Shikadai, Inojin dan Cho-Cho duduk di sebuah kedai makan yang baru selesai dibangun. Cho-Cho sibuk menghabiskan makannya, Inojin sibuk dengan alat lukis milik ayahnya dan Shikadai yang sedang memangku dagunya sambil sesekali melirik teman satu timnya itu.
"Huh... Mendokusein," helaan napas Shikadai membuat Inojin dan Cho-Cho menghentikan kegiatan mereka. Keduanya memandangi Shikadai, untuk menanti kalimat apa lagi yang akan keluar dari mulut pemuda rambut nanas itu.
Alis Inojin mengkerut, "Ada apa? Apa kau sedang bosan?" tanyanya.
"Inojin, hidup Shikadai itu memang membosankan, dia tidak pernah bisa menikmati enam mangkok ramen sepertiku."
"Ck, aku tidak sepertimu yang bisa menghabiskan lebih dari enam mangkok ramen, itu akan membunuhku."
"Ya, Dengan tubuh gemuk mu itu kau akan terkesan rakus tau," tambah Inojin.
"Anak seumuran kita harus banyak makan, itu baik untuk pertumbuhan. Saat aku gemuk seperti ini aku sudah terlihat lebih besar dari kalian, ketika aku kurus dan langsing aku pasti akan semakin terlihat tinggi dan kalian berdua akan terlihat seperti adikku saat kita jalan bersama," Cho-Cho mulai menjelaskan.
"Habiskan dulu makan mu, itu tidak sopan saat kau makan sambil berbicara."
"Aku tahu, tidak usah mengingatkanku."
"Huh, Aku seharusnya memilih ikut Boruto tadi," ucap Shikadai dengan malas.
Genin berambut nanas itu memangku dagunya, sesekali ia menghela napas dan menguap. Shikadai berasumsi kemalasannya yang menjadi-jadi ini akibat ulah ayahnya, seorang pemuda yang dimasa depan akan menjadi asisten hokage yang di masa mudanya selalu mengeluh karena hal kecil.
Sudah sekitar 3 jam Shikadai dan kedua rekan timnya berpisah dengan Boruto. Tadinya mereka hanya bertemu si jalan, dan Boruto mengatakan pada mereka kalau tepat pukul 12 siang nanti mereka akan berkumpul di hutan kematian.
Kekuatan mata Sasuke membaik, Entah apa yang akan menunggu mereka di masa depan. Yang jelas bagi Shikadai kipas ibunya pasti sedang menunggunya dan akan segera melayang kearahnya. Ayahnya sekarang pasti sedang menderita, ketika mereka kembali Shikadai akan meminta maaf pada ayah dan ibunya, karena sudah membuat mereka khawatir.
"Cepat selesaikan makan mu, kita harus mencari Boruto dan Sarada," kata Shikadai.
"Baik-baik, ini sudah suapan terakhirku."
"Tapi kemana kita akan mencari mereka berdua? Sarada sepertinya sibuk menghabiskan waktunya bersama dengan pamannya. Aku sebenarnya ingin menghabiskan waktu singkat ini bersama kakek dan nenekku tapi ibuku pasti akan ada disana dan memelukku terus," ucap Inojin
"Ya, keuntungan kita di perjalanan waktu kita bisa bertemu dengan kakek dan nenek kita. Tapi, aku justru tidak menyangka sifat kakekku tidak berbeda jauh dengan ayahku," tambah Shikadai
"Ya, dan sifat merekapun di warisi padamu," ucap Cho-Cho, yang berjalan untuk membayar makanannya.
"Ck, -mendokusein."
"lihat, Itu persis seperti paman Shikamaru."
"Sudahlah, Ayo pergi..."
Shikadai berjalan lebih dulu di susul oleh Inojin dan Cho-Cho. Ketiganya masih belum memiliki tempat tujuan, sekarang sudah pukul 10 siang. sisa dua jam lagi waktu mereka di masa ini, tidak lama mereka berjalan dihadapan mereka di hadang oleh 5 orang yang tidak lain adalah, Shikamaru, Ino, Chouji, Sai dan juga Sakura.
"Ayah, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Shikadai.
"Ibu, jangan bilang kau disini hanya untuk memelukku lagi?"
"Ayah, kalau kau mau mentraktir aku makan ramen aku tidak akan menolak."
"Tidak, kau makan saja setelah tiba di masa depan," tolak Chouji yang sedang makan keripik kentang.
Shikadai dan Inojin menatap ke arah Cho-Cho, padahal gadis itu baru saja selesai makan tadi. Shikamaru menghela napas, lalu mendekati Shikadai. Ia memegang kedua pundak bocah genin itu, lalu menatap mata Shikadai.
"Apa kau tidak ingin menghabiskan waktu denganku? Kau akan pulang siang ini."
"Ayah, kau belum menjawab pertanyaanku tadi."
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan merepotkan itu."
"Aku juga tidak perlu menjawab pertanyaan merepotkan ayah."
"Kenapa?"
"Karena di masa depan, ayah masih hidup."
"Lalu bagaimana dengan kakek dan nenekmu?"
Shikadai diam, tidak seperti Boruto dan Sarada, Shikadai sangat berhati-hati dalam menjawab setiap pertanyaan yang di berikan padanya, terutama jika itu pertanyaan sensitif seperti hidup dan mati setiap orang yang mereka kenal, dan juga mengenai perang yang akan segera mereka hadapi.
"Ibu, lepaskan aku. Aku bukan anak kecil yang selalu ingin di peluk, aku laki-laki bu, ini akan membuatku malu karena tatapan banyak orang."
"Kau akan segera kembali, biarkan aku memelukmu."
"Ino, lepaskan saja dia. Berdasarkan isi buku yang aku baca anak laki-laki akan meraja malu dan terkesan sangat manja jika ibunya memeluknya di depan umum," ucap Sai yang baru saja menutup buku bacaannya.
"Itu... Apa kalian tau dimana Sarada?" Sakura tiba-tiba bertanya.
Tiga genin itu memandang ke Sakura, "Tidak bibi, kami juga baru akan mencari mereka. Kata Boruto Sarada sedang berlari bersama pamannya," jawab Cho-Cho.
"Begitu yah..."
"Mungkin kita bisa mencari mereka bersama, waktu kami juga tinggal satu setengah jam lagi, masih ada sedikit waktu untuk bercerita nanti," ucap Cho-Cho.
"Baiklah, kalau begitu mari kita temui Hinata dulu. Aku belum melihatnya sejak pagi tadi," ucap Sakura.
"Kalau begitu kalian para gadis pergi menemui Hinata, dan kami akan menunggu kalian di atas monumen Hokage," kata Shikamaru.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu. Kita akan bertemu disana." ucap Ino.
Dua kubu berbeda gender itupun terpisah, para gadis menuju ke kediaman Hyuga sementara para pemuda segera menuju ke monumen Hokage. Inojin berjalan bersampingan dengan Sai, sebenarnya kebiasaan Sai yang kadang berbicara berdasarkan isi buku membuatnya agak terkejut, tapi setidaknya kebiasaan ayahnya itu tidak terbawa ke masa depan dan yang paling penting tidak menurun pada dirinya. Inojin tidak akan bisa membayangkan bagaimana kesehariannya di masa depan jika ia mendapatkan kebiasaan seperti itu dari ayahnya.
TBC
Terima kasih sudah membaca fanfiction ini
Semoga kita semua selalu sehat
Jangan lupa untuk selalu tersenyum
Walaupun kita juga gak tahu apa yang akan terjadi di masa depan (manga Boruto)
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfic👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
