Epilogue

20.3K 1.7K 73
                                        

BUGH!

BUGH!

Jika sebelumnya Mark dan Jaehyun yang menyiksa orang-orang. Maka sekarang adalah giliran si bungsu Jeno.

Hanya dengan tangan kosong dia sudah membunuh hampir separuh dari korban mereka.

Tulang patah yang mencuat keluar atau kepala yang remuk karena dihantam kelantai atau dinding tanpa ampun.

Jangan ditanya bagaimana ekpresi orang-orang yang melihat kecuali Mark dan Jaehyun.

Mereka dibuat terperangah tentu saja. Karena setau mereka Jeno adalah sosok lemah yang selalu berlindung dibelakang Jaehyun.

Apa yang mereka lewatkan.

Chanyeol dan Baekhyun saja hanya bisa saling melempar pandangan dalam diam.

Ini sebuah kejutan yang menyenangkan.

Artinya keluarga mereka benar-benar sempurna.

ARGHHH!

Sebuah teriakan kesakitan membuat semua orang kembali berfokus dan menatap ngeri kearah seorang pria yang saat ini tengah menjalani sesi pijat terapi ala Jeno.

Krak!

Suara tulang patah yang terdengar jelas membuat Mark dan Jaehyun terlihat terbahak dalam posisi bersidekap dada.

"Hyung! Bukankah suaranya terdengar bagus?" tanya Jeno kearah Mark yang tersenyum miring.

"Itu masih kurang merdu adik. Coba pakai ini" ucap Mark seraya melempar sebuah palu yang didapatnya entah dari mana.

Buagh!!

"Hyung! Darahnya mengotori baju baruku" seru Jeno.

"Tenang adik. Hyung akan belikan yang baru" sahut Jaehyun dengan seringainya.

"Okey" ucap Jeno yang terlihat menendang tubuh tak bernyawa dengan kepala hancur itu seolah tengah menendang bola.

"Pantas saja Mark hyung suka malakukan ini ternyata memang menyenangkan" ucap Jeno seraya melakukan peregangan.

"Nah. Karena hanya tinggal mereka kurasa kita tidak perlu buang tenaga lagi. Yuta!" ucap Jaehyun.

"Urus sisanya. Kami sudah selesai. Terimakasih untuk level ini. Kami mau pulang dulu" ucap Jaehyun yang menarik Mark ditangan kanan dan Jeno ditangan kiri sementara Chanyeol dan Baekhyun hanya terkekeh kecil mengikuti ketiga pangeran itu.

"Kau benar. Mereka sangat manis" bisik Baekhyun seraya mengecup rahang tegas Chanyeol yang hanya terkekeh.

"Kau harus berkenalan dengan Mark sayang. Dia pasti senang punya Papa yang cantik" ucap Chanyeol yang berjalan dengan lengan yang memeluk possesif pinggang Baekhyun.

"Aku juga sangat ingin mengenal Mark dia terlihat sangat manis. Dia sama sepertiku saat remaja" ucap Baekhyun yang terlihat menatap punggung Mark didepan sana.

"Bagaimana dengan makan malam untuk perkenalan?" usul Chanyeol.

"Terdengar bagus. Aku mau" setuju Baekhyun seraya menyandarkan kepalanya di dada sang dominan.

"Woah. Lihat senyum mereka Chan. Manisnya putra-putraku" ucap Baekhyun terdengar gemas.

"Putra kita sayang. Mereka juga anakku" kekeh Chanyeol yang membuat Baekhyun tertawa.

"Iya putra kita" balas si kecil yang membuat Chanyeol tak tahan untuk mengecup bibir itu sebelum masuk kedalam mobil yang membawa mereka kembali ke markas FireLight.

ATTENTION (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang