Special Chapter 0.1

13.6K 1.5K 24
                                        

Pagi menyingsing menandakan sang surya yang bertahta angkuh di singgasananya.

Suasana pagi yang cerah dimansion besar keluarga Park.

Meski masih tergolong pagi, semua penghuninya sudah sibuk dengan urusan masing-masing.

Seperti tuan dan nyonya Park yang sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil mereka sambil sesekali melemparkan godaan.

Si sulung Jaehyun yang sedang sibuk menyiapkan keperluannya untuk ke kantor.

Sang adik Mark juga terlihat sibuk dengan hal yang sama sementara si bungsu, Jeno-- masih sibuk berolahraga.

"Jam berapa ujianmu hari ini?" tanya Jaehyun yang membuat Mark menoleh.

"Ujianku mulai siang nanti hyung, makanya pagi ini aku ikut denganmu saja" balas Mark seraya memasang jaketnya.

"Jeno?"

"Aku kuliah sampai siang hyung, jadi nanti setelahnya baru menyusulmu" jawab Jeno yang ternyata baru saja masuk dengan penampilan sudah rapi, meskipun hanya mengenakan kaos oblong berwarna hitam dengan jeans berwarna senada.

Yeah. Tujuh tahun berlalu setelah misi terakhir mereka. Tentunya banyak hal yang berubah, hingga waktu menjadi terasa berjalan sangat singkat.

Ketiganya sekarang sudah mulai mengambil alih posisi masing-masing, baik dalam dunia hitam maupun putih.

Watak mereka diluar sana dikenal sebagai pemimpin yang tidak mengenal ampun namun dirumah-- mereka tetaplah pangeran kecil untuk Daddy dan Papa-nya.

Mereka tetap manja, bahkan masih sering makan disuapi.

Kita bicarakan lagi soal mereka nanti, kita kembali ke pagi yang cerah.

"Apa hyung sudah membawa yang kita kerjakan kemarin?" tanya Jeno yang terlihat sibuk bercermin.

Dia memang tampan.

"Tentu saja sudah. Kalian tenang saja. Sekarang ayo turun, sebelum Daddy dan Papa mengubah fungsi meja makan" ucap Jaehyun setengah menggerutu. Mengingat kejadian sebelumnya.

Si tuan Park itu memang tidak tau tempat jika bermesraan.

Baru saja langkah ketiganya menyentuh lantai ruang makan, yang diucapkan Jaehyun sebelumnya terjadi.

"Owh God. Seingatku dirumah ini ada lebih dari lima kamar, haruskah kujadikan semuanya gudang?" kesal Jaehyun yang membuat Chanyeol terkekeh dan menurunkan Baekhyun dari pangkuannya.

"Good morning boys" sapa Chanyeol tanpa rasa bersalah yang kembali membuat Jaehyun jengah sementara Jeno terkekeh geli dan Mark tidak peduli.

Ini sudah biasa, jadi maklumi saja.

"Bagaimana tidur kalian sayang?" tanya Baekhyun seraya mulai mengoleskan selai pada roti.

"Jeno tidur nyenyak Papa cantik"

"Jeyun juga tidur nyenyak" ucap Jaehyun yang sengaja menekankan kata 'nyenyak' untuk menyinggung Chanyeol.

"Bagaimana denganmu Mark?" tanya Chanyeol menghiraukan ucapan Jaehyun barusan.

"Tidurku nyenyak Dad. Suasananya mendukung untuk tidur"

"Ck." decak Jaehyun pelan dan mengunyah kasar roti miliknya sambil bergumam pelan. Setelahnya dia juga terlihat meneguk habis susu miliknya dengan cepat.

"Woah. Aku kenyang. Aku duluan ya semua. Mau menjemput Princess" ucap Jaehyun setengah berlari meninggalkan Baekhyun yang hanya bisa geleng kepala melihat tinggah menggemaskan putra sulungnya itu.

"Usianya sebentar lagi menginjak duapuluh empat, tapi terlihat masih seperti pertama kali aku bertemu dengannya" ucap Baekhyun yang tersenyum manis.

"Jeno-pun sama" ucap Jeno dengan nada manja dan memeluk Baekhyun yang kebetulan duduk disampingnya.

"Iya benar. Kalian bertiga masih pangeran kecil Papa dan Daddy" ucap Baekhyun yang mencubit gemas pipi Jeno yang tersenyum lebar.

"Mark tidak mau memeluk Daddy?" Mark menggeleng.

"Daddy belum mandi" ucap Mark yang diakhiri dengan senyum jahil.

"Dasar kau ini" kekeh Chanyeol.






*Next chapter di upload nanti

Setelah sekian lamaApa kabar kalian? Ciel harap semua sehat dan masih sabar menunggu \(^o^)/

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
Setelah sekian lama
Apa kabar kalian? Ciel harap semua sehat dan masih sabar menunggu
\(^o^)/
.
.
.
Mrs.Oh

ATTENTION (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang