35. Start

1.6K 21 0
                                    

Semakin dekat dara dengan rama, semakin terlihat pula kedekatannya oleh orang lain. Rama yang mengerti banyak hal soal sex, terkadang rama membahas soal sex di obrolan chatnya. Awalnya dara merasa risih karena yg dia fikir rama tidak akan begitu, ternyata banyak kesamaan hal tentang bokep ini untuk dara san rama. Membuat dara jadi harus belajar sendiri soal sex. Takut saja rama membodoh bodohinya padahal tentu saja tidak mungkin.

Rama
Darr? lu kemarin bilang tau skandal anak Sma itu ya?

Dara
Iye ngape?

Rama
Dih? tau-tauan lu begituan tau darimana?

Dara
Dari twitter gue lah

Rama
Kayaknya enak juga begituan ya dar wkwkwkw.

Dara
Wkwk kontol, mau lu emang? gua juga penasaran.

Rama sudah sering sekali membahas hal-hal bokep dengan dara. Semakin dekat hubungan ini, semakin sering dara membahasnya. Dara sekarang tidak lagi menyebut kata "Gue, lu" melainkan menyebut nama rama langsung.

Hari ini rama berniat mengantar dara ke toko buku yang dulu di minta dara, rama ngeiyakan permintaan dara itu.

"Yuk buruan." ajak rama.

"Iya ram sabar, dara pake sepatu dulu." dara mengikat sepatu conversenya.

Dara begitu penasaran bagaimana rasanya sex, yang pertama dia sangat penasaran tentang berciuman. Dara benar-benar sangat ingin hal itu karena dia melihat di film bokep yang sering dia tonton di film romance.

"Ram? ciuman gimana si rasanya? tau ga? udah pernah belum?" tanya dara disaat di lampu merah.

"Hah? gatau, kan rama belum pernah dar. Pacaran aja ga pernah." ucap rama sambil memegang setir mobilnya.

"Wkwkwk penasaran ga?" tanya dara.

"Ngapa emang? ko nanya gitu si wkwkw." rama merasa dara sangat kepo dalam hal ini.

"Gapapa film yang semalem kayaknya enak ram wkwk." semalam dara menonton film romance yang banyak sekali adegan bugilnya. Dan kissing in school.

"Udah ih gausa mikir gitu, lagian rama juga ga paham cara ciumanya dar." ucap rama sambil berkonsentrasi menyetir.

"Sama apa lagi dara." ucap dara.

"Nonton yuk dar abis ini mau ya?" tanya rama.

"Boleh yuk." dara mengiyakan ajakan rama untuk nonton film.

Setelah dari toko buku, dara membeli buku untuk ujian Politeknik, Sbmptn dan Ujian mandiri, novel dan masih banyak lagi terutama spidol untuk mencoret-coret tembok kamarnya itu.

"Dar film horror aja ya, beli popcorn sama minumannya." ucap rama.

Dara hanya mengiyakan ucapan rama, dan memegang popcorn yang di belinya

Setelah menunggu 30menit. Dara dan rama masuk kedalam ruangan bioskop.

"Ram kenapa di pojok si?" tanya dara.

"Udah gapapa enak tau wkwk." rama menjawabnya penuh dengan teka teki. Membuat dara curiga.

"Ih awas lu ngapa-ngapain gue." ancem dara.

"Engga dar tenang aja." ucap rama.

Dipertengahan film tangan rama memegang tangan dara, it's oke untuk dara. Karena kedekatan mereka sudah seperti orang pacaran, walaupun belum memilik status.

"Gapapa kan dar?" tanya rama menanyakan apa dara risih dengan cara rama memegang tangannya.

"wkwk gapapa ram santai aja." ucap dara.

Sebenarnya rama lah yang merasa gerogi dan keringet dingin mencoba memegang tangan dara di dalam bioskop. Tiba-tiba di film itu ada adegan ciuman, dara dan rama langsung tatap-tatapan setelah adegan itu terlihat.

"What do u think about that?" dara menanyakan hal itu.

"Wkwkwk gatau." rama menjadi salah tingkah ditanyakan hal itu oleh dara.

Akhirnya rama memiliki cara untuk menghilangkan rasa penasaran dara..

"Suit yuk, yang kalah cium bibir. Tapi cium biasa aja gausa di emut-emut." ucap rama

"Oke siapa takut." ucap dara semangat dan sangat antusia.

Mereka berdua memainkan permainan itu. Sebenarnya mereka berdua sangat deg-degan disaat posisi kalah, karena harus mencium duluan.

"Suitt." ucap dara.

"Yes dara menang wkwkwk." ucap dara kegirangan.

Rama melihat situasi dahulu untuk memastikan bahwa yang di sebelahnya tidak melihat, walaupun berjalan 2 kursi dari tempat dara dan rama.

"Hm, bener nih dar?" tanya rama.

"Lah janjinya gimana? yang kalah nyium duluan wkwwk." ucap dara sambil tertawa.

"Wkwkwk oke." rama langsung mendekati bibir dara dan menciumnya. Sangat pelan hanya menempelkan bibirnya di bibir dara.

"Maaf dar." ucap rama.

Dara hanya terdiam kaku merasakan sensasinya. Setelah itu dara makin penasaran. Tidak konsen dengan film.

"Lagi, suit." ucap rama.

"Yeay gue memang wkwk." ucap rama kegirangan.

"Dara takut ada yang liat ram." ucap dara panik setengah mampus.

"Dih? kan kalahhh dar gaboleh curang." ledek rama melihat muka dara sangat panik.

"Ah iyaaa." dara mendekati mukanya dan mencium bibir rama, sama seperti rama hanya menyentuh saja.

Setelah film usai dan mereka berdua makan di Japanese food, membeli tas kecil di Miniso store, dara dan rama langsung pulang kerumah.

Di parkiran dara menaruh belanjaanya di jok belakang mobil, dara ikut masuk kedalamnya dan merapihkan barang yang lain. Posisi mobil rama, cap depan menghadap ke arah tembok dengan semua kaca gelap tidak terlihat dari luar.

"Dar main lagi yuk." Ajak rama yang ikut masuk kedalam mobil bagian belakang, hanya saja satu kakinya mengganjal pintu supaya tidak di curigai orang.

"Yuk suitttt." ucap dara.

"Yeay menang." ucap dara dan tersenyum licik.

"Oke, sinian wkwk." ucap rama dan tertawa.

Kali ini berbeda rama sedikit melumat mulut dara.

"Hm ram, ko gitu?" ucap dara panik merasakan hal itu dan menjauhi sedikit mukanya.

"Kenapa gapapa kan? ga suka ya? yauda gausa mainan lagi deh." rama langsung memundurkan posisi duduknya.

"Engga gapapa aneh aja, for the first time, me like that." ucap dara.

"Me too." ucap rama

"Lagi." ajak dara.

"Beneran? gapapa?" tanya rama meyakinkan.

Dara hanya mengangguk saja. Tidak terhitung sudah berapa banyak dara dan rama saling berciuman walaupun hanya menyentuh dan sedikit melumatnya.

"Ram, gitu doang? ga paham yaa?wkwkw" ucap dara, membuat rama sangat tertantang dengan ucapannya itu.

"Engga, ngerti enak aja. Ayuk coba." ucap rama.

Kali ini dara dan rama, berciuman dengan lumatan yang lebih banyak, walaupun tidak mengerti secara praktek tapi secara teori mereka memahaminya. Mereka tidak sadar dengan hal yang lain, saling menikmati lumatan satu sama lain yang sangat hangat dan lembut.

"Belum puas?wkwk" tanya dara dan tertawa.

"Hehe belum." rama hanya cengar cengir mendengar pertanyaan dara.

"Yauda lanjut dirumah dara aja ya." ucap dara.

Rama mengiyakan dan langsung menyalakan mobil untuk pergi kerumah dara.

Cinta dan BenciTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang