Special Chapter 0.4

22.5K 1.5K 124
                                        

ARGHHHH.

"K-kumohon. T-tolong maafkan aku. A-aku bersalah"

"Shuutssssss. Jangan terlalu banyak bicara atau sakitnya makin terasa" bisik Jaehyun membalas permohonan dari perempuan yang sedang diajaknya bermain sekarang.

Sementara para pria yang tadi menyerang Jaehyun sudah tergeletak mengenaskan dibawah kaki Mark dan Jeno yang menghajar mereka hingga babak belur.

Tidak terlalu parah. Hanya patah tulang dan retak disana-sini.

Puja kerang ajaib. Setidaknya mereka tidak mati.

"Adik. Lihat hyung salah menggores dipipinya" ucap Jaehyun dengan nada kesal yang membuat Mark mendekat dan menarik kasar rambut salah seorang perempuan dari gerombolan tadi lalu menyeretnya kearah Jaehyun yang sontak membuat semua orang menjerit takut.

Owh. Mereka semua tidak bisa pergi kemanapun karena semua akses masuk dan keluar sudah ditutup oleh anak buah Jaehyun atas perintah Mark.

Mereka masih bermain aman ingat?

Jadi-- semua orang tidak punya pilihan selain melihat bagaimana ketiga putra dari Park Chanyeol itu bermain.

"Woah. Terimakasih pada kalian semua, aku jadi bisa bermain boneka setelah sekian lama" ucap Jaehyun dengan nada riang yang justru membuat mereka yang mendengarnya bergidik ngeri.

Pria tampan itu psychopath.

Itu yang mereka pikirkan saat menatap wajah Jaehyun yang sedikit di nodai darah.

"Jadi ini yang kau maksud dengan bermain Prince?" tanya Chanyeol yang membuat semua orang sontak menoleh.

"DADDY!" serunya dan terlihat tersenyum lebar saat melihat seseorang yang berdiri dibelakang sang ayah.

"PAPA!!" ucapnya kemudian merentangkan tangan meminta pelukan yang membuat Baekhyun terkekeh geli seraya berjalan menghampiri putra sulungnya itu.

"Sudah puas bermainnya?" Jaehyun mengangguk cepat dan tersenyum manis.

"Mereka nakal Papa. Jeyun itu kesini mau mencari adik karena lapar, tapi mereka jahat" adunya kemudian menarik keatas lengan kemejanya hingga memperlihatkan sedikit memar di sana.

"Lihat Papa. Tangan Jeyun sakit"

"Siapa yang berani melukai kekasihku?" tanya sebuah suara yang membuat Jaehyun sontak berbalik dengan mata berbinar.

"BUBU!" serunya seraya berlari memeluk kekasihnya itu dan menghirup rakus wangi tubuh si mungil yang hanya terkekeh geli.

Sementara Haechan yang tadi menghubungi Baekhyun hanya menghela napas berat.

Sepertinya percuma dia melakukan hal itu karena berakhir sia-sia.

Ahh. Dia lupa kalau keluarga didepannya itu titisan iblis. Jadi--apa yang kau harapkan Lee Haechan?

"Bubu sini" ucap Jaehyun seraya menarik Taeyong untuk menghampiri orang-orang yang tadi bermain dengannya kemudian memasang wajah datar.

"Heh kalian. Angkat kepala kalian dan lihat kesini" ucap Jaehyun dengan nada dingin yang membuat mereka berusaha menurut karena takut akan dihajar lagi.

"Lihat baik-baik. Kekasihku itu sangat cantik. Bahkan dengan telapak tangannya saja kau tidak ada apa-apanya" ucap Jaehyun pada perempuan yang tadi menggodanya dan berdecak pelan diakhir.

"Hisss. Kalian benar-benar membuatku muak" kesal Jaehyun yang kemudian memilih memeluk Taeyong yang kembali terkekeh.

Mood-nya buruk.

ATTENTION (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang