14.

1K 12 0
                                    

Disaat disana dara tidak menegur rama lagi, sejak tangannya sedikit memar dara hanya berusaha diam saja.

"Dar udah gapapa kan tangannya?" tanya dimas.

"Gapapa ko dim." jawab dara.

Take pengambilan film pun dimulai, mereka yang sibuk dengan tugas masing-masing dan dara juga sibuk dengan tugasnya, mencatatan adegan yang salah, memperbaiki posisi talent dan yang lainnya. Hari menjelang siang, tapi suasana disana tetap nyaman adem dan sunyi. Beberapa lama kemudian hujan pun turun dari langit.

"Yah hujan, gimana dong? padahal dua kali take lagi ini yang di luar." ucap dendi.

"Udah gapapa mungkin kita emang disuruh Istirahat dulu." ucap niko.

"Yauda ya istirahat dl aja." ucap niko.

Akhirnya semuanya beristirahat, di vila tersebut banyak sekali kasur, kamar, karena ini vila keluarga jadi benar-benar kayak rumah saja. Hujan berhenti walaupun tidak secerah tadi, tetapi take shooting tetap berjalan.

"Yuk lanjut lagi, udh take lagi ya." ucap dendi.

Setelah melanjutkan take, hujan kembali turun. Susana begitu dingin dan sejuk, enak sekali rasanya tidur.

"Eh tidur yuk ngantuk." ucap karin.

"Adegan yang di kamar kan belum, udh take dl aja." ucap shifa.

"Oh iya mumpung suara ujan ga gede juga, jadi lanjut take yg di kamar ya." ucap niko.

Pengambilan take di kamar pun berjalan lancar.

"Ram coba tanya dara, masih banyak yang kurang ga?" ucap niko.

"Dar, kata niko masih ada yang kurang ga?" ucap rama.

"Ga." ucap dara.

"Gak, katanya ko." ucap rama.

"Gak apaan ram? ga lengkap apa gimana?" ucap niko.

"Ga apaan dar? gada yang kurang apa, ga lengkap?" tanya rama lagi.

"Lengkap." ucap dara tanpa melihat kearah rama.

Dara begitu malas melihat rama, sebab ia membuat tangan dara sakit. Ia tidak memikirkan gimana keadaan tangan dara.

"Dar, udah lengkap semua?" tanya niko.

"Udah ko tenang aja, kl untuk bagus engganya pengambilan gambar, tanya sm ahlinya aja ya." ucap dara

"Siapa ahlinya?" tanya niko.

"Lu sm tuh dia." jawab dara sambil menunjuk kearah rama.

"Lu kenapa si dar sm dia?" tanya niko.

"Nih liat tangan gua memar grgr dia nepis tangan gua." jawab dara.

"Lagian lu iseng sm dia." ucap niko.

"Haha iya, ga gt lg deh gua males dasar aneh." ucap dara.

Dari kejauhan rama mendengarkan obrolan dara barusan bersama niko. Tidak heran memang, karena ya itu sikap rama. Tapi rama merasa sedikit tidak enak karena melukai tangan dara. Tapi rama tidak bisa melakukan apapun karena rama tidak tau harus apa.

Setelah take di kamar selesai, mereka semua beristirahat. Dara ingin sekali tidur karena suasana begitu dingin, disana banyak sekali selimut. Dara yang begitu banyak sekali tugas merasa lelah sekali.

"Fel gua mau tidur deh, bentar ya boleh kan? kl mau cabut bangunin ya." ucap dara.

"Gua tidur juga deh dar, anak-anak juga pada tidur tuh cowonya di depan." ucap felma.

"Oh yauda yang cewek dikamar aja ya." ucap dara.

Akhirnya semua tertidur pulas, karena suasana yang begitu dingin dan sejuk. Dara begitu nyenyak saat tertidur.

Hari menjelang sore, semakin gelap langit di luar. Dara dan teman-temannya masih asik tertidur pulas. Setelah beberapa jam tidur dara terbangun karena lapar.

"Aduh laper ih." ucap dara.

"Makan aja deh." ucap dara mengeluarkan makanan dari tasnya.

Dara hanya memerhatikan sekelilingnya, sambil mengunyah makanan miliknya, yang lain masih tertidur. Dara berjalan keluar kamar karena ingin pipis.

"Mau pipis ih." ucap dara menuju ke kamar mandi.

Setelah pipis dara melihat temen-temen cowonya tertidur, dara melihat rama yang tidur dengan nyenyak. Dia ingat dengan panji.

"Rasanya pengen gua elus itu kepala." ucap dara dalam hati sambil tersenyum.

"Kayaknya dia kedinginan." ucap dara.

Dara melihat ada selimut di ujung kasur, dara mengambilnya dan menaruh diatas badan rama. Diam-diam randy melihat sikap baik dara ke rama, tapi randy hanya diam.

"Kl udh tau dingin pake lah selimutnya. Nunggu sakit dl apa." ucap dara.

Dara juga menyelimuti jack dan dimas. Karena mereka juga kedinginan. Tapi randy tidak melihat kejadian itu karena randy tertidur lagi.

Setelah itu dara kembali kekamarnya melanjutkan makan. Shifa pun terbangun melihat dara yang sibuk makan.

"Dar lu ga tidur?" tanya shifa.

"Udah bangun, skrg gua laper makanya gua makan aja cemilan gua." ucap dara.

"Oh yauda gua tidur lagi ya, belum pada bangun kan yang lain?" tanya shifa.

"Belum shif masih pd tidur lagi jg masih ujan." ucap dara.

Langit semakin gelap, tidak sadar dar ketiduran.

"Dara bangun yuk kita mau pulang." ucap felma.

Dara yang masih tertidur memegang ciki citato miliknya yang masih ada ditangannya. Felma memoto kelakuan dara tersebut.

"Dar lu tidur sambil megangin ciki?" tanya felma.

"Ih iyaaa gua ketiduran tadi lagi makan." ucap dara.

"Yauda bersih-bersih siap-siap mau balik." ucap karin.

"Oke." jawab dara.

Dara merapihkan isi tasnya. Memakai make up lagi, dan merapihkan rambutnya. Tidak terburu-buru untuk perjalanan pulang, anak cowo pun masih merapihkan alat dan mengcopy file ke laptop dari kamera.

Dara baru ingat kalau dara membawa kamera fujinya.

"Eh foto yuk pake kamera gua." ucap dara.

"Hayuk" ucap temen-temen cewek dara.

Mereka menaruh kamera diatas meja, memasang timer dan berfoto bersama di dalam kamar.

"Woy ikutan dong." ucap dimas.

"Sini dim ikutan." ucap karin.

"Kenapa ga bilang kl ada fuji tadi kita foto-foto." ucap yogi.

"Yauda yuk foto sini bareng-bareng." ucap dara.

Akhirnya yang lain ikut nimbrung dan kita semua berfoto diruang tamu depan yang luas. Foto bersama walaupun minggu depan kita bakal balik lagi, tapi ini jadi kenangan terindah. Dan banyaks sekali foto di kamera itu.

Cinta dan BenciTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang