Naruto dan Boruto sudah tiba didepan kediaman klan Hyuga, yah meski masih merupakan tenda sih karena pembangunan kediaman mereka .masih dalam proses. Tentu saja apa yang di rasakan oleh Naruto remaja berbeda dengan Naruto dewasa, dan juga Boruto. Naruto remaja terlihat sangat santai seperti biasanya, karena Boruto tidak pernah menceritakan padanya bahwa Neji tidak akan hidup lama lagi.
Boruto mengetahui tentang Kematian Neji dari Hinata, ibunya dan beberapa kenangan kecil dari sang ayah. Informasi tentang perang dunia ke empat juga sudah di bukukan di perpustakaan Konoha sebagai referensi bacaan untuk para murid akademi. Boruto memandang ayahnya, sorot mata ayahnya sangat berbeda sekarang, terlihat sendu.
"Ayah, apa kita bisa tinggal lebih lama lagi untuk mencegah kematian paman Neji?"
"Tidak Bolt, meski ayah ingin tapi perubahan besar akan terjadi di masa depan."
"Tapi, apa yang akan berubah karena hal itu? Apa ini berkaitan dengan aku dan Hima lagi?"
"Tidak, meskipun kita berhasil mencegah kematian Neji sudah jelas jika wanita yang akan ayah nikahi tetaplah Hinata. Ya, setidaknya itu jika insiden penculikan Hanabi terjadi. Jika tidak aku mungkin tidak akan pernah sadar dengan perasaan ayah sendiri."
"Insiden penculikan bibi Hanabi? Aku belum pernah mendengarnya ayah."
"Ah,tidak Bolt. Ayah hanya asal bicara saja," kikuk Naruto.
"?!"
Naruto remaja menghampiri keduanya, sepasang ayah dan anak itu terlihat sangat lambat dalam berjalan, padahal Naruto sendiri sudah berada di halaman tempat biasa Hinata dan Neji berlatih. Apa yang sebenarnya menghambat keduanya?
"Hei, kalian lambat sekali -ttebayo."
"Aku tahu,-ttebasan. Kami akan segera kesana."
"Jadi ayah, apa yang akan berubah?"
"Kau akan mengetahuinya nanti. Sekarang ayo kita masuk."
Naruto dan Boruto mengikuti Naruto remaja, pemuda berusia 16 tabun itu terlihat sangat bersemangat sekarang. Wajahnya juga semakin cerah, seperti seseorang yang baru saja menang undian. Didepan mereka terlihat beberapa anak remaja lainnya yang sedang berkumpul. Di sana ada pemuda beralis tebal dengan gaya rambut mangkok, pamannya dan seorang gadis berkepang dua. Boruto lama memandangi keduanya, wajah kedua remaja itu terlihat sangat tidak asing dimatanya.
"Ssstt... Ayah."
"Hm?" Lirik Naruto yang berada tepat di samping Boruto.
"Siapa mereka?"
"Apa kau tidak mengenali mereka? Ya ampun, padahal ku rasa kau juga dekat dengan anaknya."
"Eh!?"
"Metal Lee."
"Maksud ayah, mereka paman Lee dan bibi Tenten?"
"Yups, tepat sekali."
"Tidak bisa di percaya."
Lee dan Tenten terus memandangi dua orang yang berada tepat di belakang Naruto remaja. Neji lebih mengarah pada pria di samping Boruto yang masih setia menggunakan jubah. Naruto mendekati ketiganya, masih dengan senyum cerahnya.
"Naruto-kun siapa dua orang asing ini? Anak kecil itu mirip sepertimu," ucap Lee masih sambil dengan melakukan push up.
"Mereka hanya pengelana."
"Pengelana?"
"Iya, mereka datang dari negeri yang jauh."
"Negeri yang jauh yah? Begitu yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfic👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
