Siang harinya di Desa Konoha masa lalu, sakura yang sedang beristirahat karena baru saja menyelesaikan pekerjaannya memeriksa pasien yang terluka karena serangan pain beberapa hari yang lalu.
Gadis berambut soft pink itu belakangan ini selalu memikirkan dua orang yang akan memiliki hubungan dengannya di masa depan kelak. Sakura bingung, karena sudah seharian lebih ia tidak melihat wajah Sarada dan Sasuke pun sama sekali tidak memiliki kabar.
Ia takut,jika sampai ada sesuatu yang terjadi pada Sarada, putrinya yang berasal dari masa depan belum lagi Sasuke yang sudah kembali ke desa kini pergi lagi, sakura tidak paham dengan jalan pikiran lelaki yang sudah ia cintai sejak berada di akademi dulu.
Tirai tenda itu terbuka, menampilkan Chouji, Ino dan Hinata.
"Apa kami mengganggu, jidat lebar?"
"Ino jelek, Hinata, dan Chouji. Ada apa?"
"Hnm, tidak. Kami hanya ingin mampir saja, bagaimana keadaan mereka?"
"Sudah jauh lebih baik."
"Baguslah, lalu bagaimana kondisi Godaime-sama?"
"Beliau masih belum sadar. Oh, iya apa kalian mengetahui kemana perginya Sarada dan yang lainnya?, aku tidak bertemu mereka belakangan ini"
Pertanyaan Sakura membuat ketiganya diam, dalam aksi ini hanya Sakura sajalah yang tidak mengetahuinya. Mereka menyembunyikan semua kejadian ini agar tidak membuat gadis berambut soft pink itu khawatir dan mengambil tindakan yang ceroboh.
"Ah, itu. Mereka memaksa untuk ikut dengan Shikamaru dan yang lainnya dalam penyelidikan markas Orochimaru"
"Markas Orochimaru? tapi untuk apa?"
"Para petinggi Konoha mencurigai Orochimaru sebagai dalang dari peristiwa kemarin"
"Apa benar begitu?"
"Hmn, Naruto-kun dan yang lainnya pasti akan menjaga mereka"
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan bertanya lagi"
Sakura sedikit menyimpan curiga pada ketiga temannya, Hinata yang memang pendiam namun tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran di wajahnya. Sakura berpikir bagaimana dengan mereka yang berada di masa depan, yang menunggu anak-anak mereka kembali.
"Setelah ini, apakah kau memiliki rencana lain?"
"Sepertinya tidak, mereka bertiga adalah pasien terakhirku hari ini. Ku pikir aku akan beristirahat sedikit"
"Bagus, kalau begitu kau harus ikut bersama kami"
"Kemana?"
"Ikut saja, kau membutuhkan waktu santai kan. Mari kita ke pemandian air panas, kudengar mereka sudah selesai merenovasi"
"Aku akan mengajak yang lainnya, sampai jumpa nanti"
"Aku juga akan mengajak Tenten dan Kak Neji nanti"
"Kalau begitu, baiklah. Sampai jumpa nanti"
Sakura pergi bersama dengan Ino karena rumah mereka yang kebetulan searah, sedangkan Hinata kearah lainnya. Hinata mengukir senyum tipisnya, ia tidak tahu apa yang akan terjadi namun ia merasa sedikit lega ketika mengingat lelaki bersurai kuning dengan garis di pipinya.
Disisi lain tepatnya di markas milik tim Taka, Suigetsu dan Juugo baru saja tiba dengan membawa makanan. Terlihat di sana ada Karin yang masih kesal karena lagi-lagi tidak berhasil mencuri perhatian Sasuke.
Sasuke masih tetap berada di dalam kamarnya, sambil memandangi langit-langit ruangan tersebut. Kini di dalam pikirannya tidak tersirat keinginan untuk balas dendam pada kakaknya. Pikirannya sekarang dipenuhi oleh seorang gadis bersurai pink dengan mata emerald.
"Sasuke, bisa kau keluar dulu dan makan. Aku dan Juugo sudah membawa makanan"
Tidak ada jawaban dari lelaki pemilik darah Uchiha itu. Suigetsu membuang napasnya dengan kesal. Sasuke tidak biasanya akan seperti ini, semuanya berubah sejak Sasuke bertemu dengan Sarada dan kembali ke desa Konoha. Sebelumnya Sasuke akan terus mengasah kemampuannya untuk memenuhi obsesinya.
"Sasuke, aku masuk yah?, Aku akan membawamu makanan"
"Pergilah".
"Sudah, jangan memaksakan Sasuke. Biarkanlah ia menenangkan diri dulu" ucap Juugo angkat bicara.
Terdapat sedikit pertanyaan dalam benak Sasuke saat ini. Semua pertanyaan itu tertuju pada Sarada, anaknya dari masa depan. Ia pergi ke luar desa tanpa berpamitan dulu dengan gadis itu.
Ditempat Boruto, mereka semua sedang beristirahat kembali. Sai masih terus melanjutkan penyelidikannya dengan Shikamaru dan Omoi dan Karui entah pergi kemana tadi dan sisanya berada di sini sekarang.
Inojin dan Shikadai serta Boruto dan Naruto. Naruto mendapatkan bagian untuk mengawasi ketiga bocah laki-laki itu, karena Shikamaru berpendapat bahwa jika Naruto pergi maka akan menimbulkan hal yang merepotkan untuknya karena Naruto yang tidak bisa diam dan selalu bertindak tanpa adanya rencana.
"Apa kalian mau ramen? Kalian belum makan siangkan?" Ajak Naruto sambil mengeluarkan empat cup ramen ichiraku dari dalam tasnya.
"Kenapa ayah selalu memakan makanan itu?"
"Ada apa? Ramen ichiraku ini enak tahu"
"Hah, sudahlah. Kebiasaan ayah memang sudah merekat sejak lahir"
"Hahaha, kau juga sama seperti Nanadaime Boruto. Untung saja zaman sekarang belum ada burger. Biasanya jam segini kau pasti ada di restoran untuk memesan Burger super pedasmu"
"Hah, kau membuatku tiba-tiba merindukan masa depan. Ibu dan Hima pasti sudah sangat khawatir sekarang"
"Tenang saja, aku yakin mungkin tidak lama lagi seseorang akan datang mencari kalian"
"Pasti ibuku sudah mengunci ayahku dari luar rumah dan tidak memperbolehkan ayahku untuk makan" kata Shikadai
"Eh, apa Temari sekejam itu?"
"Bukan kejam lagi, bibi Temari bahkan tidak segan-segan menggunakan kipasnya pada 0aman Shikamaru dan Shikadai"
"Syukurlah, aku mendapatkan istri seperti Hinata. Dia gadis yang lembut"
Boruto tersenyum mengejek pada Naruto remaja. Ia pernah mengatakan bagaimana dan seberapa galaknya Hinata di masa depan ketika dengan tidak sengaja nya mereka berdua membuat masalah di rumah.
"Ada apa?"
"Tidak, ayah tidak perlu mengetahui segala hal di masa depan"
"Hmn, oh iya. Mari nikmati ramen kalian, sebelum dingin"
"Terima kasih, Nanadaime"
"Selamat makan" ucap mereka serentak.
Jangan tanya bagaimana bisa mereka memasak mie instan di tengah-tengah hutan seperti ini. Naruto sempat mengambil air untuk persediaan mereka ketika berada di tepi sungai tadi dan memanaskan air panasnya dengan api yang sudah mereka buat.tadi.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfiction👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
