Udara yang dingin di pagi hari tepat di distrik uchiha, Sasuke dewasa memeluk putrinya yang masih tertidur pulas. Pria dengan rambut panjang itu menggunakan jubah kebanggaannya sebagai selimut Sarada. Putrinya sudah sangat mengundur waktu tidurnya malam kemarin, ia banyak bercerita dengan Itachi tentang beberapa hal.
Itachi berada tidak jauh darinya, pria Uchiha dengan kerutan di wajahnya itu sudah bangun sejak tadi. Ia tidak bosan memandangi Sasuke dewasa dan Sarada, ia juga sesekali terbangun untuk melihat keduanya dan sesekali memandang ke arah Sasuke remaja yang memilih untuk tidur di bawah pohon besar.
Perlahan mata Sasuke dewasa terbuka, senyum tipis di wajahnya tentu saja tidak lepas dari tatapan Itachi, dibalik jubah Akatsuki-nya pria itu kembali tersenyum.
"Teme!!!"
Teriakan itu siapa yang tidak kenal, Sasuke sudah sangat hapal siapa orang itu. Sang pahlawan yang sudah menyelamatkan dirinya dari kegelapan, Naruto Uzumaki.
"Diam, Ushuratonkachi. Kau akan mengganggu tidur putriku."
"Ah, maaf. Aku mencari kalian sejak kemarin, tapi... Hei, pria itu...."
"Dia Itachi. Kau tidak mungkin lupakan?"
"T-tentu saja tidak."
Naruto dewasa cekikikan, pasalnya pertemuannya dengan Itachi sudah berlalu sangat lama. Terakhir kali Naruto bertemu dengan edotensei Itachi dan Nagato saat berada di medan perang.
Itachi melihat sosok dewasa Naruto, padahal seingatnya dulu pemuda kuning itu masih sangat kecil dan polos. Sedikit tidak percaya, anak kecil yang dulu hendak ingin mereka culik saat di penginapan adalah orang yang akan menuntun adiknya keluar dari kegelapan.
Tidak lama, Boruto dan Naruto remaja juga datang. Bertepatan dengan sampainya keduanya di dekat Naruto, Sarada membuka matanya dengan pelan dan memandangi sekitarnya.
"Selamat pagi, Ayah, Paman. Eh, Nanadaime juga disini?"
"Aku juga disini,lho" ucap Boruto, sementara itu Naruto dewasa cuma tersenyum.
Naruto remaja menghampiri Sasuke yang masih tertidur, ia menunduk di hadapan pemuda Uchiha itu lalu mengamati wajah Sasuke dengan intens. ia mengangguk-angguk, lalu berbalik memandangi Sasuke dewasa.
"Ini tidak adil, kenapa saat kau tertidur kau bahkan masih terlihat keren?"
Sasuke dewasa mengangkat satu alisnya, begitu pula dengan Sarada. Sementara itu Naruto dewasa menggelengkan kepalanya, dan Boruto memukul pelan dahinya, "Ayah, apa dulu kau memang seperti itu?" tanyanya.
"Tidak, bahkan kejadian di masa ini sudah banyak terlewat atau mungkin berjalan agak lambat, ini semua karena kalian yang sudah memberikan informasi tentang masa depan."
"Maaf, apakah ini akan berdampak pada masa depan?"
"Mungkin, tapi kita hanya bisa tau saat kita sudah kembali."
"Ah, ngomong-ngomong... Sasuke kapan kita bisa kembali, aku sudah merindukan istri dan putriku."
"Beberapa jam lagi, tepat jam 12 siang."
"Baiklah, masih ada waktu," ucap Sarada.
Sarada bangkit berdiri, mendekati Itachi dan menarik tangan pamannya itu untuk segera mengikutinya. "Papa, sebelum kita kembali aku ingin berlatih dengan paman Itachi sebentar, bolehkan?"
"Tentu, pergilah. Nanti temui kami di goa hutan kematian."
"Baiklah, papa. Boruto dan Nanadaime aku pergi dulu, sampai jumpa...."
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM FUTURE ✅
Fanfiction👤Karakter milik MASASHI KISHIMOTO dan MIKIO IKEMOTO. 🖼️Pinteres "Mana ada Ninja yang bisa menciptakan Alat seperti itu -ttebayo, kau jangan membohongi aku Bocah" Uzumaki Naruto "BAKA Otou-san!!! Aku serius -ttebasa. aku anakmu di masa depan" Uzum...
