[SLOW UPDATE!!]
[SLOW BURN]
Read on your own risk!⚠️⚠️
"Aku Park Jimin, Pindahan dari Seoul."
"Min Yoongi, Alpha. Kepala Divisi Strategi dan Pertahanan."
•••
• ABO werewolf
• AU!
• Alpha! Min
• Omega! Park
Language: Bahasa
Mature content ⚠️
Cw // ch...
Pagi itu mentari begitu cerah menyinari perbukitan Hutan Selatan. Burung-burung mulai berterbangan riang bermandikan cahaya matahari. Udara tak sedingin beberapa pekan lalu tetapi masih sangat sejuk sekaligus menghangatkan. Pertanda bahwa musim dingin sudah mencapai penghujungnya.
Jimin baru saja terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan tubuh sembari melenguh malas. Mencoba kembali menutup wajahnya dengan bantal tak bertuan di sebelahnya. Serasa kedua netranya begitu enggan menemui cahaya matahari yang sudah menyapanya malu dibalik tirai yang telah tersibak.
"Hh.. Yoongi sudah pergi pasti." Keluh Jimin.
Siapa lain dari pelaku penyibakan tirai. Pasti Yoongi pikir omega jelita tersebut. Dua bulan hidup bersama, keduanya sudah sangat hafal akan tindak-tanduk pasangannya. Yoongi akan selalu bangun lebih awal. Lalu ia akan membersihkan abu perapian, lalu membasuh tubuhnya. Kemudian ia akan menyempatkan diri membuat kopi dan menghangatkan makanan ringan untuk Jimin. Sebelum ia bergegas pergi melakukan kegiatan paginya dengan anggota pack lainnya.
Tak perlu heran mengapa Jimin tak lagi sebal dengan pekerjaan Yoongi. Karena keduanya memang telah membuat kesepakatan. Yoongi boleh bekerja saat pagi tetapi sore hingga malam maka sepenuhnya sang Alphaadalah milik Jimin. Entah sampai kapan kesepakatan itu berlaku. Setidaknya selama suasana hati Jimin masih baik, mungkin pikirnya.
Sekali lagi dengan enggan Jimin mendudukkan dirinya. Meregangkan kedua tangannya ke atas lalu menyibak surainya ke belakang. Perlahan ia mengedipkan kedua netranya sebelum memilih berdiri lalu berjalan ke arah dapur untuk melihat sarapan apa yang Yoongi telah sediakan untuknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepotong roti di atas talenan itu menandakan Yoongi sedikit terburu-buru saat mempersiapkan bagi Jimin. Sedikit yang Jimin tau memang saat ini Yoongi sedang sibuk-sibuknya berburu dan patroli. Musim dingin memang waktunya kebanyakan orang untuk beristirahat sedangkan musim semi adalah waktu untuk beraktivitas.
Jimin pun hanya tersenyum maklum.
Sesibuk-sibuknya Yoongi, akan selalu ada waktu bagi Jiminnya.
Bergegas Jimin menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh wajah dan menyikat giginya. Lalu ia segera menarik kursi dan memotong sepotong roti yang telah Yoongi siapkan. Bukan sebuah sarapan mewah tetapi begitu berkesan bagi Jimin. Perhatian sang Alpha memang tak ada habisnya.
Tak lama terdengar suara derap langkah tenang mengusak tanah yang kian kencang sebelum suara ketukan pintu menyusul kemudian.