shikadai menghampiri Sarada dan Boruto, Inojin dan Cho-Cho juga mengikuti Shikadai. Shikamaru menatap kelima genin itu dengan wajah khas malasnya, disampingnya ada Temari. Kunoichi dari desa Suna ini juga menampilkan wajah masamnya, sambil sesekali melirik ke Shikamaru.
"Mendokusein," helaan napas Shikamaru bisa didengar jelas oleh Temari.
Sementara itu Sai terlihat seperti biasa hanya berdiam diri dan sesekali bicara setelah membaca panduan di dalam buku. Chouji tetap sibuk dengan keripik kentangnya, Naruto Remaja sedang berusaha berbicara dengan Hinata yang pipinya sedang memerah saat ini.
Yang aneh sekarang adalah Sasuke Remaja, ketika tubuh dewasanya ada bersama dengan mereka ia akan banyak bicara seperti saat ia masih kecil dulu, dan ketika pria itu tidak berada disini sisi dinginnya kembali seperti semula. Tentu akan sedikit berbeda jika berurusan dengan Naruto dan Sarada.
Kelima genin itu berbalik badan dan memandangi Naruto serta yang lainnya, Mereka serentak membungkuk, "Terima kasih untuk semuanya."
"Ada apa?" Naruto remaja bertanya.
"Besok kami akan pulang, kekuatan papaku sudah pulih, selain itu kami sepertinya sudah terlalu lama meninggalkan Rumah," Sarada menjawab lalu melirik ke arah Sasuke Remaja.
"Begitu kah?"
Boruto mengangguk, "Ya, -ttebasan. Aku akui senang bisa menghabiskan waktu bersama kalian tapi aku punya kegiatan lain yang sudah menungguku."
'Patung wajah ayah pasti sudah merindukanku,' lanjut Boruto dalam batinnya.
Alis Sarada terangkat, melihat Boruto dengan senyum anehnya. Sementara itu Sasuke semakin dilanda kebimbangan, kepulangan Sarada dan lainnya apakah akan ada perubahan dalam hidupnya? Ia ingat pembicaraan yang pernah dia dengar bahwa dirinya yang dewasa bisa menghapus ingatan mereka.
Jika itu benar-benar terjadi apakah dendamnya pada Itachi akan kembali? Lalu kebenaran tentang Itachi, pertarungannya dengan Danzo, atau sesuatu yang ada di balik perkataan kedua orang dewasa itu, hilangnya ingatan tentang masa-masa bersama dengan teman-temannya lagi, yang paling buruknya ia harus kembali mengunci perasaannya pada gadis berambut soft pink yang berdiri tepat disampingnya saat ini.
"Itu, Sasuke-kun."
"Hn," gumam Sasuke sebagai jawaban.
Sakura bertanya, "Apakah Sasuke-kun juga akan pergi lagi?"
Sasuke diam untuk sejenak, "Aku tidak tahu Sakura, terlalu banyak hal mengejutkan belakangan ini."
"Begitu,yah? Tidak apa, Sasuke-kun. Pulanglah jika kau memang ingin pulang, Konoha tetaplah rumahmu."
"Terima kasih, Sakura."
Diam-diam tanpa Sakura sadari Sasuke tersenyum tipis, angin yang berhembus menambah keindahan pada Sakura. Sayang sekali Sakura tidak tahu tentang rencana penghapusan ingatan mereka. Sakura mungkin merasa setelah Sarada pulang, maka akan ada sedikit perubahan disini.
"Cukup. berhenti membuat wajah malas itu, Shikamaru," tegas Temari.
Tatapan Sasuke beralih pada mereka berdua, "Mendokusein, jika tidak suka maka jangan berdiri didekat ku," balas Shikamaru.
"Kau..."
"Apa!? Mau menggunakan kipas mu lagi? dasar perempuan merepotkan."
Kedua alis Temari terangkat, padahal dirinya saja belum selesai bicara tapi pemuda itu sudah menyela ucapannya. Jadi sebenarnya yang merepotkan itu dirinya atau justru Shikamaru seorang Jenius yang seringkali suka mengeluh dengan umpatan khasnya Mendokusein.
Sai datang menghampiri Shikamaru lalu berbisik, "Kau seharusnya tidak berkata seperti itu, perempuan sangat sensitif, dia mungkin sebentar lagi akan mengamuk."
Alis Shikamaru terangkat, senyum malasnya terpampang. Ia melirik ke arah Sai, "Kau terlalu banyak menghayal."
"Tapi dibuku menuliskan hal seperti itu."
"Kau berbicara sesuai isi buku? Kau jauh lebih merepotkan darinya," Shikamaru berjalan agak jauh dari Sai.
"Eh, apa maksudnya?" kata Sai tidak mengerti, ia hanya mencoba untuk membantu Shikamaru.
Sementara Inojin yang melihat ayahnya seperti itu memukul pelan dahinya. 'Untung saja kebiasaanya tidak berlanjut hingga dewasa. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi,' batinnya.
Inojin, dan Shikadai geleng-geleng kepala melihat orang tua mereka. Yang terlihat biasa saja disini hanyalah Cho-Cho dan Chouji, interaksi mereka hanya terpusat pada Kalori. Boruto sibuk berbicara dengan Neji, Naruto remaja dan Hinata, sedangkan Sarada bersama dengan Sakura dan Sasuke. Hanya ada pembicaraan ringan diantara ketiganya.
TBC
Udah pada tau tentang kebijakan baru Jepang belum gaes?
Jujur ni yah, jadi greget sendiri mau buat fanfic tentang Anime, takut kalau salah langkah bisa kena sangsi. Katanya sih mulai berlaku di Januari depan, cuma dari bulan Oktober nanti udah mulai pengecekan/pengoperasian atau apalah itu author lupa.
Terima kasih sudah membaca From Future.
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfiction👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
