Naruto terus memberi serangan pada pain yang ada dihadapannya saat ini, di wajah Naruto terukir jelas seberapa marahnya ia pada kelompok Akatsuki itu. Boruto terus melihat bagaimana ayahnya bertarung, tersirat rasa khawatir dalam diri genin muda itu.
"Futon: Rasen Shuriken...." Ucap Naruto
Boruto terkejut melihat jutsu yang dikeluarkan oleh Naruto, ia kagum melihat sosok ayahnya di masa muda. Di umur 16 tahun ayahnya sudah bisa membuat bentuk lain dari rasengan yang memiliki daya hancur yang besar melebihi rasengan biasanya.
"Naruto-kun"
Timbul semakin besar rasa khawatir dan takut di wajah Hinata, ia menggenggam erat tangannya dan berharap agar Naruto baik-baik saja.
Naruto menyerang seperti ingin membabi-buta keempat paint yang ada di depannya, jurus yang Naruto keluarkan tadi melesat dengan cepat. Para pain mencoba untuk menghindar dari serangan,mereka melompat ke udara namun itu tidak membuat mereka selamat.
Salah satu dari paint terkena jurus Naruto, pain perempuan itu melompat menjauh dan merapalkan jutsu pemanggil. Muncullah beberapa hewan kuchiose raksasa yang terus menerus menyerang. Ketiga katak raksasa yang membantu menyerang para pain pun kini terlempar jauh karena jutsu shinra tensei.
"Naruto-kun, dia bertarung sendirian?" ucap Hinata, yang hendak membantu Naruto.
"Tidak, nona Hinata" cegah Ko
"Tapi Naruto mempertaruhkan nyawanya untuk desa kita!"
"Jika kau masuk dalam pertempuran kau hanya akan mempersulitnya, dan membuatnya dalam bahaya!" Kata Ko lagi. Bibir Hinata semakin bergetar hebat ia mengepalkan tangannya lebih erat dari yang tadi.
"Naruto-kun" ucapnya.
Boruto mendekati Hinata dan memeluknya sambil masih memandang kearah Naruto yang sedang bertarung dengan pain. Boruto melihat sudah ada empat pain yang tumbang karena serangan dari ayahnya. Hanya tersisa dua lagi di hadapan ayahnya.
"Tou-san pasti akan baik-baik saja"
Ditempat pertarungan.
"Kau benar-benar kuat, ini adalah kesakitan pain yang benar-benar mendorong. Namun, Banshou Tenin" ucap salah satu pain
Pain tersebut menggunakan jurus tarikan yang kuat sehingga membuat tubuh Naruto mendekat otomatis pada mereka. Salah satu dari pain yang tersisa menangkap Naruto dan mengunci pergerakannya.
"Itu cukup. Jangan khawatir aku tidak akan membunuhmu,kau adalah jinchuuriki yang berharga" ucap pain tersebut
"Hah, tidak sakit sama sekali. Jangan meremehkan mode Sanninku! Sekarang giliran ku untuk...."
"Kau benar, itu masalah."
'apa yang terjadi, aku kehilangan kekuatan.... Aku mengerti orang ini menyerap Cakra senjutsu dariku!' batin Naruto.
"Penangkapan Kyubi diselesaikan"
Tuan Fukasaku dan Shima istrinya sudah selesai mengumpulkan chakra kembali. Hinata sekarang menggunakan byakugannya untuk melihat keadaan Naruto, Boruto juga sudah mengepalakn tangannya seperti Hinata tadi.
""Kau masih belum menagkap ku"
"Tetap bertahan, iya bukan?"
Tanpa disadari oleh pain Naruto sedang menyerap energi dari alam secara berlebihan.
"Kau akhirnya menyerahkan?"
"Masih belum, kau tahu energi alam sangat sulit dikendalikan"
Pain yang mengunci pergerakan Naruto pun akhirnya hancur lebur karena terlalu berlebihan menyerap energi alam. Pain yang ada di depan naruto sedikit terkejut dengan hal itu.
Tuan Fukasaku yang sudah selesai menyerap energi, akhirnya mencoba untuk melakukan Genjutsu pada pain namun sayang ia kalah cepat. Pain menarik tuan Fukasaku dan menusukkan batangan besi padanya. Naruto mencoba untuk menolong tuan fukasaku namun sayang ia kalah cepat dan akhirnya terjatuh ke tanah.
"Kurang ajar" kata Naruto yang bangkit dan menyerang pain
"Banshou Tenin"
Naruto tertangkap oleh pain, ia di lempar ketanah dan kedua tangannya di tusuk dengan batangan besi hitam. Naruto merasakan ada sesuatu yang mengendalikan pain ini dari jauh.
Hinata semakin merasa gusar melihat keadaan Naruto yang terpojok.
"Apakah ini.sudha sedikit menjinakkan mu, Kyubi?"
"Apa yang kau!? Apa yang kau inginkan?! Mengapa kau melakukan semua ini?!"
"Mengapa kau bertanya? Hal selalu terjadi tanpa peringatan dan alasan menjadi jelas setelah itu. Situasi ini...mungkin kau akan menjelaskan padamu. Kau bertanya mengapa aku melakukan semua ini. Bahkan jika aku katakan aku ragu itu tak akan mengubah apapun. Bagaimana kalau kita berdiskusi sedikit?"
"Dari mata Naruto terpancar jelas kebencian pada sosok pain yang ada di depannya sekarang. Ia tidak tahu alasan apa yang membuat pain menghancurkan Konoha, ia hanya tahu bahwa anggota Akatsuki sedang mengumpulkan para biju dan jinchuuriki.
"Siapa yang mau berdiskusi denganmu, -ttebayo"
"Ah, baiklah. Sepertinya kau keras kepala juga, apa kita pergi sekarang?"
"Kau, sebenarnya apa tujuan mu? Mengapa kau melakukan semua ini? Mengapa kau menghancurkan desaku?"
"Karena desa ku juga dihancurkan oleh Shinobi Konoha seperti ini. Kau tidak akan pernah bisa memahami dunia yang kejam ini."
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Aku menginginkan perdamaian"
"Perdamaian? Apakah dengan menghancurkan desa dan mengorbankan banyak nyawa kau bisa menemukan perdamaian"
"Kalau begitu, katakan padaku dimana letak perdamaian itu? Jiraya sensei yang merupakan salah satu dari tiga sanin legendaris juga tidak bisa memberi aku jawaban"
"K-kau....."
.. TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfiction👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
