Naruto kembali

11.5K 888 13
                                        

Sarada menghela napasnya dengan berat, ia jadi terpisah dari Cho-Cho karena di bawa paksa oleh Sasuke menjauh dari lokasi yang rawan itu. Sasuke menggenggam erat tangannya, bibirnya bergetar hebat mendengar teriakan Sakura beberapa menit yang lalu. Sarada hanya menatap ayah versi mudanya itu dengan satu alis terangkat. Jujur saja ia juga sedikit kaget karena teriakan mamanya yang memanggil Nanadaime versi remaja dibandingkan dengan memanggil nama ayahnya.

Yah meskipun saat kejadian itu ayahnya Sasuke tidak berada di Konoha, tapi sekarang kan berbeda. Sakura mamanya, sudah bertemu kembali dengan Sasuke secepat ini bahkan ada beberapa kali mereka menghabiskan waktu bersama meski itu hanya di kediaman uchiha yang sudah tidak terawat lagi.

Setelah nama Naruto disebut oleh Sakura tiba-tiba di tengah-tengah Konoha yang sudah hancur lebur dan telah menyatu dengan tanah akibat ulah pain muncul sebuah gumpalan asap dengan irama khas yang sering terdengar ketika Jiraya muncul bersama para katak.

Asap itu semakin menipis dan memperlihatkan tiga katak raksasa dengan kuchiose katak yang sering di panggil oleh Jiraya dan Naruto ketika berada dalam keadaan terdesak. Di atas katak tersebut ada katak lain yang juga ikut bersama dengan Naruto yang membawa gulungan di belakangnya dan tuan Fukasaku beserta istrinya.

"Wah, itu Nanadaime dan tiga katak lainnya. Aku pernah membaca di sebuah buku karangan di perpustakaan Konoha" ucap Sarada

"..." Sasuke terdiam melihat kedatangan Naruto bersama para katak.

Disisi lain Naruto sedang mengamati sekitarnya, ia sedikit heran dengan tempat dimana mereka berada sekarang.

"Ada dimana kita sekarang?" tanya Naruto masih belum sadar.

"Apa kita tidak salah tempat?" ucap tuan Fukasaku

"Ini adalah desa daun tersembunyi" ucap Shima, istri Fukasaku

Desa daun tersembunyi adalah nama lain dari desa Konoha. Mendengar itu sontak membuat mata Naruto terbelalak.

"Apa yang kamu maksud nenek Shima?" Tanya Gamabunta

"Lihatlah sekitar.... Dan sudah jelas siapa yang melakukan ini" ucapnya, membuat mata Naruto semakin memanas.

Tsunade yang baru sadar dengan apa yang dia lihat mengamati sekitarnya.

"Apa ini?" Ucapnya dengan bibir yang bergetar hebat

"Kamu tidak akan lolos dengan rasa sakit ini,Pain!"

Shinobi yang berada dekat dengan Tsunade kaget melihat tanda Byakugou yang ada di dahi Tsunade sudah hilang, wanita itu sudah kehilangan banyak Cakra karena memanggil Katsuyu, kuchiose siput miliknya.

Di lokasi Cho-Cho, gadis itu melihat Chouji papanya sedang menangis, untung saja ada Katsuyu yang melindunginya ketika Konoha hancur. Cho-Cho juga sekarang sedang menahan tangisannya melihat rokudaime sudah tergeletak tak bernyawa dan kakeknya Chouza yang sedang dalam keadaan sekarat.

Di sisi lainnya lagi Boruto, Shikadai, dan Inojin sudah berada di dekat orang tua mereka masing-masing. Boruto berdiri dengan rasa khawatir tepat di samping Hinata yang sedang terduduk lemas di tanah, dengan Katsuyu dan seorang dari klan Hyuga.

"Apa kamu dalam keadaan baik, nona Hinata?" tanya orang itu

"Iya, tapi Ko, kau sedang terluka"

"Aku tidak masalah jika harus mengorbankan diri untuk nona Hinata, tuan Hiashi dan Nona Hanabi akan bersedih jika terjadi sesuatu pada nona"

"Mari biar aku perban lukanya" tawar Hinata

Boruto hanya diam melihat interaksi keduanya meskipun laki-laki ini sudah tahu bagaimana hubungan Hinata mamanya dan seorang bernama Ko itu yang sudah menjaga Hinata sejak kecil. Boruto melihat kedepan, dimatanya ia melihat ayahnya Naruto sudah tiba dengan ditemani banyak katak.

Di sana juga sudah ada Godaime hokage yang berdiri tepat di depan ketiga katak raksasa tadi.ia seperti berbicara sesuatu pada Naruto seperti orang yang diusir keluar rumah karena telah berbuat salah.

"Apa ayah akan melawan orang-orang berjubah itu sendirian?" ucapnya tanpa sadar

"Hei, bocah siapa kau?"

"A-aku Boruto. Aku hanya teringat dengan ayahku karena ia sangat mirip dengan Kak Naruto"

Boruto sedikit tidak enak hati karena memanggil ayahnya dengan sebutan Kak, namun ia harus melakukan itu agar orang-orang tidak menaruh curiga pada mereka berlima.

Disisi Inojin, dengan ekspresi khasnya ia memeluk Ino mamanya dan mencoba menenangkan perasaan gadis yang kontran  dengan warna ungu.

"Ada di mana ayah di saat seperti ini?" tanya Inojin

"Sai sedang menjalankan misi di luar Konoha, sepertinya mereka baru akan balik beberapa hari kedepan" jawab Ino.

'Ayah sangat tidak memiliki perasaan. Mengapa ibu bisa bersama ayah yah?' batin Inojin berkata.

Ditempat Shikadai ia sedang membantu mengecek dan menolong seseorang yang sedang tertindih potongan Tembok sesuai dengan apa yang telah di perintahkan oleh Shikaku, kakeknya.

"Aku sudah tidak menemukan orang yang selamat semuanya sudah tidak bernyawa lagi"

"Kau sudah memeriksanya?"

"Tentu saja sudah, bagaimana keadaan kalian papa, kakek?"

"Sudah tidak separah yang tadi"

"Benar, kau tidak terluka ,kan?"

"Hah, iya.,"

Orang-orang yang masih bernyawa fokus pada satu titik,dimana Naruto berada sekarang. Terlihat Naruto yang telah menerima Katsuyu dengan ukuran kecil dari Tsunade, dan segera membiarkan Katsuyu bersembunyi di dalam jaket khas Naruto.

Tbc

FROM FUTURE ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang