----BXB---- Park Family ___
CHANBAEK.
JAEYONG.HUNKAI
Kisah ini menceritakan tentang cinta, obsesi dan dendam.
Keserakahan dari orang-orang egois yang memuja kekuasaan dunia fana membuat mereka tanpa pikir panjang, membunuh demi kepentingan pribadi...
Malam yang cerah dan bertabur bintang, menjadi latar garden dinner dikediaman keluarga Park.
Meskipun terkesan jauh dari perkotaan, hal itu sama sekali tidak mengurangi kesan hangat family time mereka.
Sejak tadi Baekhyun hanya tersenyum tipis saat menyadari jika Mark terlihat mencuri-curi pandang kearahnya.
Suasana makan malam itu memang terkesan tenang karena sepertinya mereka cukup kelaparan karena banyak membuang tenaga.
Setelah selesai barulah Baekhyun membalas tatapan Mark yang sedikit bergerak gelisah ditempatnya.
"Ada yang ingin kau sampaikan pada Papa, Mark?" tanya Baekhyun dengan nada lembut yang membuat Mark akhirnya mendongak.
"Hmm" Mark hanya berdehem pelan seraya menatap bergantian kearah Chanyeol, Jaehyun dan Jeno yang terlihat memasang senyum tipis.
"Mark hanya ingin bilang kalau-- Papa sangat cantik" ucap Mark yang membuat Baekhyun tertawa mendengarnya.
"Hey. Kenapa malu begitu? Papa senang akan pujian Mark. Apa ada lagi yang Mark ingin sampaikan?" tanya Baekhyun yang sekali lagi membuat Mark menatap kearahnya dan perlahan mendekat meskipun terlihat ragu.
"Morkie minta peluk Papa boleh? Morkie tidak pernah merasakan bagaimana punya Papa?" ucap Mark terdengar hampir seperti bisikan apalagi ditambah dia yang menunduk didepan Baekhyun.
Hangat.
Itu yang dirasakan Mark sekarang. Dia sebenarnya kaget saat merasakan sebuah rengkuhan hangat melingkupi tubuhnya.
Yeah. Baekhyun memeluk remaja tampan itu erat sambil sesekali mengecup puncak kepalanya.
"Kau sudah melakukan semua dengan baik jagoan. Papa bangga padamu. Terimakasih sudah tumbuh dengan baik" bisik Baekhyun yang membuat Mark tersenyum manis dan membalas pelukan Baekhyun tak kalah erat.
"Terimakasih Papa" ucap Mark yang sedikit menoleh saat merasakan tarikan pelan di mantel yang dipakainya.
"Nono juga mau peluk" rengek Jeno yang sudah merentangkan tangannya minta ikut bergabung.
Hal itu tentu saja membuat Baekhyun tertawa seraya menarik Jeno untuk masuk dalam rengkuhannya dan Mark terlihat membawa tangan kirinya untuk mengusap kepala Jeno yang tersenyum sangat-sangat manis.
"Daddy~ mereka tidak mengajak kita. Pelukan dengan Jeyun saja ya? Biar tidak iri" ucap Jaehyun seraya memaksa memeluk Chanyeol yang malah menggoda Jaehyun dengan berusaha menghindar.
"Issh. Jahat sekali kalian" sungut Jaehyun yang melempar kasar garpu dan sendok didepannya.
"Huwaaa. Uncle bear. Uncle santa. Kapan mereka pulang bulanmadu" teriaknya memanggil Sehun dan Kai yang membuat Chanyeol terkekeh gemas dan mencubit pipi tembem putra sulungnya itu.
"Kau ini. Tidak malu apa merengek terus. Kasian Bubu-mu nanti" ejek Chanyeol yang membuat Jaehyun memasang wajah garang.
"Ck. Biar saja. Kata Bubu Jeyun tetap tampan biarpun sedang menangis" balas Jaehyun yang membuat Chanyeol semakin gemas dan memeluk Jaehyun erat.
"Issh. Jangan peluk-peluk. Tadi tidak mau" tolak Jaehyun yang malah semakin membuat Chanyeol mengeratkan pelukannya.
"Daddy~ aisss. Menyebalkan" sungut Jaehyun yang diakhiri dengan kekehan gelinya.
"Berjanjilah untuk terus menjadi pangeran kecil Daddy dan juga berjanjilah kau akan membantu Daddy menjaga Papa dan kedua adikmu" bisik Chanyeol yang dibalas Jaehyun dengan anggukan yakin.
"I promise Dad"
"Good. Itu baru putra Park Chanyeol"
. . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.