35 - the Truth Untold

17.8K 2.3K 498
                                        

*nulis tuh susah ya ㅠㅠ*

Courting You

Jimin tak pernah segugup ini. Sesaat kedua netranya beradu dengan netra hazel milik ibunya, langkah Jimin terasa makin berat. Genggaman tangan Yoongi menariknya perlahan semakin mendekati realita di hadapannya.

Keadaan ruangan keluarga Yoongi terasa begitu dingin pada penghujung tahun. Ditambah lagi dengan samarnya sinar matahari yang tertutup oleh awan tak membantu sedikitpun menghangatkan suasana. Alpha-Luna Min sudah terduduk mengapit posisi Kim Seoyoon yang tersenyum simpul ke arahnya. Dengan ragu-ragu Jimin membalas senyuman ibunya.

"Semuanya akan baik-baik saja, mate. Percaya padaku."

Tak ada yang mampu menguatkan Jimin lebih baik selain suara dalam alphanya tersebut. Ia sudah meyakini selama Min Yoongi di sampingnya, tak akan ada yang bisa merusak kebahagiaannya.

Jimin menoleh sejenak ke arah sang alpha sebelum mengangguk yakin.

Yoongi dan Jimin sudah berdiri di hadapan orang tua mereka sebelum duduk di tengah ruangan. Menjadi pusat perhatian sejumlah sepasang mata membuat perasaan Jimin sungguh tak karuan.

Kim Seoyoon berjalan mendekat ke arah Jimin, ragu-ragu merentangkan tangan lalu merengkuh tubuh putra sulungnya tersebut.

"Eomma turut senang melihatmu bahagia, Jiminie."

Tubuh Jimin tak bergerak membalas pelukan sang Ibu. Hanya sebuah kalimat yang lolos dari bibir Jimin.

"Ya.. aku sangat bahagia disini. Sangat jauh lebih baik daripada hidup dengan kalian"

Sang Ibu pun tersenyum simpul meskipun ia gagal menutupi kedua matanya yang berkaca-kaca.

"Syukurlah"

Hanya sepenggal kata itu yang sanggup Seoyoon loloskan. Ia sangat bahagia mendengar fakta bahwa Jimin telah memiliki mate yang sempurna. Mampu diandalkan dan mencintai Jimin dengan tulus. Ia sangat bahagia karena ia tak mampu memberikan hal itu kepada anak sulungnya.

Lain halnya dengan Jimin yang sudah merasa tak nyaman dalam posisi ini. Seolah tak ingin berlama-lama menahan rasa penasarannya, Jimin sedikit menjauhkan tubuhnya dari rengkuhan Seoyoon.

"Eomma ada perlu apa kemari? Kukira kalian sudah membuangku sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku disini." Tanya Jimin to the point.

Kim Seoyoon pun tertegun. Seolah kehilangan kata dalam sekejab.

Hening menjadi jeda sebelum wanita bersurai hazel itu kembali membuka suaranya lirih.

"Maafkan eomma.."

Senyum masam tak terelekkan dari wajah Jimin.

Bukan kalimat itu yang ingin Jimin dengar dari lisan ibundanya. Bukan sebuah permintaan maaf tanpa sebab seolah mampu mengobati kekecewaan Jimin.

Apalah daya seorang pendamping alpha, begitu kata hukum alam.

Seolah dapat membaca situasi yang kian kaku, Jung Minah—ibunda Yoongi— membuka suara.

"Bagaimana keadaanmu Jiminie? Apakah Yoongi memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Minah dengan penuh perhatian.

"Yoongi baik.. sangat baik. Alpha Min adalah hal terbaik yang terjadi dalam hidupku." Tegas Jimin dengan sirat kebahagian yang terpancar di matanya. Tentunya dengan sedikit sindiran yang ia tujukan kepada sang ibu.

Courting You (Yoonmin)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang