Target Akatsuki

9.5K 756 7
                                        

Sarada berjalan di sepanjang lorong markas Akatsuki dengan sangat berhati-hati. Tempat ini memiliki banyak ruangan mirip seperti markas milik Orochimaru di masa depan, ia terus memeriksa dengan hati-hati setiap ruangan yang ada. 

Sarada tiba di suatu ruangan yang sangat luas, mirip seperti pusat dari segala ruangan, ia tahu itu karena di tempatnya sekarang Sarada melihat ada beberapa lorong lain yang entah akan membawanya kemana jika ia memilih untuk berjalan kesan.

Dari jarak yang cukup jauh meski dengan bantuan kaca mata ia mampu melihat ada beberapa orang yang berjubah sama seperti ketika ninja yang menangkap mereka tadi. Salah satu diantaranya menarik perhatiannya.
.
Seorang dari mereka yang memiliki wajah  yang keriput, mirip seperti mendiang kakeknya, Fugaku Uchiha. Rambut orang itu juga panjang, dan di ikat ke belakang, ada pula ninja dengan wajah yang aneh mirip seperti Hiu sedang membawa pedang.

Sarada mencoba mendekat agar bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Aku tidak percaya, pain Nagato bisa kalah dari si monster Kyubi itu"

"Dia terlalu terburu-buru dan tidak sabaran"

"Sekarang bagaimana? Aku dengar adikmu sedang menjadi buronan tingkat S"

"Dia hanya adikku yang Payah, biarkan saja. Aku akan melanjutkan pengawasanku terhadapnya nanti"

"Itachi, kau sudah kembali?"

Deg

Sarada yang mendengar nama Itachi lantas terkejut. Laki-laki yang mencuri perhatiannya adalah Pamannya sendiri, Uchiha Itachi kakak dari Ayahnya sendiri.

"Tobi"

"Wah, kau hebat juga bisa menangkap tiga ekor sekaligus"

"Diam, apa yang sedang kalian lakukan?"

"Aku dan Deidara Senpai sedang mencari seorang gadis tawanan kami, dia baru saja kabur dari pengawasan kami"

"Apa kalian melihatnya?" tanya Deidara

"Sama sekali tidak, kami baru saja tiba beberapa menit lalu" jawab Hidan

Itachi diam, ia merasakan sedikit chakra milik adiknya disini tetapi berpikir kembali, Sasuke pasti akan langsung menyerangnya jika ia benar-benar ada di sini. Itachi tahu hal itu, dirinya sendirilah yang menarik Sasuke masuk ke jalan yang bernama kegelapan untuk mencari kekuatan.

"Sekarang empat jinchuuriki sudah kita dapatkan, berikutnya siapa lagi?"

"Ekor delapan bagaimana?"

"Hal itu sudah di urus oleh tim adiknya Itachi"

"Bagaimana jika ekor sembilan, ia belum bisa mengendalikan kekuatannya bukan?"

"Kita bagi saja, aku dan Itachi akan mengurus Kyubi dan kalian mengurus yang lainnya"

"Bisa, menurut legenda Sharingan bisa dengan muda mengendalikan Kyubi"

'Tidak Nanadaime dalam bahaya aku harus segera keluar dari sini, astaga dimana Cho-Cho?' batin Sarada

Sarada pergi dari sana dan akan menuju ke tempat mereka di sekap tadi. Itachi yang masih merasakan chakra milik Sasuke langsung pergi meninggalkan yang lain dan mencari asal aliran chakra itu.

Itachi tiba di sebuah ruangan, aliran chakra itu semakin kuat saja, Itachi tau sebentar lagi ia akan bertemu dengan adiknya, atau mungkin ini sudah saatnya ia mati di tangan Sasuke seperti yang adiknya katakan dulu ketika ia dan Hidan mau menangkap Naruto dulu.

"Cho-Cho, ayo kita pergi dari sini. Nyawa Nanadaime sedang dalam bahaya"

"Uhm, Sarada. Tapi aku lapar dan haus, mereka tidak mau membawakan aku makanan"

"Di masa ini mana ada Hamburger, Cho-Cho. Kau meminta yang aneh-aneh saja"

"Tapi, aku harus mengisi tenagaku jika tidak aku tidak akan bisa berlari"

"Berlari? Memangnya kemana kalian akan pergi?" tanya Itachi tiba-tiba

"Gawat, kita ketahuan"

Itachi menatap kedua bocah genin di depannya itu, menunggu jawaban dari mereka. Salah satu di antara mereka yang bertubuh gemuk hanya memandangi dirinya dengan tatapan aneh, dan yang satunya lagi justru sebaliknya, terlihat memiliki rasa takut namun juga memiliki kerinduan.

"Hei, Sarada. Bukankah wajahnya mirip dengan wajah mendiang kakek mu?"bisik Cho-Cho

"Dia Uchiha Itachi, pamanku" kembali Sarada berbisik juga

"Hei, kalian berdua. Terutama kau, bocah berkaca mata merah. Apa yang kalian lakukan disini dan mengapa jenis chakra mu mirip dengan adikku tetapi aja jenis chakra yang lain pula dalam dirimu"

"Kami,Uhm... Ditangkap oleh si rambut kuning, si pria bertopeng dan si wajah bayi tadi"

"Lalu Kau?" tanya Itachi sambil melirik kearah Sarada

"A-aku... Bagaimana aku akan menjelaskan yah? Intinya aku memiliki hubungan denganmu suatu hari nanti"

"Hubungan? Dari desa mana kalian berasal?"

"kami dari Konohagakure" 

Sarada sekarang harus berhati-hati dulu dengan pamannya di era ini, ia tidak bisa mengatakan hal lebih bahwa ia berasal dari masa depan dan menjadi anak dari Adiknya sendiri, bahkan mengatakan bahwa ia akan mati di bunuh oleh Sasuke,ayahnya.

Sepertinya ini memang belum saatnya, mungkin nanti ketika ia menemukan Sasuke dan mempertemukan ayahnya di masa ini dengan Pamannya sediri lalu memecahkan masalah diantara mereka. Ah, tidak. Lebih tepatnya ia akan memaksa Itachi untuk menceritakan segala kebenaran yang memang terjadi sesaat sebelum pembantaian klan Uchiha.

"Paman, boleh aku minta makan? Apa kau tidak iba melihat anak kecil seperti kami sedang kelaparan?"

"Mengapa aku harus mendengarkan,mu?" tanya Itachi

'Tentu saja, karena anak perempuan berkaca mata ini adalah....hhmmpt" ucap Cho-Cho namun mulutnya di bungkam oleh tangan Sarada sebelum ia menyelesaikan ucapannya.

"Hehehe, diamlah Cho-Cho, jangan bicara lagi" bisik Sarada

Itachi mengangkat salah satu alisnya, melihat tingkah kedua genin di depannya ini. Perhatian utamanya di rebut oleh Gadis berkacamata merah, bernama Sarada. Gadis berambut hitam dan memiliki kemiripan dengan Sasuke ketika genin dulu, terutama di bagian matanya. Itachi jadi teringat dengan sosok adiknya dulu yang selalu merengek meminta ia untuk melatih dirinya ketika ia sedang memiliki waktu luang.



TBC

Seperti yang author bilang Minggu lalu FF akan update setiap akhir pekan di hari Sabtu/Minggu.

🙏🙏🙏

FROM FUTURE ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang