6.

1.9K 22 0
                                        

Dara hanya mengotak-ngatik vidio miliknya. Banyak sekali tugas kejuruan sampai dia pusing sendiri.

Ujian Tengah Semester pun dimulai. Dara berusaha keras untuk bisa mendapatkan nilai bagus dan mendapatkan ranking 1 di kelas.

"Eh darrrrr, daraaaaa ssstt, nomer 21 22 apaan dar." ucap abdul.

"Apaan si dul sabar gua beloman." sambil sibuk mengerjakan.

"Darrrr sssttttt gua susah nengok nih buruan." ucap abdul.

Hari pertama pun selesai, dara merasa lega tidak sulit untuk mengerjakan soal-soal tadi. Dan dara langsung pulang kerumahnya untuk belajar lagi. Tidak lupa sebelum pulang dara membeli escream dulu.

"Banyak juga gua beli escream, tapi gapapa si. daripada gua stress sama ulangan besok-besok stok escream dirumah abis. Masa gua mabok si, nanti bang el marah lagi. Lagi uts masa mabok." ucap dara dalam hati

"Eh daraaaa, mau dong escreamnya, boleh yaaaaa?." ucap adit.

"Dit lu itu udh gendut masih aja mau minta, kurusin dulu badannya baru gua kasih." ucap dara sambil tertawa.

"Oit ram, mau balik lu?" ucap adit.

"Iye gentong ngapa? mau bareng?" ucap cowo itu.

"Jarang liat nih orang siapa ya. Udah lah ga penting juga." ucap dara dalam hati.

Setelah UTS selesai, pengambilan rapot pun di umumkan. Tidak harus orang tua kesekolah. Dara yang mengambil sendiri hasilnya karena guru dara tau kalau orang tua dara jauh di luar kota. Abangnya sibuk dengan urusannya dara tidak mau menceritakan itu kepada gurunya. Dara hanya bilang dia saja yang ingin mengambilnya.

Yap. Dara memang murid yang cerdas. Dara mendapat ranking 2 tidak buruk. Bahkan sangat amat bagus. Dara senang walaupun tidak mendapat ranking pertama. Dara langsung menelfon momnya yang jauh diluar kota.

"Mom dara abis ngambil rapot. Juara 2 mom. I'm so sorry. if that make u angry with me." ucap dara dalam telfon.

"Hush apa sih ra mom seneng ko dara dapet peringkat 2, mom bakal kirim kado buat dara, dara mau gitar kan? Mom sayang dara, mom mau bantu Dad dulu buat kerja yaaa, bye cantikkk." ucap mom.

"Oke mom makasihhhhhhy, dara seneng bangetttttttttt, Byeee too mom." ucap dara bahagia.

Dara bahagia karena mom tidak marah. Dara juga bahagia karena akan dibelikan gitar oleh mom. Dara sudah mengharapkan nya dari dulu.

Hari berikutnya setelah UTS tidak ada libur sama sekali. Makin banyak tugas yang dara terima. YAP betul setelah ini ada tugas Kelompok Film, Shot Movie. Entah apa yang bakal dara buat nantinya dengan kelompoknya.

"Oke sekarang gua bakal ngasih tugas kelompok buat film, film apapun terserah, dokumenter kek apapun drama terserah. Yang penting jadi dan kalian kerjain sama gua mah santai aja. Oh iya. short movie ye" ucap pak budi.

"Gua bakal panggil salah satu orang, dari kelas ini gua ambil 2 dari kelas yang lain udh gua ambil-ambil juga. Lu sini Nik, sama lu dit sini." ucap pak budi.

Setelah berbincang-bincang akhirnya Adit dan Niko adalah ketuanya. Mereka bebas memilih siapa yang akan jadi anak buahnya. Bebas dari setiap kelas Perfilmnya 1-4. jadi total ada 6 ketua saja.

Dara bingung harus ikut dengan siapaaa. Semua kelompok sudah penuh dan tinggal kelompok niko dan adit saja.

Dara nyaman-nyaman saja dengan kelompokk manapun. Akhirnya dara memutuskan masuk ke kelompok Niko.

"Nik lo kekurangan orang ga? gua masuk kelompok lu ya?" Ucap dara.

"Hm gua bilang sama anak-anak dulu ya." ucap niko.

Kenapa begitu? karena teman-teman niko berbeda dengan teman-teman lainnya. Mereka sangat tertutup dan liar di luar sekolah. Di sekolah berlaga biasa saja. Tapi kalo sudah di luar terlihat sifat aslinya. Mungkin dara saja yang tidak tau gimana mereka semua itu.

Setelah lama mempertimbangkan, akhirnya dara diterima dikelompok niko.

"Dar gua belum dapet kelompok, si nina udah dapet, bisa ga gua masuk kelompok Niko?" Ucap felma

"Hm coba gua bilang sam niko dulu ya fel." ucap dara.

"Gimana nik sabi ga? kalo gasabi ya gapapa gua bilang tapi bener-bener ga dapet kelompok ini dia." ucap dara.

"Gatau asli gua bingung jadi banyak banget yang mauu masuk wkwk, terserah lu aja deh dar." ucap niko bingung.

Setelah selesai mempertimbangkan akhirnya kita. Beranggotakan: Niko, Rama, Jack, Yogi, Dimas, Dendi, Dafa, Randy, Satrio, Dara, Felma, Shifa, Yura dan Karin.

"Banyak juga kelompoknya ye nik." ucap dara.

"Iya lah ini sisaan dar." ucap niko sambil tertawa.

Setelah selesai, semua berkumpul ke kelompok masing-masing. Dara hanya duduk terdiam disamping felma mendengar arahan dari pak budi.

"Banyak omong bat pak budi. Ampe capek dengernya ya fel." ucap dara.

"Lah bapak lu noh emg banyak omong dar wkwkw." ucap felma.

"Bapak lo." ucap dari sambil ketawa

Setelah memberi arahan, pak budi memanggil setiap kelompok satu persatu. Menanyakan siapa saja yang jadi bawahannya.

"Nih kita udah kumpul ya. Sekarang gua mau nanya, siapa aja yang mau jadi anggota. Kita bikin dulu strukturnya." ucap niko.

"Nih dar lu nulis." ucap niko lagi.

"ok." ucap dara.

"Kan Produser gua ya kan, nah sutradara siapa? sama asistennya, kameramen siapa, wardrobe siapa, perizinan siapa, pemainya siapa, script writer siapa? Bendara nih mengang uang buat jajajan jalan segala macem siapa. Editing, alat dan persiapan siapa" ucap niko.

Setelah saling tunjuk menjuk akhirnya tersusun juga.

"Oke gua bacain. Gua produsernya Niko. Sutradaranya Rama Krisdiantoro. Asisten sutradara Dara. Kameramen Yogi dan Dendi. Script Writer Yura. Wardrobe Shifa. Talent Dimas dan Karin. Bendahara Felma. Editing Jack, Randy, Dafa. Cari lokasi, Satrio. Sisanya kita kerjain bareng-bareng. Tanggung Jawab bareng-bareng." ucap niko.

"Yeay gua sama ramaa, ya ga ram? jangan diem aje ram." ucap dara meledek.

Rama hanya melirik dara saja. Mungkin ia bingung kenapa si sebenernya nih cewek agresif banget.
Tapi bagi dara menggangu Rama adalah hal yang seru.

Cinta dan BenciTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang