Ayah dan Anak

10.4K 722 14
                                        

"Dasar anak nakal."

"Tunggu, bagaimana ayah ada disini? Lalu, pekerjaan ayah?"

"Huh, apa kau pikir ayah bisa bekerja jika kau sampai tak pulang ke rumah dan membuat kami semua khawatir?"

"Maaf.... Aku pikir ayah tidak akan peduli meski aku tak pulang sekalipun"

"Anak bodoh, kau tetaplah putraku. Aku tidak akan bisa menatap wajah ibumu jika sesuatu terjadi padamu."

"Maaf ayah."

Boruto menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah sekarang. Ia senang bisa melihat ayahnya, tapi ia juga sedih karena sudah membuat Ibu dan adiknya khawatir di masa depan. Hima pasti sudah menunggu dirinya, terakhir ia keluar marah-marah karena kesal dengan ayahnya yang menghancurkan pesta ulang tahun adiknya pada malam sebelumnya.

"Sarada, kau tak apakan?"

"Tentu Papa, tapi bagaimana bisa Papa dan Nanadaime menemukan kami?"

"Ceritanya panjang, kita harus segera kembali ke masa depan. Sakura sangat khawatir dengan keadaanmu."

"Maaf Papa, aku sudah membuat kalian khawatir."

"Jangan minta maaf, kejadian ini bukan salahmu. Mungkin sudah seharusnya kamu mengetahui bagaimana masa laluku."

"Papa..."

Sekarang Sarada mulai mengerti, tentang masa lalu kelam ayahnya. Ayahnya yang hidup di kegelapan dengan memikul kebencian dan dendam akan Itachi pamannya yang terus saja menutupi segala kebenaranya. Sarada tersenyum, lalu memeluk erat tubuh ayahnya.

Dua Kunai datang dari arah yang berbeda, Naruto dan Sasuke dewasa menangkis Kunai tersebut. Mereka menjadi sedikit waspada, namun sedetik kemudian semuanya berubah setelah Naruto dan Sasuke dewasa mengetahui siapa yang datang. Naruto dan Sasuke remaja mencoba menyerang Naruto dan Sasuke versi dewasa.

"Berhenti, Jangan menyerang mereka. Orang ini adalah ayahku."

"E-eh, apa? Bisa kau katakan sekali lagi?"

"Mereka berdua ayah kami, mereka datang dari masa depan."

"Apa!?"

Pletekkk.....

"Arght.... Kenapa ayah menjitak kepala ku? Ini sakit -ttebasan."

"Kau anak nakal, mengapa kau mengatakan itu. Masa depan pasti akan berubah karena ulah kalian."

"Apa itu akan berpengaruh? Lagi pula hubungan ayah remaja dengan ibu remaja juga sudah dekat."

"Jangan salahkan aku jika saat kita kembali bisa saja ibu sudah tidak ada di Konoha dan jika seperti itu besar kemungkinan kau dan Hima juga tidak akan pernah Ada."

"Eh, apa maksud ayah?"

"Kau belum mengetahui segala hal tentang aku dan ibumu, bahkan ada satu kejadian yang belum pernah kami cerita pada kalian. Kejadian itu membuat ayah sadar tentang perasaan ayah pada ibumu"

"Ayah, jangan menakuti aku -ttebasan. Bagaimana sekarang? Apa ingatan mereka bisa di hapus?"

"Aku tidak tahu, tanyakan itu pada teme saja."

Ketika Boruto sedang sibuk berbicara dengan Naruto dewasa, Naruto remaja sudah memanyunkan bibirnya. Ia sedang kesal sekarang, kedua orang yang mirip dengannya sedang serius berbicara dan dirinya seperti diabaikan. Di sisi Sarada gadis itu sedang berpikir tentang ucapan Naruto dewasa barusan. Ia melirik ke arah Sasuke remaja lalu beralih ke Sasuke dewasa.

"Papa, apa yang di katakan oleh Nanadaime itu benar? Masa depan bisa saja berubah?"

"Hnm, Jika orang-orang masa lalu mengetahui tentang masa depan, mereka bisa saja mencari cara untuk mengubah masa depan. Benar kata Naruto, ada kemungkinan besar Kau dan Boruto tidak akan lahir."

FROM FUTURE ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang