31 - Kunjungan Tertunda

19.4K 2.2K 230
                                        


Langkah demi langkah yang Yoongi tempuh terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena perasaannya yang sedang membebani, justru karena pasangan hidupnya yang tengah bersantai di atas punggungnya tanpa rasa bersalah. Setelah satu minggu penuh lengan sebelah kirinya disiksa dengan berat tubuh Jimin yang tidak bisa dikatakan ringan, kini beban itu berpindah pada kaki dan punggungnya. Sang alpha hanya bisa tersenyum maklum. Melihat bagaimana omeganya tersenyum bahagia saja sudah mampu mematikan fungsi rasionalnya sesaat. Yoongi benar-benar tunduk di bawah permintaan Jimin.

"Jalannya pelan-pelan saja ya, Yoongi hyung. Aku mau menikmati pemandangan hutan yang indah. Seminggu kau kurung di dalam goa, menjadikan pemandanganku monoton pada wajahmu saja!"

Jimin meminta sembari menyamankan posisi pinggulnya yang sedikit melorot karena ia terlalu bersemangat bergerak di atas punggung sang alpha.

"Siap, Jiminie."

Yoongi menjawab permintaan sang omega lalu membantu Jimin membenahkan posisinya.

Omega bersurai hazel itu pun terkekeh ringan. Ia semakin menyadari bahwa ternyata memiliki alpha bisa sangat menguntungkan seperti sekarang. Pasalnya disuruh apapun oleh Jimin, sang alpha bersurai blond itu tak pernah melakukan protes yang berarti. Diminta jangan bergerak, menurut. Diminta berlari, menurut. Apa saja dituruti. Jimin benar-benar merasa dimanjakan. Ia hanya bisa berharap bahwa perilaku Yoongi ini tak akan berubah sampai kapanpun. Karena jujur saja, ia tak akan rela jika suatu saat nanti perhatian Yoongi padanya berkurang ataupun terbagi.

Terbiasa menjadi anak pertama yang kurang perhatian dan kasih sayang sebenarnya mencetak Jimin menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada siapapun. Tetapi disini Yoongi menawarkan sesuatu yang berbeda kepadanya. Perhatian yang berlimpah, kasih sayang yang tulus serta rasa kagum yang tak ada habisnya. Semua Yoongi berikan pada Jimin dengan cuma-cuma tanpa imbalan apapun. Tentu Jimin mulai bersyukur akan hal itu.

Udara pagi di Hutan Selatan mengiringi langkah keduanya menuruni lereng gunung yang mulai basah karena tumpukan salju baru turun semalam. Kicauan burung tak terdengar sedikitpun. Masih betah bersembunyi di dalam sarang mereka yang hangat dibandingkan udara luar. Kesunyian hanya diisi oleh suara pijakan kaki Yoongi yang bergesekan perlahan dengan tumpukan salju.

Jimin mengeratkan pelukan mantel bulu Yoongi pada tubuhnya. Menghalau segala udara dingin yang senang hati menusuk tulangnya jika saja mantel itu tak ada. Lain halnya dengan Yoongi yang dengan santainya hanya mengenakan kain tipis menutupi tubuhnya. Kulit putih pucat sang alpha yang berkombinasi dengan udara dingin benar-benar menimbulkan kesan yang menakutkan dan misterius jika saja tak disamarkan oleh senyuman hangat yang senantiasa menghiasi wajah tampannya.

"Setelah ini ke bilik kesehatan ya, mate. Minta obat penambah stamina kepada Seokjin. Aku tak ingin kalau sampai kau jatuh sakit,"

Jimin hanya mengangguk perlahan di ceruk leher sang alpha sembari menghirup aroma yang menguar pekat memanjakan indra penciumannya.

"Capek?" Tanya Yoongi.

Kali ini Jimin menggeleng lemah.

"Mengantuk?" Tanya Yoongi lagi.

Jimin kembali menggeleng sebelum menjawab pertanyaan Yoongi.

"Lapar.. ingin makan pizza" racau Jimin.

Sontak Yoongi menoleh ke belakang dan mendapati omeganya tengah merajuk kecil yang Yoongi asumsikan karena rasa laparnya.

"Makanan perkotaan ya? Kalau begitu harus menemui Hoseok secepatnya."

Courting You (Yoonmin)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang