27.

841 12 0
                                    

Randy memiliki ide untuk membuat rama dan dara bisa mengobrol kembali.

"Ram ko diem aja?" tanya randy.

"Ya terus mau ngapain?" ucap rama.

"Gih minta maaf, gua bakal sibukin diri buat makan sama minum disitu sama anak-anak." ucap randy memberikan waktu untuk rama berbicara dengan dara. Yang lain juga paham apa yang akan di lakukan rama.

Momy dara dan bibi menyiapkan minum dan makanan kecil untuk teman-temannya dara seperti pizza hut dan yang lainnya.

"Dimakan ya abisin yaa." ucap mom dara. "Atau mau di pesenin hokben? Mom mau pesen soalnya. Mau aja ya sekalian." ucap momy dara dari depan.

"Apapun yang mom berikan yogi pasti makaan." ucap yogi sambil tertawa yang lain pun ikut tertawa mendengarnya.

Dara ikut tertawa melihat kelakuan yogi itu.

"Maaf ya tante emang rada gila si yogi." ucap niko sambil tersenyum.

"Gapapa ko tante paham hehe, silahkan ya abisin ya, tante tinggal dulu." ucap momy.

Rama langsung menghampiri dara dan membawa sesuatu ditasnya.

"Dar." panggil rama.

Dara hanya melirik dan tidak menjawab panggilan dari rama. Yang lain sibuk makan yang momy bawakan, tidak melihat kearah rama.

"Dar, gue bener-bener minta maaf." ucap rama dan menundukan kepalanya.

"Duduk aja gua ga ngelarang." ucap dara singkat.

"Makasih." ucap rama dan duduk di kursi samping tempat tidur dara.

"Dar maafin gua ya, gua gatau harus gimana. Denger lu nangis kemarin dan sekarang sakit, gua panik dar. Dan gua gatauu harus, gimana lagi sekarang." ucap rama sambil menunduk.

"Iya." jawab dara singkat

"Gitu aja?" ucap rama.

"Iya apa lagi?" tanya dara.

"Oh yauda, gua kesana dulu bareng yang lain. Mungkin lu gamau gue ganggu lagi. Maaf." ucap rama dan bangun dari tempat duduknya tidak sempat memberikan apa yang ia beli.

"Gitu aja minta maafnya?" tanya dara, rama langsung berhenti dan duduk kembali.

"Gatau lagi harus gimana dar. Gue bingung. Ga pernah kayak gini." ucap rama dengan kaku.

Dara sedikit rasa kasihan di hati dara melihat rama seperti ini. Tapi tidak dara sangat egois dia tidak ingin memaafkan rama.

"Oh yauda." ucap dara.

Rama hanya terdiam, tidak tau harus berkata apa lagi. Rasanya ingin sekali menonjok mukanya di depan dara sekarang. Frustasi dan ingin mengacak-ngacak rambutnya. Tapi rama hanya bisa diam saja.

Dar please jangan buat gua pusing karena sikap dingin lu gua mohon. Jangan buat gua nangis di depan lu dengan sikap begini. Please dar gua ga kuat. Ucap rama dalam hatinya.

"Ini dar buat lo." rama mengeluarkan isi dari tasnya. Memberikan makanan kecil yang ia beli di supermarket sebelah toko buah tadi.

"Apa?" tanya dara.

"Makanan buat lo, gatau harus beli apaan asal ambil aja. Maaf kalo lu ga suka." ucap rama dan kembali menunduk tidak melihat muka dara.

"Ya masa si dar ini tanah yang gue bawain." ucap rama dalam hati.

"Oh makasih." ucap dara dan melihat isi dari makananya.

"Yes, makanan favorite aku semuaaaa." batin dara dalam hati dan tersenyum setelahnya.

"Suka dar?" tanya rama.

"Hm lumayan, tapi gua gsk ini." ucap dara mengeluarkan permen jahe yang rama beli.

"Astagaa maaf dar gua ga liat, gua asal beli maaf maafff." ucap rama tersenyum malu salah membelikan makanan untuk dara.

"Iya." ucap dara singkat dan memberikan permen nya ke pada rama.

"Dar, boleh nanya?" tanya rama.

Yang lain sibuk makan dan minum, hokben yang di belikan mom dara sudah datang. Beberapa dari mereka melihat dara dan rams sedang berbincang. Berharap semuanya akan kembali baik lagi. Bahkan lebih baik dari ini.

"Apa?" jawab dara dengan sangat singkat sambil memakan marsmelow.

"Itu gitar siapa?" tanya rama, "Pacar lu yang tadi ya?" tanya rama membuat dara kaget dengan ucapannya.

"Uhuk uhuk." dara langsung terbatuk-batuk.

Yang lain menengok memastikan dara baik-baik saja. Rama mengambilkan minum untuk dara.

"Gua gapapa santai yaa lanjut makan oke." ucap dara sambil tersenyum kearah teman-temannya.

"Kirain kenapa ihh." ucap felma.

"hehe gapapa." jawab dara.

"Apaan tadi lu bilang? pacar?' tanya dara memastikan ucapan rama.

"Engga dar gajadi udh gausa di jawab, kepo banget si gue." ucap rama dan langsung membuang mukany dari hadapan dara.

"Dia itu abang gue. Bang el, gabriel putra pratama. Lagian gua kan mirip sama dia. Ko lu mikir gue pacarnya si?" tanya dara setelah menjelaskan.

"Oh abang lu kirain pacar lu. Gua juga ko mikirnya abang lu, tp bisa aja pacar itu mirip sama kita kalo jodoh." ucap rama sambil memalingkan matanya.

"Sok tau." ucap dara singkat dengar ucapan rama barusan

"Iya maaf ya dar." ucap rama dan berbicara dengan hatinya sok asik sekali ia sekarang dengan dars

"Itu gitar baru gue, nyokap baru bawa tadi. Yauda di taro disitu aja." jelas dara.

"Lu bisa maininnya?" tanya rama.

"Wkwkwk engga, tapi nanti juga ada yang bakal ngajarin gua. Entah siapa pun itu. Bukan guru les gitar yang pasti." ucap dara.

"Kalo gabisa kenapa minta beliin? Siapa yang bakal ngajarin cowo lu?" tanya rama.

"Iseng aja gua pengen bisa mainin. Dia gabisa main gitar. lagi juga dia cuma masa lalu gue." ucap dara sambil meminum yogurt yang di belikan rama.

"Gua mainin ya?" tanya rama.

"Gih kalo lu bisa. Jangan lecet dan jangan rusak." ucap dara.

Rama mengambil gitar itu. Dan memperbaiki senarnys supaya suaranya menjadi bagus dan enak di dengar. Setelah itu rama meminta dara untuk me request lagu.

"Lagu apa dar?" tanya rama.

"Hm Perfect - ed sheeran." ucap dara

"Lo suka lagu itu? sama dong kayak gue." ucap rama dan memetik senar gitar itu.

"Gua ga nanya." ucap dara singkat.

Rama langsung berhenti memetik gitarnya dan memasang raut wajah malu.

"Hehe bercands santai." ucap dara.

Cinta dan BenciTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang