Explicit sexual. Attempted rape and mild violence.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Hari mulai beranjak malam saat Chanyeol baru saja menyelesaikan tugas-tugas menyusun rencana untuk penyerangan yang akan dipimpinnya besok lusa.
Setelah tadi menghubungi kekasih mungilnya disinilah dia sekarang berada. Rumah--- atau tepatnya mansion pria kecilnya itu.
Sementara Jaehyun? Tolong jangan ditanya dia sedang apa, tadi saja saat Chanyeol menelpon hanya dijawab 'Hallo' dan setelahnya sambungan terputus.
Untuk sekarang Chanyeol tidak terlalu ingin memikirkannya lagipula putranya itu pasti bisa jaga diri. Sekarang Chanyeol benar-benar membutuhkan Baekhyun untuk ketenangannya.
Kemeja berwarna pink pastel setengah lengan dengan celana jogger abu-abu seolah tak berpengaruh untuk menutupi atau menenggelamkan lekuk tubuh kekasihnya itu. Malahan Baekhyun justru terlihat lebih seksi.
Fuck!
Bahkan sesuatu dalam diri Chanyeol terus berontak saat tadi Baekhyun membukakan pintu rumahnya.
Mengabaikan kewarasannya Chanyeol menarik kepala sang kekasih untuk mendekat dan mengecup belahan bibir manis itu. Mengesap, mengigit dengan gemas bibir yang menjadi bayangannya setiap harinya.
Baekhyun melenguh namun semua rintihannya seolah tertelan begitu saja. Chanyeol benar-benar menciumnya seolah tidak ada hari esok--- bibir Baekhyun terlalu memabukkan.
Maksud Chanyeol dengan mabuk adalah bukan mabuk yang membuatmu pusing tapi dalam artian membuatmu melayang dan ketagihan ingin terus merasakan rasa manisnya.
Yeah. Bibir manis namun sedingin kelompak mawar yang baru mekar menjadi hiasan kebanggaan sang Arphodite.
"Eghh... C-chanyeoll"
"Aku sangat merindukanmu sayang" bisik Chanyeol yang dengan sengaja meniupkan napas beratnya dileher si mungil hingga membuatnya mengeliat geli.
Owh. Jangan lupakan kalau saat ini keduanya sedang duduk disofa ruang tengah mansion dalam posisi Baekhyun yang duduk dipangkuannya.
Beruntung semua anak buah Baekhyun sepertinya tahu diri dan lebih memilih mengosongkan mansion saat melihat kedatangan kekasih dari boss besar mereka itu.
"Ughhh..." untuk kesekian kalinya Baekhyun terdengar mendesah prustasi. Ia berbalik dan membawa tangan dengan jari-jari lentiknya menjambak kasar rambut Chanyeol. Memaksa sang kekasih untuk menunduk Baekhyun kemudian mencium bibir Chanyeol dengan rakus.
Chanyeol menyeringai disela ciumannya dan dengan senang hati meladeni ciuman kasar Baekhyun. Si besar balas melumat bibir Baekhyun dengan rakus, menghisapnya dengan kuat, tak lupa memberikan gigitan-gigitan kecil disana.
Chanyeol menyibak kemeja yang dikenakan Baekhyun dan membawa tangan besarnya mengusap seduktif titik sensitive diarea pinggul Baekhyun dengan Gerakan halus.
"Hmmm, eghh..." lidah sialan Chanyeol menelusup kedalam mulut Baekhyun ketika ia melenguh.
Chanyeol mengobrak-abrik isi mulut Baekhyun kemudian melilit lidah itu dengan rakus dan menghisapnya dengan kuat. Tidak sedikitpun memberi celah untuk si kecil mendominasi balik. Saliva mereka telah bercampur bahkan mengalir menuruni sudut bibir Baekhyun, Chanyeol bahkan bisa merasakan manisnya sensasi ciuman kasar dengan kekasihnya itu.
Percayalah--- Baekhyun benar-benar telah kehabisan napas sekarang, begitu susah untuk mengimbangi ciuman seorang good kisser macam Park Chanyeol. Jadi yang bisa dia lakukan sekarang adalah memukul dada bidang pria besar itu dengan tangan kiri hingga pria besar itu tersadar dan menjauh dengan tidak iklas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATTENTION (END)
Acción----BXB---- Park Family ___ CHANBAEK. JAEYONG.HUNKAI Kisah ini menceritakan tentang cinta, obsesi dan dendam. Keserakahan dari orang-orang egois yang memuja kekuasaan dunia fana membuat mereka tanpa pikir panjang, membunuh demi kepentingan pribadi...
