Tapi tunggu...
"Guys mana buku kalian, gua mau kumpulin." ucap ketua kelas.
"Eh buku gua mana."
"Siniin buku gua."
"Ih bentar gua masih nyatet."
"Daritadi ngapain aja si."
"Nik, buku gua mana?" ucap dara berdiri di hadapan meja niko.
"Tadi gua taro sini dar, gua gatau dimana sekarang bentar ya gua cari dl." ucap niko panik.
"Apaan nik? lu nyari apaan?" ucap yogi.
"Ini gi buku dara gada." ucap niko panik.
"Aduh niko kan gua udh bilang jagain buku gua." ucap dara kesal.
"Lu nyari apaan nik?" ucap rama.
"Ini ram buku dara gada, buku b.indo lu liat ga?" ucap niko.
"Oh itu disalipan buku tulis gua, tadi gua abis liat gua gatau itu buku siapa gua nyontek aja, trs gua tinggal disitu." ucap rama santai.
"Apa lo bilang? daritadi gua panik nyariin dan lu jawab dengan santainya? Lo kalo mau pinjem buku bilang. Punya mulut. Bisa baca." ucap dara emosi.
"Lah gua mana tau gua cuma liat aja itu jg ada diatas meja." ucap rama.
"Gua gamau pinjemin lo lagi nik, urusan bakal ribet kl buku gua sampe ilang kayak gini lg. Masih untung ketemu kalo engga gimana." ucap dara kesal sambil mengambil bukunya.
"Lo gimana si ram gua udh panik nyari lu, ternyata ada di lu, yogi sampe bantuin nyari. Lu kenapa ga bilang?" ucap niko.
"Gua bilang ya mau pinjem tapi lu cabut ke kantin." ucap rama.
"Gaenak jadinya gua sama dara." ucap niko.
"Udah lah elah buku doang." ucap rama cuek.
Bel istirahat kedua pun berbunyi
"Akhirnya istirahat jugaaa, ngebul pala gua, iya ga don?" ucap dara.
"Bukan ngebul lagi, kirain mah praktek anjir ternyata materi." ucap dona.
"Gua mau kekantin, lu mau ikut?" tanya dona.
"Engga don gua mau kumpul sama kelompok gua, gua nitip escream aja ya." ucap dara.
"Ok." ucap dona.
Kelompok dara berkumpul didepan kelas. Membicarakan film apa yang akan di buat nanti. Dan mau dimana tempatnya.
"Fel mau ngapain ngumpul?" ucap dara.
"Gatau gua juga dar. yang penting mah kita ngikut aja udh." ucap felma.
"Dar, nanti apapun yang rama kerjain lu harus temenin ya, lu kan asistennya dia. Kalo ada kesalahan apa gitu lu bantu, nanti rama juga bakal megang kamera, lu juga harus bantu gua." ucap niko.
"Iya ko gua ikutin." ucap dara.
Dara dan rama tidak banyak bicara, karena dara jarang bahkan bisa dibilang tidak pernah sama sekali melihat rama, iya dia orang yang jarang dara liat. Orang lebih suka di dalam kelas, sibuk dengan dunianya sendiri. Dara tau namanya tapi tidak dengan orang nya. Dara sempat berfikir kalo rama ini orang yang aneh. Tp bagi dara iseng dan menjaili orang seperti ini lah yang seru. Rapat pun selesai.
"Nik, gua baru tau yang namanya rama. Kemarin-kemarin gua ga pernah tau ini orang." ucap dara.
"Ya sekarang lu jadi tau kan, dia emg pendiem. Tapi kalo lu udh tau aslinya mah engga." ucap niko.
Dara tidak yakin akan bisa bekerja sama dengan rama. Apa boleh buat tidak ada lagi yang mau jadi asisten sutradara. Dara berfikir pasti bisa.
"Dim, dimasssss. Gua bareng ya sama lu besok? gua males bawa motor." ucap dara
"Mentang-mentang rumah deket, yauda iya." ucap dimas.
"Daraaaaaa." sapa denis.
"Apa deniss?" ucap dara.
"Gapape dar, eh pinjem hp dong, gua mau foto di hp lo." ucap denis.
"Nih pake aja." ucap dara.
Dara dan denis bisa dibilang dekat. Karena denis gampang berbaur dengan perempuan, malahan denis lebih banyak teman ceweknya. Tapi bukan berarti denis kayak banci ya. Tidak sama sekali. Denis tetep punya pacar perempuan. Anak akuntan.
"Eh dar fel gua mau cerita deh, sini rada pojokan." ucap denis.
"Apaan den?" ucap dara dan felma penasaran.
"Wkwkk kemarin gua main kerumah cewek gua. Sepi keadaanya." ucap denis sambil menahan tawa.
"Terus?" ucap dara dan felma berbarengan.
"Ya gua tiduran di sofaaa, ngantuk gua disitu fel." ucap denis.
"Eh wkwkw cewek gua nyosor nyium-nyium gua pas gua tidur." ucap denis sambil ketawa cekikan.
"Abis itu? lu ngapain?" ucap dara penasaran.
"Wkwkwk ya gua grepe-grepe lah, trs dia blowjob deh." ucap denis.
"Sebenernya gua bingung gua kira dia bukan cewek kek gitu. Eh ternyata begitu juga." ucap denis lagi.
"Apaa? seriusan lo? dia cewek kek gitu? gua kira die cewek baik-baik." ucap dara dan felma kaget.
"Sama awalnya gua juga kaget, tapi ya mau gimana lagi doi mau." ucap denis.
"Oke bagus-bagus besok cerita lagi yaa." ucap dara dan felma.
"Iye tenang ajaaa. Ahh udah gua mau masuk kelas." ucap denis.
"Sinting emang si denis dar, masa ceweknya di gituin. Terus cerita lagi. bocah dongo emg" ucap felma.
"Udah biasa kali fel, kan emang begitu cara main orang jaman sekarang." ucap dara
Dara dan felma heran kenapa bisa seperti itu. Tapi dara tidak terlalu kaget, karena menurut dara itu hanya hal biasa di lakuin anak jaman sekarang. Toh bukan dara ini yang melakukan. Tapi dara begitu penasaran.
"Apaa iya enak melakukan itu?" ucap dara dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Benci
RomanceKesan pertama terburuk buat Dara saat baru mau mengenal lebih jauh tentang Rama dan ada hal yang tidak disangka-sangka oleh dara. Disaat tau rama menanyakan hal yang menyakitkan hati dara pada saat itu kepada felma. Tapi setelah masalah itu selesai...