Berkali-kali Jimin mengerjapkan mata. Pandangannya masih terkunci pada Yoongi yang tengah menggaruk tengkuknya sembari menghindari mata Jimin. Apa sesungguhnya yang tengah dipikirkan sang alpha?
Kejadian barusan adalah shock terbesar yang pernah Jimin alami selama terlibat dalam urusan percintaan. Ya, anggap saja percintaan. Terlalu ekstrim bagi Jimin untuk menyebutnya sebagai pasangan hidup. Walaupun memang itu adalah istilah yang paling tepat bagi kalangan werewolf sepertinya dan Yoongi.
Dengan mengumpulkan segenap kesadaran yang tersisa, Jimin pun buka suara.
"Barusan tadi—"
"Aku minta maaf, Jiminie. Kau boleh memukulku." Potong Yoongi sebelum Jimin melanjutkan ucapannya.
Jimin menatap Yoongi ragu. Sang alpha masih tak berani beradu pandang dengannya. Apakah Yoongi menyesali perbuatannya?
"Apakah tumpukan salju dibawah lebih menarik untuk dilihat, alpha Min?"
Pandangan Yoongi sontak berpindah ke paras Jimin yang tengah menatapnya. Tampak jelas bahwa Yoongi tengah mengumpulkan keberanian untuk menatap kembali wajah omega yang baru saja ia tandai dengan baunya.
"Kukira kau tipe-tipe alpha yang setelah memulai necking lalu membawaku ke ranjang. Ternyata justru kau seperti anak kucing pemalu sekarang. Baru pertama eoh?" Tebak Jimin.
Semburat merah mulai menjalar melewati pipi dan leher Yoongi. Sangat kontras dengan kulit putih pucatnya. Berbagai pikiran mulai berkecamuk dalam benaknya. Mengapa Jimin bisa segamblang ini membicarakan hal-hal intim?
"A-aku tak bermaksud sejauh itu. Hanya saja sesaat tadi baumu sungguh memabukkan luar biasa." Jelas Yoongi mencoba tetap tenang.
Jimin sedikit memiringkan kepalanya. Seolah sedang berusaha mencari kebohongan dibalik ucapan Yoongi.
"Oh. Begitu rupanya. Yasudah ayo lanjutkan jalannya. Kuharap yang barusan tidak meninggalkan kiss mark." Ujar Jimin sembari mengusap-usap perpotongan lehernya dan mulai berjalan meninggalkan Yoongi yang masih terdiam mematung.
Langkah demi langkah kian membuat mereka kembali larut dalam keheningan. Jimin masih mengusap-usap bagian yang sama pada lehernya. Letak dimana ruam kemerahan yang begitu mencolok masih sangat terlihat dari posisi Yoongi yang berada di belakang Jimin. Hasil scent-marking yang telah Yoongi berikan untuk Jimin. Senyum bangga pun mengembang di wajahnya. Sebelum Yoongi kembali bergegas menyamakan langkah agar dapat berjalan beriringan dengan Jimin.
"Ini kita mau berjalan sampai mana Jiminie?"
Jimin menoleh sekilas ke arah Yoongi.
"Aku juga tidak tau. Tapi sepertinya lebih jauh dari tempat yang dulu, bisa?"
"Aku ikut saja."
Jimin hanya mengangguk. Tangan kirinya masih sibuk mengusap-usap tanda kemerahan di lehernya.
"Apa sakit?" Tanya Yoongi sambil mengamati tanda kemerahan tersebut.
"Tidak sih. Hanya sedikit panas. Sepertinya sangat merah. Padahal kau cuma meletakkan bibir." Jawab Jimin gamblang.
Yoongi hanya bisa membatinkan pikirannya.
'Cuma' katanya.
Jimin saja yang tidak tau bagaimana gugupnya Yoongi saat melakukan hal itu. Ia sudah sangat bersusah payah untuk mengontrol perilakunya. Tapi sungguh ini tak semudah saat ia menghindari rayuan Jungkook. Salahkan saja obrolan mereka yang di luar konteks normal hingga membuat Jimin berkali-kali lebih hot dari biasanya. Sepertinya memang kecablakan dan ucapan pedas Jimin justru membuat tubuh Yoongi panas. Benar-benar suatu hal yang mengherankan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Courting You (Yoonmin)
Fiksi Penggemar[SLOW UPDATE!!] [SLOW BURN] Read on your own risk!⚠️⚠️ "Aku Park Jimin, Pindahan dari Seoul." "Min Yoongi, Alpha. Kepala Divisi Strategi dan Pertahanan." ••• • ABO werewolf • AU! • Alpha! Min • Omega! Park Language: Bahasa Mature content ⚠️ Cw // ch...
