Seseorang sedang berlari di koridor kantor hokage dengan tergesa-gesa, ia harus segera mungkin menemui Godaime dan melaporkan tentang serangan yang tiba-tiba terjadi di desa Konoha.
Naruto juga sampai sekarang masih berlatih di gunung Myoboku. Hinata menghabiskan waktunya bersama dengan Boruto, mereka begitu dekat dan orang-orang terkadang menganggap mereka seperti sepasang kakak adik karena kemiripan wajah mereka meski tentu saja Naruto masih lebih mendominasi di wajah Boruto terutama karena rambut kuning, mata biru dan garis di pipinya.
"Godaime...."
Brrakk....
"Ada penyerangan dari kelompok Akatsuki mereka sedang mencari Naruto"
"Buat beberapa devis untuk Segera mengevakuasi penduduk ke tempat yang aman dan perketat penjagaan, panggil para anbu."
"Baik"
Shinobi tersebut segera keluar dari ruangan dan bergegas untuk menjalankan perintah Godaime. Tsunade menatap keluar jendela kantornya, dan mengamati desa yang telah dibangun dan diwariskan oleh kakeknya Shodaime Hokage, Hashirama Senju.
"Shizune, segera kirim pesan pada Fukasaku-sama"
"Baik"
'aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti kalian menghancurkan segala warisan kakek ku'
Tsunade keluar dari ruangannya dan segera menuju keatas atap kantor hokage, dilain tempat Boruto dkk.a sedang berjalan di sekitar akademi. Dengan tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara ledakan yang tidak jauh dari lokasi mereka.
"Ada apa ini,-ttebasan"
"Sepertinya ada ledakan" ucap Shikadai
"Ayo kita periksa" ajak Sarada
"Apa kau gila, kita hanya terdampar di masa ini jangan mencari masalah Sarada"
"Aku tahu, tapi aku tetaplah Shinobi dan calon hokage kelak. Tak masalah jika kalian tidak mau aku akan pergi sendiri"
"Tapi Sarada...."
"Ayo Cho-Cho, kau akan ikut bersama ku"
"Hei kalian berdua...." Teriak Inojin
"Bagaimana sekarang?"
"Mari kita ikuti mereka saja" saran Boruto
"Hah, mendokusein"
Boruto, Inojin dan Shikadai akhirnya mengikuti kedua temannya. Boruto melihat sudah ada banyak tempat yang hancur karena ledakan itu, matanya menangkap seorang anak laki-laki seusianya dengan syal biru di lehernya.
"Konohamaru Niichan..."
"Ada apa Boruto?"
"Aku melihat Konohamaru Niichan sedang mengejar seseorang, mari kita ikuti"
"Lalu Sarada dan Cho-Cho bagaimana?"
"Sarada memiliki kekuatan monster, dia pasti akan baik-baik saja"
"Hah..."
Mereka berbalik arah dan mengikuti Konohamaru yang saat itu masih gienin seperti mereka, ia mengejar seseorang dengan Juba berwarna hitam merah, meski dari jauh ia bisa melihat wajah orang itu bertindak, rambutnya berwarna oranye seperti warna khas Naruto.
Dari jarak yang sedikit jauh mereka juga melihat ada seorang Shinobi yang sedang mencoba melawan orang berjubah tadi. Orang yang sedikit asing Dimata mereka, namun seperti pernah mereka lihat tapi entah dimana.
"Cepat katakan, dimana Uzumaki Naruto berada".
"Sudah aku bilang, orang yang kau cari sedang tidak berada di desa"
"Jangan bohong. Cepat katakan jika kau ingin selamat, dimana jinchuuriki Kyubi itu berada"
Mata Boruto semakin melebar saja, ia kaget mendengar orang-orang berjubah hitam merah itu mencari keberadaan ayahnya. Hal yang dirasakan oleh Boruto juga di rasakan oleh teman-temannya.
"Ayahku pernah berkata bahwa Nanadaime selama hidupnya di incar oleh Akatsuki sebuah kelompok yang mengincar bijuu untuk di jadikan kekuatan mereka dan hal itulah yang memicu perang"
"Ah, benar. Mugen Tsukuyomi, yang artinya mimpi yang berkepanjangan, aku juga mendengarnya dari ibuku. Mimpi ibuku saat itu diperebutkan oleh Ayah dan paman Sasuke"
"Hahaha, mimpi ayahku justru soal perempuan dan disana on buku juga muncul"
"Kalau ibuku bermimpi menjalin hubungan dengan ayahku, dan disana paman Neji masih hidup"
" Lalu Nanadaime mimpi apa?".
"Ayahku tidak terkena Mugen tsukuyomi"
"Benar juga, lupakan percakapan kita lihat kedepan"
Di depan mereka melihat Konohamaru yang mencoba melawan pain, ada juga sebuah patung aneh yang sama sekali belum pernah mereka temui, patung aneh itu menyerap jiwa seorang Shinobi yang ada disana. Konohamaru mencoba membuat rasengan dan melawan pain sekuat tenaganya.
"Aku adalah cucu hokage ketiga, dan murid dari Naruto Niichan, yang akan menjadi hokage kelak tidak akan aku biarkan kalian, terima ini..... Rasengan"
"Sukhoi, Konohamaru Niichan"
Dari jarak yang jauh Sasuke dan tim Taka mengamati Konoha yang sudah mulai hancur, gedung-gedung yang roboh dan banyak mayat yang sudah berserakan. Mata Sasuke fokus pada seorang anak perempuan, Sarada dan Cho-Cho temannya.
Kedua gadis itu sedang melihat pertarungan antara Tsunade dan beberapa paint dari jarak yang sedikit jauh, ia ingin kesana dan membawa pergi Sarada namun sayang bisa saja ia akan menjadi pusat perhatian karena dirinya Yangs udah lama meninggalkan Desa.
Pertarungan terus terjadi hingga pada titik yang rendah, Konoha sudah hancur lebur, Sasuke melihat Kakashi mantan gurunya di tim tujuh sudah tidak bernyawa lagi, ada pula sakura yang sudah menangis dan seperti putus asah. Sakura berlutut, Sasuke ingin menghampiri gadis gulali itu namun ia tidak bisa.
"NARUTO....." Teriak Sakura
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Sasuke seperti ingin copot saat itu juga, ketika mendengar sakura memanggil nama Naruto bukan namanya, ia semakin sadar bahwa sudah banyak waktu yang ia buang untuk memenuhi ambisinya, khususnya waktunya dengan sakura yang selalu setia menunggunya setiap saat.
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfiction👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
