"Adik singa. Lihat tangan Jeyun hyung memerah" adu Jaehyun seraya menggulung sedikit lengan kemejanya yang membuat tidak hanya Mark yang menoleh tapi juga Jeno.
Percayalah, jika ini dalam imajinasi Jaehyun-- kau akan dapat melihat sepasang tanduk di kepala kedua pria muda Park itu.
"Beraninya--"
DUAG!
"Aku paling benci jika ada yang menyakiti saudaraku" ucap Mark yang lebih dulu bertindak dengan melayangkan sebuah tendangan kearah salah seorang di depannya hingga membuat mereka yang berada disana kaget.
BUGH!
BUGH!
DUAG!
Suara pukulan dan tendangan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh Jeno membuat mereka semakin gemetar takut.
Entah apa yang terjadi hingga membuat mereka tidak ada yang berani bergerak, seolah ada sihir yang memaku kaki mereka menjadi terasa berat hingga hanya mampu berdiri diam ditempat.
"Hihihi. Bagaimana rasanya?" tanya Jaehyun yang terdengar terkekeh dari tempatnya dan melangkah pelan dengan senyum riang.
Jaehyun terlihat berdiri tepat didepan para gadis yang tadi sempat mempermainkannya dan seketika membuat senyumnya berubah tak simetris.
"Sayang sekali. Ini terakhir kalinya kalian bisa bermain-main seperti tadi" ucap Jaehyun kemudian merogoh ponselnya.
Ayo kita bermain sebentar. Jaehyun bahkan sedikit bergumam selama menunggu sambungan telpon diangkat.
"Daddy. Aku sedang berada di kampus Mark dan Jeno. Apa aku boleh membeli tempat ini?"
"Kenapa kau tiba-tiba menginginkan tempat itu Prince?" tanya Chanyeol di seberang sana yang membuat Jaehyun kembali menyeringai.
"Aku ingin bermain sebentar. Jadi untuk menjaga privasi, aku harus memastikan semuanya aman terkendali" jelas Jaehyun yang membuat Chanyeol terdengar diam sebentar.
"Baiklah. Kau dapatkan yang kau mau" balas Chanyeol yang membuat Jaehyun hampir bersorak.
"Terimakasih Dad. I love you" ucapnya seraya memutuskan sambungan telpon dan memasang senyum semanis gula saat menatap gerombolan gadis didepannya.
"Markue~ sudah lama kita tidak bermain boneka bukan?" tanya Jaehyun yang membuat Haechan yang sejak tadi diam saat pertama datang bersama Mark meneguk ludah.
Ini pertanda buruk.
Jiwa psychopath dari si sulung sepertinya kambuh.
Jadi-- sebelum semakin buruk, Haechan terlihat dengan cepat mengetik sebuah pesan pada seseorang dan berusaha menenangkan diri.
Ini akan menimbulkan keributan besar. Meskipun hanya di lingkungan kampusnya, karena percayalah-- kedatangan Jaehyun adalah kutukan.
Tentunya bagi mereka yang mengusiknya. Mereka itu anak-anaknya iblis ingat?
'Semoga cepat sampai' batin Haechan yang merapalkan doa penuh harap.
.
.
.
Kita main tebak-tebakan yukk sebelum di up next chapter ^°^
.
Jadi menurut kalian siapa yang dihubungin Haechan???
.
Silakan berimajinasi, yg mau ngasih teori juga silakan wkwk
.
.
.
.
.
Mrs.Oh
KAMU SEDANG MEMBACA
ATTENTION (END)
Aksi----BXB---- Park Family ___ CHANBAEK. JAEYONG.HUNKAI Kisah ini menceritakan tentang cinta, obsesi dan dendam. Keserakahan dari orang-orang egois yang memuja kekuasaan dunia fana membuat mereka tanpa pikir panjang, membunuh demi kepentingan pribadi...
